BALAI PENYULUHAN KOTO TUO, KEC. IV KOTO. KAB. AGAM LAKSANAKAN PELATIHAN PRA
Kelembagaan penyuluhan merupakan faktor determinan yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian secara umum dan tercapainya tujuan dari pembangunan pertanian. Kelembagaan penyuluhan diperlukan untuk mewadahi proses penyelenggaraan penyuluhan. Sistem penyuluhan yang dulunya hanya terdiri dari sub-sub sistem petani, penyuluh dan kelembagaan struktural menjadi subsistem petani, penyuluh, pelaku agribisnis lainnya, lembaga penelitian,pendidikan dan lembaga pelatihan. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan dengan pendekatan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan tersentralisasi. Salah satu mata rantai lembaga penyuluhan yang terdekat dengan masyarakat dan berada di tingkat kecamatan adalah Balai Penyuluhan Dalam rangka mewujudkan pertanian yang tangguh, terpadu dan berwawasan lingkungan perlu program yang terencana, terarah dan terpadu, baik dari segi pengembangan potensi wilayah maupaun peningkatan pengetahuan dan sumberdaya manusia yang pastisipatif, untuk mewujudkan semua itu pada tahun 2011 ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Barat melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, maka dilaksankan latihan PRA(Participatory Rural Apraisal) di UPT BP4K2P Kecamatan IV Koto yang dilaksanakan melalui kegiatan pengembangan Kelembagaan Balai Penyuluhan Model Tahun 2011. Pelaksanaan kegiatan PRA ini dilaksanakan di Aula UPT BP4K2P KEcamatan IV Koto yangberlangsung selama 6 (enam hari) berturut-tirut yang dimulai pada tanggal 03 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 08 Oktobber 2011 yang dihadiri oleh 30 orang peserta, dengan narasumber yang sudah ahli di bidang PRA. Dalam pelaksanaan PRA tersebut di harapkan tergambarnya potensi yang ada. Potensi yang doigali dari pelaksanaan PRA tersebut ada dua aspek yaitu potensi diri dari sumberdaya manusia (petugas), dimana kita mengukur kemampuan petugas dalam memberikan penyuluhan kepada petani serta sejauh mana petugas bisa membangun tekhnologi pertanian secara umum, mengidentifikasikan masalah di wilayah masing-masing.