Bengkoang Sebagai Racun Penghambat Metabolisme Sel
Pengenalan Deskripsi Tanaman Bengkoang Bengkoang mempunyi bahasa ilmiah Pachyrryicus erosus Urban termasuk kedalam famili kacang-kacangan Leguminoseae. Tanaman ini sudah banyak dikenal dengan ubinya yang enak dimakan dalam bentuk ubi segar. Tanaman Bengkoang dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi sampai ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, Tanaman ini merupakan tanaman tanaman semusim yang berbentuk semak dan tumbuh merambat dan membelit. Batangnya berbentuk bulat serta berambut dengan warna batang hijau. Mempunyai daun yang tunggal dengan warna hijau. Bentuknya bulat dengan tepi yang rata, ujung yang runcing dan pangkal daun tumpul. Tulang daun menyerupai sirip dengan permukaan yang berbulu. Rata-rata panjang daun sekitar 7 - 10 cm, sedangkan lebar daun sekitar 5 - 9 cm. Tanaman Bengkoang ini mempunyai bunga majemuk yang berbentuk tandan dan keluar dari ketiak daun, tiap tangkai terdiri atas 2 - 4 kuntum berwarna ungu kebiruan. Berbuah polong, bentuknya pipih dan berwarna hijau. Bijinya keras berbentuk seperti ginjal dan berwarna purtih kotor. Tanaman mempunyai akar tunggang dan mempunyai ubi. Perbanyakan tanaman melalui biji. Bengkoang sebagai pestisida nabati yang diambil dari bagian tanaman yakni daun dan bijinya. Sasaran Pengendalian Hama Kandungan senyawa aktif dari biji Bengkoang adalah mengandung senyawa rotenone yang merupakan racun penghambat metabolisme sel. Beberapa jenis serangga hama yang dapat dikendalikan dengan Bengkoang yaitu ulat gantung Plutella xylostella, ulat krop Croccidolomia binotalis, Spodiptera litura, Bombyx mori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivastis, kutu Aphis fubae, dan Myzus persicae. Pembuatan Pestisida Nabati Bengkoang Bahan tanaman yang diambil adalah daun dan biji Bengkoang. Biji dan daun terlebih dulu dicuci, kemudian ditumbuk sampai halus.. Ekstrak dicampur dengan pelarut pengencer aquades. Siapkan alkohol dan petroleum sebagai pelarut. Aplikasi penghembusan atau penyemprotan bisa dilaksanakan, waktu penyemprotan sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari atau sore hari. (Penyusun oleh Ir Yayat Hidayat, MP. Sumber Pestisida Nabati dan Tanaman Obat-obatan)