Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pompengan- Jeneberang akhirnya sepakat, bahwa pada tahun 2012 ini, sejumlah saluran irigasi sekuder akan direhabilitasi. Untuk program tersebut Balai Besar PSDA Pompengan-Jeneberang mengucurkan sedikitnya Rp. 23 Miliar untuk rehabilitasi dan perbaikan enam item saluran irigasi sekunder yang tersebar di Luwu Timur. Keenem item pembangungan saluran irigasi yang keciprat dana rehabilitasi itu masing-masing perbaikan jaringan irigasi Kalaena sebesar Rp. 5 Miliar, Jaringan irigasi Kalaena kiri sebesar Rp. 2 Miliar, Saluran Sekunder Wonorejo, Mangkuta sebesar Rp. 1 Miliar, Saluran pembuang Mukti Sari, Wotu sebesar Rp. 2 Miliar, Pembangunan jaringan air Baku Welanti, Mangkutana sebesar Rp. 6 Miliar serta Jaringan tata air tambak Ussu senilai Rp. 3 Miliar. Kucuran dana yang digelontorkan oleh Balai besar wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang sebesar itu terungkap dalam sosialisasi lanjutan kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Wotu, Kamis (12/4) kemarin. Pembangunan dan rehabilitasi keenam item tersebut merupakan kegiatan yang tengah dilaksanakan oleh Besar Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pompengan- Jeneberang pada tahun anggaran 2012 yakni saluran irigasi pada sebaran kecamatan Kalaena, Tomoni, Mangkutana, Tomoni Timur , Wotu dan Burau. Tutur Hirfan, kepala Dinas pekerjaan Umum kabupaten Luwu Timur, di ruang kerjanya, Jumat (13/4) kemarin. Dalam sosialisasi yang dihadiri enam Camat di wilayah Womantorau ini juga terungkap perlunya sinkronisasi antara waktu pelaksanaan pekerjaan dengan musim tanam yang dilakukan oleh petani. Olehnya itu, dalam pelaksanaan awal kegiatan harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, khususnya pada lahan yang dimanfaatkan untuk pembangunan. Kendala lahan dalam pembangunan yang biasanya dipermasalahkan oleh warga harus diselesaikan secara dini agar tidak terjadi silang sengketa dalam pelaksanaan kegiatan, Harap Hirfan. Senada dengan itu, Satker Balai Besar wilayah Luwuraya, Toraja dan Bosowa, Sumardi mengingatkan pelaksanaan pekerjaan ini sedapat mungkin memaksimalkan waktu sehubungan dengan masa penutupan irigasi yang biasanya dilakukan dari April hingga bulan Juli agar seluruh pekerjaan dapat dirampungkan sesuai dengan masa kontrak. Sejumlah Camat yang hadir dalam pertemuan itu memberikan masukan agar pekerjaan yang tidak membutuhkan skill tertentu seyogiayanya dapat memberdayakan tenaga kerja pada masyarakat lokal. Sekedar diketahui, kucuran dana pembangunan saluran induk irigasi pada enam kecamatan ini baru dilakukan kembali sejak pembangunan yang pertama kalinya tahun 1986 silam. (hms).