Jeruk merupakan tanaman dengan masa produksi yang lama. Di Provinsi Lampung sendiri sudah banyak kita temui lahan yang ditanami jeruk. Lalu bagaimana cara mendapatkan benih jeruk yang berkualitas? Penyediaan benih jeruk yang bebas akan penyakit dapat diperoleh dengan cara okulasi. Apa saja tahapan okulasi? Penyiapan batang bawah, penyiapan mata tempel, pelaksanaan okulasi dan pemeliharaan benih sambungan. Bagaimana penyiapan tanaman batang bawah? Hal pertama yang harus disiapkan yaitu media tanam. Media tanam yang telah siap disterilisasi terlebih dahulu dengan perlakuan suhu panas atau pestisida. Pada media yang telah sterildibuat garitan dengan jarak antarbaris 1 cm jarak tanam, antar biji 0,5 cm dengan populasi 100-125 biji per polybag. Biji ditanam dengan posisi bagian runcing dibagian bawah. Setelah ditanam, biji ditutup dengan media tanam dengan ketebalan 1-2 cm. Kemudian semaian biji disiram dengan insektisida berbahan aktif profenofos untuk mengendalikan serangan hama seperti serangga. Setelah itu semaian biji ditutup dengan mulsa. Semaian batang bawah biasanya siap dipindahkan setelah berumur lebih kurang 2,5 sampai dengan 3 bulan. Lalu apa ciri-ciri batang semaian siap dipindahkan? Batang sudah keras, berwarna hijau, daun berjumlah minimal 4 sampai 6 helai dan berada dalam keadaan dorman tidak tumbuh tunas baru. Lalu pilihlah semaian yang tumbuhnya tidak menyimpang. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman dengan terlebih dahulu menyiapkan polybag yang berisi media tanam seperti tanah gunung, pasir halus, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2:1. Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Pada masa penanaman, juga dilakukan pemeliharaan seperti pemupukan, penyiangan, pemangkasan, penyiraman dan pewiwilan. Setelah pemeliharaan dilakukan dengan baik maka semaian batang bawah sudah mulai siap diokulasi pada umur 3 sampai 4 bulan setelah tanam. Lalu bagaimana cara mendapatkan batang atas untuk penyambungan. Batang atas diperoleh dari ujung-ujung ranting yang berasal dari pohon indukan berkualitas. Rantingnya harus memiliki daun yang tua, karena hal tersebut menandakan proses pertunasannya sudah berhenti. Semakin tua daun pada ranting yang anda pilih, maka semakin besar persentase keberhasilan okulasi anda. Selanjutnya, buang daun yang ada pada ranting dengan cara memotong tangkai daun dengan menyisakan 4-5 mm batang daun, supaya menghindarkan tunas pada ketiak daun ikut terpotong. Selanjutnya kita dapat melakukan okulasi yaitu proses penggabungan/pertautan antara mata tempel dengan batang bawah. Pertama kali yang kita lakukan yaitu, sayat melintang kulit batang bawah selebar kurang lebih 8 mm, kemudian kupas ke bawah dengan panjang 2 cm. potong kupasan kulit tersebut menggunakan pisau tajam. Ambil mata tunas pada entres (bagian atas) menggunakan pisau, sayat bersama kayunya sepanjang kurang lebih 2 cm. Berhati-hatilah saat hendak menyisipkan mata tunas ke sayatan batang bawah, karena apabila kambium pada mata tunas menempel di tangan kita atau di media lain, maka hal tersebut dapat menyebabkan gagalnya proses okulasi. Sisipkan mata tunas tersebut pada sayatan batang bagian bawah, lalu ikat menggunakan tali plastic yang bisa anda buat sendiri menggunakan plastik yang lentur tapi kuat, seperti plastic yang biasa digunakan untuk membuat es mambo. Ikatan harus rata, dari bawah ke atas. Hal ini bertujuan agar saat dilakukan penyiraman atau hujan turun air tidak masuk ke sisipan okulasi. Masukkan hasil okulasi tersebut ke tempat cerah namun terhindar dari sinar matahari langsung, supaya kelembabannya terjaga. Setelah okulasi selesai berikutnya dilakukan pemeliharaan sambungan, antara lain dengan melakukan penyiraman selama tiga kali dalam seminggu, akan tetapi disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Tali okulasi dapat dibuka pada umur 21 hari setelah okulasi. Lalu bidang batang bawah dipangkas 1-2 cm setelah okulasi dibuka. Dan dilakukan pemangkasan atau pewiwilan tunas-tunas liar yang tumbuh selain tunas okulasi. Pupuk yang digunakan yaitu NPK dan ZA. Pengendalian terhadap organisme pengganggu tanaman dilakukan setiap minggu dan disesuaikan dengan OPT yang menyerang tanaman. Setelah umur okulasi mencapai 5 sampai 6 bulan, maka benih siap disalurkan ke pengguna. Pada umur tersebut, benih sudah memiliki ketinggian minimal 50 cm. Akan tetapi, benih yang akan disalurkan harus terlebih dahulu mendapatkan label dari BPSB setempat. Penulis : Nety Sumber : Berbagai sumber