Loading...

Bantuan Perluasan Tanaman Tebu di Kecamatan Muara Sungka Dukung Ketahanan Industri Gula Nasional

Bantuan Perluasan Tanaman Tebu di Kecamatan Muara Sungka Dukung Ketahanan Industri Gula Nasional

 

Bantuan Perluasan Tanaman Tebu di Kecamatan Muara Sungka Dukung Ketahanan Industri Gula Nasional

Muara Sungka, Oktober 2025 – Pemerintah melalui program ketahanan pangan dan energi nasional kembali menyalurkan bantuan perluasan tanaman tebu kepada para petani di Kecamatan Muara Sungka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi gula dalam negeri sekaligus mendorong kesejahteraan petani lokal melalui optimalisasi lahan pertanian.

 

Kecamatan Muara Sungka dipilih sebagai salah satu wilayah penerima bantuan berdasarkan potensi lahan dan komitmen kelompok tani terhadap pengembangan komoditas tebu. Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan dalam bentuk bibit unggul tebu, pupuk bersubsidi, alat pendukung pertanian, hingga pendampingan teknis dari penyuluh lapangan.

 

“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari pemerintah. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban petani, tapi juga meningkatkan motivasi kami untuk mengelola lahan dengan lebih baik,” ungkap Ketua Kelompok Tani Karya Bakti, Bapak Ladi.

 

Program ini mencakup perluasan lahan tanam tebu seluas 2050 hektar , yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan termasuk kecamatan Muara Sungka. Dengan bibit tebu varietas unggul dan pengelolaan yang baik, diharapkan produktivitas tebu per hektare dapat meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Utara turut memberikan dukungan berupa verifikasi dan validasi data calon penerima manfaat dengan memastikan liasan lahan dan Nama petani sudah terdata di simluhtan sesuai dengan titik kordinat dan luasan lahan yang dimikiliki atau diusahakan serta membuka akses kerja sama antara petani dengan pabrik gula mitra. Hal ini menjadi langkah penting dalam membangun rantai pasok yang efisien, dari petani ke industri pengolahan.

 

Menurut Kepala Dinas Dinas Perkebunan dan Perternakan Lampung Utara, bantuan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gula dan memperkuat industri hilir berbasis tebu.

 

“Muara Sungka memiliki potensi besar sebagai sentra tebu di wilayah ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan swasta, kami optimistis wilayah ini bisa berkontribusi signifikan terhadap swasembada gula nasional,” jelasnya.

 

Harapan Ke Depan

Melalui bantuan ini, para petani diharapkan dapat lebih mandiri dan mampu mengelola lahan secara produktif serta ramah lingkungan. Pemerintah juga berencana menjadikan Muara Sungka sebagai kawasan percontohan budidaya tebu terpadu jika capaian produktivitas sesuai target.

 

Dengan sinergi antara semua pihak, program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil panen, tapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa.