Loading...

BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI DIMUSIM HUJAN DAN BAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN

BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI DIMUSIM HUJAN DAN  BAKTERI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN
Bawang merah merupakan tanaman hortikultura unggulan dan telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditi hortikultura ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bisa disubstitusi dan berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Tanaman bawang merah merupakan sumber pendapatan bagi petani dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengembangan ekonomi. Rendahnya produktivitas bawang merah tergantung dari faktor lingkungan, beberapa faktor penyebab rendahnya produktivitas antara lain adanya tingkat kesuburan tanah yang rendah, adanya peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman, adanya perubahan iklim mikro, bibit yang digunakan bermutu rendah, serta penerapan teknologi yang belum sesuai. Pemberian pupuk anorganik yang digunakan terus menerus dan diberikan dalam dosis tinggi dapat memberikan pengaruh negatif terhadap tanaman dan dapat menurunkan kualitas tanah. Anjuran agar menggunakan pupuk organik pada lahan pertanian diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah sehingga hasil tanaman menjadi lebih baik. Pada kebanyakan lahan pertanian merupakan tanah yang relatif kurang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya dengan penambahan pupuk hayati dan pupuk organik. Mikroorganisme (bakteri) menguntungkan yang hidup di dalam tanah sangat penting dalam pertumbuhan tanaman sebagai percepatan penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan organik tanah, proses dekomposisi sisa tumbuhan dirombak menjadi unsur yang dapat digunakan tanaman untuk tumbuh dan kembang. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agens penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya berupa pupuk hayati, dapat memberikan manfaat di bidang pangan. Pupuk hayati alternatif telah beredar dan digunakan masyarakat mengindikasikan bahwa pupuk hayati memiliki prospek yang baik dalam pengembangan usahatani untuk dijadikan alternatif dalam pengelolaan hara ramah lingkungan. Penggunaan pupuki organik dan penggunaan pupuk hayati tertentu ditengarai mampu mensubstitusi penggunaan pupuk kimia lebih dari 50% pada usahatani tanaman pangan/hortikultura dan efektif meningkatkan produktivitas tanaman. Pupuk hayati berupa bakteri yang sering dilaporkan dapat melarutkan P antara lain adalah anggota genus Pseudomonas, Bacillus, Mycobacterium, Micrococcus, Flavobacterium, Bacterium, Citrobacter, dan Enterobacter. Pengkajian dilakukan oleh Despita dan Arief (2021) pada musim hujan di lahan pertanian Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang pada bulan Desember 2017 – Februari 2018. Komoditas yang digunakan yaitu Varietas Bauji. Sebelum penanaman dilakukan, lahan diolah dan dibuat petak percobaan dengan ukuran 80 x 120 cm dan jarak tanam yang digunakan 20 x 20 cm, sehingga terdapat 24 tanaman perpetak percobaan. Selanjutnya lahan tempat pengkajian diberi pupuk kendang sebanyak 20 ton per hektar yang diberikan dua kali yaitu pada H – 7 dan pada umur 30 hari setelah tanam (hst). Bibit bawang merah varietas Bauji yang akan ditanam telah disimpan sebelumnya selama 3 bulan. Sebelum penanaman dilakukan bagian ujung benih dipotong agar tumbuh seragam. Penanaman dilakukan dengan melubangi petak pertanaman dan membenamkan benih bawang merah hingga ujung benih bawang berada 1 cm di bawah permukaan tanah. Perlakuan yang diberikan berupa Rhizobacteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT) yang memenuhi syarat kerapatan bakteri 10-6. Masing-masing perlakuan bakteri tersebut adalah: 1) Bacillus subtillis dengan konsentrasi 0, 5, dan 10 ml/L dan 2) Pseudominas fluorescens dengan konsentrasi 0, 5, dan 10 ml/L, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Pengenceran larutan yang mengandung bakteri tersebut menggunakan air sumur. Pemberian larutan bakteri tersebut dilakukan selama 8 minggu sejak umur 1 – 56 minggu setelah tanam. Panen dilakukan setelah tanaman berumur 60 – 65 hst dengan ciri-ciri umbi telah terbentuk sempurna, pangkal batang sudah mulai lembut dan sebagian daun telah menguning. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemberian larutan mengandung Bacillus subtillis dengan konsentrasi 5 ml/L tanpa diberi larutan Pseudominas fluorescens, menunjukkan hasil per petak tertinggi (3,116 kg) dan berbeda nyata dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya (Ahmad Damiri). Sumber: Despita R dan Arief NR. 2021. Produksi Bawang Merah pada Musim Hujan dengan Aplikasi Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman. Jurnal Agriekstensia. 20 (2) : 150 – 159.