Loading...

BAGAIMANA PENYULUH PERTANIAN MENJALIN KOMUNIKASI YANG DIALOGIS DAN EFEKTIF

BAGAIMANA PENYULUH PERTANIAN MENJALIN  KOMUNIKASI YANG DIALOGIS DAN EFEKTIF
Permasalahan, konflik, dan gejolak sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, patut diduga salah satu faktor penyebabnya adalah terjadinya kesalahpahaman, ketidak-harmonisan, dan kurang pas dalam berkomunikasi. Untuk itu, kita harus memahami apa yang dimaksud dengan komunikasi diartikan suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang atau diantara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu. Menurut Wilbur Schramm,(1973), menyebutkan komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan komunikasi akan berjalan dengan baik apabila terdapat pertautan minat dan kepentingan (Overlaping Of Interest) diantara sumber dan penerima pesan. Sedangkan ada pendapat lainnya, yang dikatakan komunikasi dimaknai suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan dari seseorang kepada orang lain, dan dicirikan;(1) Satu arah (one way communication); dan(2) Dua arah (two way communication), tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya dengan memilih yang paling efektif. Selanjutnya tentu kita ingin mengetahui lebih jauh bagaimana sih gambaran berkomunikasi yang akan dihadapi oleh seorang Penyuluh pertanian itu ? Ada diagram alur komunikasi yang dapat memudahkan kita memahami proses komunikasi, agar kita tidak tersesat,mari kita lihat diagram berikut : Dalam benak kita mengalir pertanyaan yang menggelitik, apa kira-kira tujuan seorang Penyuluh Pertanian berkomunikasi,? Barangkali Anda sudah memiliki gambaran apa tujuan komunikasi, diantaranya;(1) Informatif, yakni menyampaikan informasi yang bersifat obyektif dan nyata;(2) Persuasif, dimaknai untuk menggugah hati dan perasaan sasaran, sehingga mau mengikuti/melakukan tindakan(3) Entertainment, dimaksudkan untuk menghibur, membuat mereka senang, tidak bersikap apatis maupun pesimis. Sedangkan tahapan proses komunikasi, antara lain; (1) Menarik perhatian (tahapan ini merupakan tingkat awal dalam proses yaitu untuk menarik perhatian atau kesadaran tentang adanya sesuatu, Komunikasi melalui metode dan teknik langsung maupun tidak langsung (iklan, kampanye dsb ). Sasaran : massal, media yang digunakan umumnya berupa gambar-gambar, poster, pemutaran film, siaran televisi atau radio);(2) Menggugah hati (pada tahap ini Penyuluh memotivasi agar sasaran ingin tahu lebih banyak mengenai sesuatu yang baru. Metode dan teknik langsung atau tidak langsung (misalnya: pameran,temu wicara dsb), adapun sasarannya : massal, kelompok, sedangkan media yang digunakan misalnya: brosur, folder , leaflet , slide dsb); (3) Menimbulkan keinginan(pada tahap ini merupakan upaya untuk menimbulkan keinginan sasaran melakukan perubahan atau sesuatu yang baru tersebut. Dengan metode dan teknik langsung misalnya; karyawisata, pertemuan kelompok, demonstrasi, FFD,SL,pelatihan). Sasaran: kelompok. Adapun media yang dapat digunakan (TV,Video,gambar terproyeksi,surat kabar, brosur dsb) ;(4) Meyakinkan (pada tahap ini Penyuluh berupaya meyakinkan sasaran agar tidak ragu-ragu terhadap sesuatu yang baru dengan jalan memperlihatkan atau membuktikan keuntungan atau manfaat sesuatu yang baru tsb.Metode dan teknik langsung misalnya kunjungan lapangan, demonstrasi, SL, klinik konsultasi, pelatihan dsb. Sasaran : kelompok atau perorangan.Media yang relevan adalah benda sesungguhnya dilengkapi dengan bahan-bahan cetak); dan (5) Menggerakkan (pada tahap ini komunikasi yang dilakukan adalah untuk mendorong agar sasaran mau menerapkan sesuatu yang baru tsb pada skala yang lebih luas dan terus menerus. Dengan metode dan teknik langsung misalnya kunjungan/anjangsana, klinik konsultasi, tumah usaha, magang. Sasaran : perorangan. Sedangkan media yang digunakan misalnya brosur, slide, film video dsb. Menurut Yusuf Leonard Henuk dari Universitas Nusa Cendana Kupang, 2008, menyebutkan;(1) menjelaskan peranan komunikasi pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan hidup petani kecil; (2) menjelaskan metode pendekatan dalam komunikasi pertanian; (3) menjelaskan proses partisipasi; (4) menjelaskan pola peran serta aktif masyarakat pedesaan; (5) menjelaskan strategi praktis melakukan persiapan sosial dalam komunikasi inovasi pertanian; dan (6) menjelaskan kondisi sosial budaya petani Indonesia. Agar Anda dapat berkomunikasi dengan baik, Seorang Penyuluh Pertanian sudah barang tentu harus memahami azas komunikasi dalam penyuluhan, antara lain; (1) Penyuluhan berazaskan demokrasi adalah penyuluhan yang diselenggarakan dengan saling menghormati pendapat antara pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaku utama serta pelaku usaha lainnya.;(2) Penyuluhan berazasakan manfaat adalah penyuluhan yang harus memberikan nilai manfaat bagi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan perilaku untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha; (3) Penyuluhan berazaskan kesetaraan adalah hubungan antara penyuluh, pelaku utama, dan pelaku usaha yang harus merupakan mitra sejajar; (4) Penyuluhan berazaskan keterpaduan adalah penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan secara terpadu antar kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat; (5) Penyuluhan berazaskan keseimbangan adalah setiap penyelenggaraan penyuluhan harus memperhatikan keseimbangan antara kebijakan, inovasi teknologi dengan kearifan masyarakat setempat, pengarusutamaan gender, keseimbangan pemanfaatan sumber daya dan kelestarian lingkungan, dan keseimbangan antar kawasan yang maju dengan kawasan yang relatif masih tertinggal; (6) Penyuluhan yang berazaskan keterbukaan adalah penyelenggaraan penyuluhan dilakukan secara terbuka antara penyuluh dan pelaku utama dan usaha; (7) Penyuluhan berazaskan kerjasama adalah penyelenggaraan penyuluhan harus diselenggarakan secara sinergis dalam kegiatan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan serta sektor lain yang merupakan tujuan bersama antara pemerintah dan masyarakat; (8) Penyuluhan berazaskan partisipatif adalah penyelenggaraan penyuluhan yang melibatkan secara aktif pelaku utama dan pelaku usaha dan penyuluh sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi; (9) Penyuluhan berazaskan kemitraan adalah penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling membutuhkan antara pelaku utama dan pelaku usaha yang difasilitasi oleh penyuluh; (10) Penyuluhan berazaskan keberlanjutan adalah penyelenggaraan penyuluhan dengan upaya secara terus menerus dan berkesinambungan agar pengetahuan, ketrempilan, serta perilaku pelaku utama dan pelaku usaha semakin baik dan sesuai dengan perkembangan sehingga dapat terwujud kemandirian; (11) Penyuluhan berazaskan berkeadilan adalah penyelenggaraan yang memposisikan pelaku utama dan pelaku usaha berhak mendapatkan pelayanan secara proporsional sesuai dengan kemampuan, kondisi, serta kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha; (12) Penyuluhan berazaskan pemerataan adalah penyelenggaraan penyuluhan harus dapat dilaksanakan secara merata bagi seluruh wilayah RI dan segenap lapisan pelaku utama dan pelaku usaha; dan (13) Penyuluhan berazaskan bertanggung gugat adalah evaluasi kinerja penyuluhan dikerjakan dengan membandingkan pelaksanaan yang telah dilakukan dengan perencanaan yang telah dibuat dengan sederhana, terukur, dapat dicapai, rasional, dan kegiatannya dapat jadualkan. Apa sebaiknya yang harus dilakukan seorang Penyuluh Pertanian dalam berkomunikasi agar berlangsung secara dialogis,antara;(1) Membiasakan diri kita aktif mencari umpan balik dari petani;(2) Menyediakan waktu untuk merespons umpan balik dari petani;(3) Membuat perencanaan terjadinya proses umpan balik secara baik, dan menyeluruh;(4) Mendorong agar terjadi proses umpan balik dari audien(petani) secara konstruktif, dialogis, dan dengan penuh kearifan sebagai seorang yang profesioanal; (5) Memiliki sikap yang penyabar, dan pragmatis dalam merespons umpan balik dari petani, agar mereka dapat menyampaikan keluhan, dan keinginan, serta kebutuhan mereka yang sesungguhnya; (6) Memiliki kepekaan dan kewaspadaan yang cukup tinggi, untuk memahami dan menerima sinyal-sinyal umpan balik dari petani, baik verbal maupun yang bersifat non verbal; dan (8) Memberi motivasi dan penghargaan bagi para petani yang menyampaikan umpan balik kepada kita. Selanjutnya hasil umpan balik tersebut kita jadikan untuk perbaikan dan penyempurnaan cara kita berkomunikasi di masa mendatang. Apa langkah yang harus dilakukan seorang Penyuluh Pertanian dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman yang sering kita jumpai dalam berkomunikasi; (1) Belajar saling memahami pekerjaan mereka dan orang lain secara baik; (2) Bertanggungjawab setiap dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan tugas dan fungsi yang kita emban; (3) Meningkatkan, menjalin dan