Hampir setiap bulan puasa kita dapat dengan mudah mendapatkan buah ini di Kota Pemalang.Barteh atau Timun suri sering dijajakan dipinggir jalan-jalan raya, pasar buah, toko-toko buah sampai pasar tradisional. Buah ini sebagai bahan campuran untuk membuat es buah untuk menyegarkan saat berbuka puasa. Ibu-ibu heboh kalau saat berbuka puasa tidak ada Barteh karena kurang komplit kalau tidak ada buah ini sebagai campuran minuman penyegar.Barteh bukan termasuk bangsa mentimun walaupun kata depannnya memakai kata mentimun, buahnya memanjang menyerupai timun akan tetapi masuk dalam kerabat semangka, blewah, dan melon. Daging buah yang tebal, warna buah mulai dari warna hijau sampai kuning cenderung ke oranye memiliki daya pikat sebagai bahan untuk minuman penyegar.Para petani daerah dataran rendah sekitar kota Pemalang yaitu daerah Banjarmulya, Tambakrejo, Taman dan seterusnya biasa membudidayakan buah ini 2- 2,5 bulan sebelum puasa dengan harapan akan memetik buahnya pada bulan puasa karena harga yang akan diperoleh lebih tinggi dari bulan-bulan selain puasa. Budi daya timun suri tidaklah sulir seperti halnya menanan buah timun akan tetapi tidak memakai lanjaran atau istilahnya dibiarkan merambat ditanah. Berikut ini teknik budiaya timun suriTeknik Penanaman BartehPenanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.Perawatan BartehPada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Selanjutnya jika tanaman sudah tua dan berbuah, timun suri mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.Pemanenan BartehUmur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.Penulis : Nurul Ashar (PP madya pada KJF Dipertanhut kab. Pemalang)Sumber :majalah SewadayaMajalah Swadaya, Volume 4 Edisi 35, 2014. Timun Suri Pembukaan yang Menyegarkan. PT. Swadaya Agro Utama. Jakarta.--------- http://alamtani.com/budidaya-timun-suri-organik.html