Alam telah menyediakan berbagai macam potensi yang bermanfaat bagi dunia pertanian, termasuk bahan alami yang mempengaruhi proses fisiologis pada tanaman (zat pengatur tumbuh). Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) merupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh tanaman selain unsur hara. Konsep ZPT diawali dengan konsep hormon, yaitu senyawa organik tanaman yang dalam konsentrasi rendah mempengaruhi proses fisiologis terutama diferensiasi dan perkembangan tanaman. Namun dalam setiap tanaman terkadang jumlahnya terbatas, sehingga perlu tambahan zat pengatur di luar tubuhnya. Maka dapat diberikan ZPT tambahan sebagai perlakuan terutama pada perkecambahan atau perbanyakan vegetatif. ZPT yang sudah dikenal, yaitu: auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, retardan, dan etilen. ZPT bisa diaplikasikan langsung ke tanaman, maupun untuk penanaman tanaman dengan kultur jaringan. Walaupun sudah banyak tersedia produk ZPT yang dengan mudah kita dapatkan di toko pertanian, namun tidak ada salahnya jika kita membuatnya sendiri. Proses pembuatan zpt tidak terlalu rumit, hanya diperlukan beberapa bahan-bahan dan fermentasi sederhana dengan alat seadanya. Berdasarkan hasil penelitian yang terus dilakukan, diketahui ada beberapa bahan-bahan alami yang mengandung ZPT. Beberapa ZPT dari bahan alami tersebut ada yang langsung bisa diaplikasikan ke tanaman dan ada juga yang memerlukan proses fermentasi. Bahan-bahan alami yang mengandung ZPT alami adalah:1. Air KelapaAir kelapa mengandung hormon/ZPT Sitokinin, mineral dan senyawa organik lain, seperti 1,3 dipheniluea, zaetin, zeatin glukosida dan zeatin ribosida. Air kelapa merupakan salah satu bahan alami yang mengandung hormon sitokinin 5,8 mg/l, auksin 0,07 mg/l, dan giberelin serta senyawa lain. Senyawa lain yang terdapat dalam air kelapa adalah protein, lemak, mineral, karbohidrat, bahkan lengkap dengan vitamin C dan B kompleks.2. Bawang MerahBawang merah mengandung hormon auksin dan giberelin. Salah satu fungsi auksin dan giberelin adalah merangsang pertumbuhan akar dan merangsang perkecambahan biji.3. Rebung BambuRebung bambu mengandung hormon giberelin. Jenis bambu tali adalah yang paling banyak mengandung giberelin. Sebaiknya pengambilan rebung dilakukan pagi hari sebelum jam 06.00 atau sebelum matahari terbit.4. Bonggol PisangHormon tumbuh pada bonggol pisang adalah sitokinin. Bonggol pisang yang baik adalah dari pohon pisang yang baru ditebang. Pengambilan bonggol sebaiknya dilakukan pada sore hari.5. Ekstrak TaugeEkstrak tauge mengandung auksin dan memiliki respon yang mirip dengan air kelapa. Ekstrak tauge juga banyak dimanfaatkan pada perbanyakan tanaman secara kultur jaringan.6. Ekstrak TomatEkstrak tomat ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan manusia, ternyata juga baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, etilen dan kalin. Ekstrak tomat pada penelitian in vitro/kultur jaringan memberikan respon tanaman yang baik.7. Cuka Kayu/wood vinegar/asap cairCuka kayu dibuat dengan cara mengkondensasi asap hasil pembakaran kayu secara tidak langsung. Asap yang mencair ini disebut juga cuka kayu/wood vinegar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka kayu memiliki sifat antibiotik dan hormonal. Aplikasi cuka kayu menunjukkan respon yang positif untuk tanaman. Cuka kayu juga bisa digunakan sebagai pestisida nabati.8. Jagung MudaBiji jagung yang masih muda mengandung hormon giberelin dan sitokinin.9. Rumput LautRumput laut juga diketahui memiliki kandungan ZPT atau hormon tanaman yang lengkap, selain itu rumput laut juga memiliki kandungan hara mikro. Ada beberapa orang yang melakukan ekstraksi zpt dari rumput laut dengan pelarut organik, baik yang polar maupun non polar. Ekstrak rumput laut yang sudah dipekatkan, artinya kandungan zpt-nya dibuat tinggi, dihargai cukup mahal. Ada yang menjual ekstrak rumput laut 100 ml dengan harga sampai ratusan ribu.10. Enceng GondokAkar enceng gondok banyak mengandung hormon giberelin, protein dan karbohidrat.11. Urin Sapi, Kambing, Kelinci dllUrin Sapi, Kambing, Kelinci diketahui selain mengandung nitrogen juga mengandung hormon auksin. Hormon auksin ini berasal dari tumbuhan yang dikonsumsi tapi tidak dicerna oleh perut sapi, kambing, kelinci, dll. Kandungan hormon atau ZPT di dalam bahan-bahan alami tersebut memang rendah dan sering tidak menentu kadarnya. Namun demikian, bahan-bahan tersebut bisa menjadi alternatif sumber hormon tumbuhan zpt untuk diaplikasikan langsung ke tanaman pertanian, seperti: padi, sayuran, jagung, kedelai, hortikultura dan buah-buahan. Ekstrak hormon dari bahan alami bisa langsung dipakai untuk disiramkan ke tanaman atau pun disemprotkan ke daun. Aplikasi hormon zpt bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil panen, dan produksi. Pembuatan hormon tumbuhan alami bisa hanya dari satu macam bahan atau kombinasi dari bahan-bahan alami tersebut. Komposisinya pun bisa dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan.Berikut adalah cara pembuatan ZPT lengkap (auksin, sitokinin dan giberelin) yang alami, yaitu: Alat:• Blender• Jerigen/Tong• ParangBahan-bahan:• Rebung: 200 gram• Bonggol pisang: 200 gram• Taoge: 100 gram• Pucuk daun-daunan: 200 gram• Gula merah: 100 gram• EM4: 50 ml• Air kelapa: 2 literCara Membuat1. Rebung, bonggol pisang, taoge dan pucuk daun-daunan dicincang kemudian diblender hingga halus.2. Gula merah dicairkan dengan air secukupnya.3. Semua bahan dimasukkan kedalam jerigen/tong, masukkan air kelapa dan EM4. Aduk hingga rata kemudian jerigen/tong ditutup.4. Setiap pagi selama 7 hari tutup dibuka dan bahan diaduk, kemudian ditutup kembali.5. Setelah 7 hari, saring bahan-bahan tersebut untuk memisahkan cairan zpt dan ampas.6. Simpan didalam wadah yang tertutup rapat. ZPT siap digunakan.Bahan-bahan yang digunakan dapat dipilih sesuai dengan tujuan digunakannya ZPT. Jika ingin merangsang pertumbuhan akar maka menggunakan bahan yang banyak mengandung hormon auksin, bila untuk merangsang dan mencegah kerontokan bunga misalnya, maka gunakan bahan yang banyak mengandung giberelin, begitu juga dengan tujuan yang lain. Cara pengaplikasiannya yaitu 3 sendok makan zpt untuk 1 liter air. Aplikasi bisa dengan penyemprotan atau dengan merendam benih dan mengoleskan pada titik tumbuh akar pada stek. Sumber: Bey, Y., Syafii, W., dan Sutrisna. 2006. Pengaruh giberelin dan air kelapa terhadap perkecambahan anggrek Bulan. Jurnal Biogenesi. vol. 2 no. 2:41-6.Fitri Kurniati, Tini Sudartini, dan Dikdik Hidayat. 2017. Aplikasi Berbagai Bahan ZPT Alami Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Jurnal Agro. Vol 4:1 Hormon Tumbuh dari Bahan Alami/Berbagi Tak Pernah Rugi https://isroi.com/2014/09/26/hormon-tanamanzpt-dari-bahan-bahan-alami/Marpaung, AE dan Hutabarat, RC. 2015. Respons Jenis Perangsang Tumbuh Berbahan Alami dan Asal Setek Batang Terhadap Pertumbuhan Bibit Tin (Ficus carica L.). J Hort Vol 2:1 (37-43)Membuat Hormon Tumbuhan dari Bahan Alami http://8villages.com/full/petani/article/id/59eb2fdc2bad4c570ecacfb9Ningsih, E.M.N., Nugroho, Y.A., dan Trianitasari. 2010. Pertumbuhan setek nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada berbagai komposisi media tumbuh dan dosis penyiraman limbah air kelapa. Agrika. vol. 4 no.1:37-47. Penulis: Agus Hendrawan, SP