Pendahuluan Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah dan hanya menggunakan media air serta nutrisi. Karena hanya menggunakan media tanam berupa air, bercocok tanam dengan hidroponik tidak membutuhkan banyak areal. Bertanam dengan hidroponik juga dapat dimanfaatkan sebagai bentuk bertani dengan prinsip pertanian organik. Manfaat Hidroponik Dari segi ekonomi : Penggunaan pupuk lebih hemat, tidak memerlukan lahan yang luas, hemat tenaga dan waktu, hemat biaya perawatan, media tanam dapat dipergunakan berulang-ulang, dan meningkatkan penghasilan keluarga. Dari segi kesehatan : Bebas dari pestisida dan sebagai sumber gizi keluarga. Dari segi lingkungan : Bercocok tanam lebih menyenangkan, dapat berkreasi dan berinovasi sendiri sehingga bisa menonjolkan sisi keindahannya. Kekurangan Dan Kelebihan Kekurangan : Memerlukan biaya lebih diawal-awal, membutuhkan alat-alat khusus, memerlukan pengetahuan dan ketrampilan khusus, dan membutuhkan ketelitian yang lebih. Kelebihan : Produksi tanaman lebih tinggi, tanaman dapat terbebas dari hama dan penyakit, pemakaian pupuk lebih hemat, tanaman tumbuh lebih cepat, dapat mengganti tanaman dengan mudah, mempermudah pekerjaan maupun perawatan tanaman, dan tanaman akan memberikan hasil secara berkelanjutan. Jenis Tanaman Yang Ditanam Dengan Sistem Hidroponik Jenis tanaman yang sering ditanam dengan sistem hidroponik kebanyakan adalah hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Misalnya selada, cabai, kangkung, bayam, timun, strawbery, semangka, melon, anggur, tomat, paprika, dll. Cara Pembuatan Media Tanam Dan Bertanam Hidroponik Alat dan bahan : Botol plastik bekas air mineral; Kain bekas untuk sumbu (rekomendasi kain flanel); Gelas Plastik Bekas air mineral; Nutrisi hidroponik; Media tanam (rockwoll, atang sekam, cocopeat, batu bata, pasir malang, pilih yang paling mudah di temukan) Membuat Hidroponik sistem wick : Potong botol mineral menjadi dua bagian. Lubangi bagian atas leher di dua sisi, untuk memudahkan kita bisa menggunakan paku yang di panaskan atau menggunakan solder. Masukkan sumbu yang sudah di potong melalui kedua lubang yang telah dibuat tadi. Pasangkan bagian atas botol dan bawah secara terbalik. Media hidroponik sederhana kita sudah dapat digunakan. Cara penyemaian : Potong rockwool dengan ukuran 2.5×2.5 cm. Basahi rockwool, jangan terlalu basah. Semprotkan air ke permukaan rocwool. Buat lubang tanam di bagian tengah rockwool dengan tusuk lidi sedalam 2mm. Masukkan benih sayuran kedalam lubang tanam. Tutup dengan plastik hitam dan simpan di ruangan yang gelap. Setelah 1-2 hari benih akan mulai tumbuh. Jika sudah demikian, segera buka plastik penutup dan menjemurnya dibawah cahaya matahari langsung. Jemur setiap hari, namun setelah cuaca terik sebaiknya masukkan kembali bibit semai ke dalam ruangan yang teduh. Jika media rockwool sudah terlihat kering, semprotkan air ke media. Saat tanaman telah menghasilkan daun sejati, maka saat itu bibit telah siap dipindahkan media tanam hidroponik. Cara menanam : Siapkan media hidroponik, isikan larutan nutrisi kebagian bawah botol. Pindahkan rockwool yang berisi bibit tanaman ke bagian atas media yang sudah dipasangi sumbu kain flanel. Pasangkan bagian atas dan bagian bawah media hidroponik. Cara perawatan : Dalam budidaya hidroponik, kita tidak perlu melakukan pemupukan, penyiraman, penjarangan dan penyiangan. Kunci dari menanam hidroponik sederhana adalah larutan nutrisi. Jangan sampai larutan nutrisi sampai habis. Saat menganti larutan nutrisi kita bisa sekaligus membersihkan lumut yang menempel. Nutrisi bertanam hidroponik bisa menggunakan pupuk padat yang dicairkan atau bisa juga berupa nutrisi yang dalam bentuk bubuk atau pekat. Sehingga saat akan digunakan harus terlebih dahulu dicampur karena larutan ini merupakan larutan pekat. Campuran larutan dapat menggunakan air bersih. Larutkan larutan hingga campuran merata. Baru kemudian larutan nutrisi bisa digunakan. Cara panen : Secara umum kebanyakan tanaman sayuran berumur pendek dapat dipanen 30-45 hari setelah semai. Saat sayuran siap panen maka segera lakukan pemanenan dengan cara memotong atau mencabut tanaman dari media rockwool. Lakukan dengan hati hati agar tidak merusak sayuran. Setelah dipanen, simpan hasil panen di tempat yang teduh agar tetap segar. Penjualan : Sayur dan buah hidroponik dengan segala kelebihannya bisa dijual untuk kebutuhan rumah tangga, restoran, rumah makan,atau pasokan ke supermarket atau pasar. Penulis : Titik Ma’riffatun, SP Sumber : https://seruni.id>Ilmu Pengetahuan ; https://lahan.co.id>pengertian-hidroponik ; https://bibitbunga.com>kelebihan-kekurangan-serta-manfaat-hidroponik/