Loading...

BAHAN TANAM DAN PEMBIBITAN NILAM

BAHAN TANAM DAN PEMBIBITAN NILAM
Untuk meningkatkan produktivitas suatu tanaman, pun dengan nilam, tentu saja tidak akan terlepas dari bahan tanaman dan teknik pembibitan yang dilakukan. Bahan Tanam Tanaman nilam yang banyak dibudidayakan yaitu dari jenis nilam Aceh, karena kadar minyak (2,5% - 5%) dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari jenis nilam jawa dan nilam sabun. Secara visual (penglihatan), nilam Aceh dapat dibedakan dengan nilam Jawa dari daunnya. Permukaan daun nilam Aceh halus, tepi daun bergerigi tumpul dan ujung daunnya runcing, sedangkan nilam Jawa permukaan daun kasar, tepi daun bergerigi runcing dan ujung daun meruncing. Ada tiga varietas nilam dari jenis nilam Aceh yang sudah dilepas yaitu varietas Tapak Tuan, Lhokseumawe dan Sidikalang. Secara visual ketiga varietas tersebut dapat dibedakan dari pangkal batangnya. Pangkal batang varietas Tapak Tuan hijau berwarna sedikit ungu, varietas Lhokseumawe lebih ungu dan varietas Sidikalang paling ungu. Ketiga varietas tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Tabel . Keunggulan tiga varietas nilam Aceh. Varietas Produksi terna kering (ton/ha) Kadar minyak (%) Produksi minyak (kg/ha) Kadar patcholi alkohol (%) Tapak tuan 13,278 2,83 375,76 33,31 Lhokseumawe 11,087 3,21 355,89 32,63 Sidikalang 10,902 2,89 315,06 32, Sumber : Puslitbang Perkebunan, 2007 Untuk perbanyakan tanaman, gunakan bagian tanaman yang berasal dari varietas unggul, sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Ambil batang atau cabang setek yang berdiameter 0,8 - 1 cm, dengan panjang setek 10 - 20 cm dan paling sedikit mempunyai 3 atau 4 mata tunas. Setek diambil dari cabang yang sudah cukup umur, dan berasal dari tengah-tengah cabang. Kebutuhan tanaman ± 20.000 ton/ha tanaman, belum termasuk bagian tanaman untuk penyulaman. Pembibitan Setek batang atau setek cabang dapat langsung ditanam di lapang, namun cara ini kurang efisien karena seringkali banyak setek yang mati sehingga harus banyak disulam dan pertumbuhan tidak merata. Sebaiknya setek nilam disemaikan terlebih dahulu. Tanah yang digunakan untuk persemaian dipilih tanah yang gembur dan datar, dekat dengan sumber air dan bersih dari tanaman. Media persemaian sebaiknya campuran dari tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 (2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian pasir). Sebelum disemai, rendam setek dalam air. Buang daun pada buku yang akan dibenamkan, kemudian padatkan tanah di sekelilingnya. Beri pupuk daun pada setek seminggu sekali. Sekitar umur 1,5 bulan bibit siap ditanam. Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Nilam