memperluas jalur komunikasi dengan penuh keterbukaan dan keakraban, kebersamaan, serta kesungguhan; dan (4) Mengembangkan budaya ikhlas menerima kekurangan orang lain dengan menerima apa adanya, dan menutupi aib orang orang lain dengan baik, serta menerapkan prinsip saling melengkapi kekurangan orang lain dengan kelebihan yang kita miliki; Untuk itu, sudah selayaknya seorang Penyuluh Pertanian, terus berupaya meningkatkan ketrampilan berkomunikasinya,yaitu; (1) Membiasakan berpikir sistematis, dan konstruktif dalam membangun komunikasi efektif; (2) Mempersiapkan secara baik materi yang akan disampaikan dengan cara praktis, bahasa yang tepat, bijak dan santun, dan berkualitas; (3) Mempunyai maksud dan tujuan khusus, dan jelas dalam menyampaikan pesan yang akan dikomunikasikan; (4) Menguasai materi pesan yang akan dikomunikasikan secara baik, runtut, sistematis,dengan bahasa yang mudah dipahami, serta sesuai dengan situasi dan kondisi audien; dan terakhir yaitu;(5) Memiliki emphati yang tinggi, sehingga seorang Penyuluh Pertanian mampu menghayati apa yang dirasakan dan dialami para audien (petani ) yang dibinanya, sehingga pesan yang disampaikan mudah diterima,dipahami, dan sambung rasa dengan keinginan dan kebutuhan petani. Selain itu, seorang Penyuluh Pertanian juga dapat mempengaruhi orang lain dengan mudah, dengan catatan, apabila dapat mengamalkan tiga syarat, yaitu; (1) Ethos merupakan kepribadian orang yang berbicara, artinya seorang memiliki etos, ketika Anda memiliki tiga ciri, yakni; (a) Memiliki pengetahuan yang luas; (b) Pribadi yang amanah; dan (c) Status yang terhormat; (2) Pathos, kemampuan emosional untuk menyentuh hati orang lain, agar mereka mau menerima himbauan pembicara, sehingga kita dapat menyampaikan pesan dengan kata-kata yang terpilih, kalimat yang bervariasi, contoh-contoh kasus sebagai ilustrasi, dengan gaya yang low profil, lemah lembut, bertutur kata yang bermakna, dan mampu terkesima apa yang kita sampaikan dan membuat hati para audien (petani) miris dengan ajakan kita, dengan demikian melalui himbauan/ pesan yang anda sampaikan dapat meningkatkan harga diri mereka sebagai manusia; dan (3) Logos dalam penyampaian pesan hendaknya berdasarkan prinsip logis, dimensi ini disampaikan kepada audien yang mempunyai pengetahuan, dan wawasan yang luas. Apabila ketiga unsur tersebut digabungkan secara baik dan bijak, yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tingkat kemampuan audien, serta disampaikan secara mengagumkan, dan disertai pribadi pembicara yang mempesona dan aura yang positif. Maka akan membangkitkan gairah dan motivasi untuk menjadi profesional yang membanggakan, dengan memiliki ketiga dasar komunikasi tersebut diatas, yang disatukan menjadi kemampuan yang memiliki kesatuan etika, logika, dan estitika dalam berkomunikasi. Ada beberapa nasehat yang perlu kita renungkan sebelum menyampaikan pesan,antara lain: (1) Ketika kekuatan fisik telah melemah dan berada pada tanduk ketidakberdayaan, hanyalah kekuatan kata-kata yang mampu meremukkan jiwa lawan; (2) Lidah itu lebih tajam daripada pedang; (3) Hati-hati dengan lidah, sebab lidah itu tak bertulang; dan (4) Banyak orang sengsara dan menderita karena lidah yang tak terkendali, dan banyak orang yang senang dan bahagia karena lidah yang suci. Kita mengenal tokoh-tokoh nasional maupun internasioal, misalnya; (1) Bung Karno proklamator dan sebagai salah satu Bapak Pendiri Negara,(Ir. Soekarno, Presiden RI pertama), beliau dikenal sebagai orator ulung dalam mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan,(2) Demostanes, orang Yunani yang dikenal gigih mempertahankan kemerdekaan Yunani dari ancaman Raja Philippus dari Macedonnia, dan (3) dari kalangan Isalam yaitu Ali bin Abi Thalib,yang dikenal dengan khotbah diatas mimbarnya, sampai-sampai ada ungkapan " Ketika Ali menyampaikan kutbahnya, air mata mengalir dari para pendengarnya dan hati terguncang penuh emosi. Apa yang dapat kita pelajari dari ketiga tokoh orator yang ulung tersebut, dari berbagai kisah yang dibukukan; (1) Semangatnya berkobar-kobar; (2) Kecerdasan pikiran, kemampuan membaca situasi, kondisi audien, dan emphati yang tinggi, dengan menggunakan kata-kata yang terpilih, serta kalimat yang variatif; dan (3) Kepribadian yang mempesona, aura yang positif, amanah, dan khrismatik. Penulis : MARUKIN,SP. (Penyuluh Pertanian pada Kelompok Jabatan Fungsional pada Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur)