Loading...

BAHAN ORGANIK MENINGKATKAN KEBERNASAN BIJI KACANG HIJAU

BAHAN ORGANIK MENINGKATKAN KEBERNASAN BIJI KACANG HIJAU
Pada umumnya kondisi lahan pertanian di Indonesia mengalami kemunduran kesuburan dan kerusakan tanah serta telah mengalami penurunan produktivitas, baik itu lahan kering, maupun lahan sawah intensifikasi. Penggunaan pupuk di lahan kering umumnya menggunakan dosis yang kurang memadai, sehingga diduga terjadi pengurasan hara. Selain itu, penggunaan pupuk organik atau mengembalikan sisa panen ke lahan pertanian hampir tidak dilakukan. Khusus untuk lahan kering di areal yang berlereng, belum menerapkan tindakan konservasi tanah yang memadai, sehingga terjadi erosi dan aliran permukaan yang tinggi. Hal ini menyebabkan kandungan hara dan bahan organik rendah. Untuk mengurangi kemunduran kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas hasil yang berkelanjutan perlu pemanfaatan pupuk organik yang memadai baik dalam jumlah, kualitas dan kontinuitasnya. Pupuk organik saat ini sudah banyak dikenal masyarakat bahkan menjadi program pemerintah untuk meningkatkan kesuburan dan produksi tanaman. Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair. Peningkatan bahan organik tanah dari tanah yang terdegradasi akan meningkatkan hasil tanaman budidaya karena tiga mekanisme yaitu: 1) peningkatan kapasitas air tersedia, 2) peningkatan suplai unsur hara, dan 3) peningkatan struktur tanah dan sifat fisik lainnya. Tanamaan kacang hijau tumbuh dengan baik pada tanah yang tidak terlalu banyak mengandung liat. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi sangat disukai oleh tanaman kacang hijau, asalkan kandungan air tanah tetap terjaga dengan baik. Hasil penelitian penanaman kacang hijau varietas VIMA-1 dengan jarak tanam 40 x 20 cm, menunjukkan bahwa apabila tanaman hanya diberi pupuk kimia saja (urea, SP-36 dan KCl) dibandingkan dengan tanaman yang diberi pupuk kimia dan bahan orgnik sebanyak 5 ton dan 10 ton/ha, jumlah biji dan berat biji per tanaman pada tanaman yang diberi bahan organic akan lebih baik. Perbandingan kacang hijau yang tidak diberi bahan organic dan diberi bahan organik 5 ton dan 10 ton per hektar terhadap jumlah biji normal yaitu: 58,50 butir : 271 butir dan 316 butir. Terhadap berat biji per tanaman yaitu: 2,66 gram : 13,59 gram, dan 14,10 gram (Ahmad Damiri). Sumber: Desi Putri Hastuti, Supriyono* , Sri Hartati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Corresponding author: supriyono59@staff.uns.ac.id. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture. 33(2), 89-95, 2018