Loading...

BENIH PADI LOKAL MENDUKUNG PROGRAM NASIONAL

BENIH PADI LOKAL MENDUKUNG PROGRAM NASIONAL
PENDAHULUAN Benih unggul dan bermutu merupakan salah satu komponen utama yang harus dipenuhi untuk memulai aktivitas usahatani tanaman padi. Permasalahan benih tanaman pangan, terutama padi adalah terkait dengan penyediaan yang belum memenuhi persyaratan enam tepat, diantaranya datang tidak tepat waktu, jumlahnya tidak sesuai kebutuhan, kualitas benih kurang baik, dan varietas yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan petani (Pasandaran et al. , 2017). Permasalahan-permasalahan tersebut bersifat nasional yang harus dicarikan solusinya dan paling memungkinkan untuk dilaksanakan di masing-masing wilayah. Di era 4.0 terjadi peralihan (shifting) secara revolusioner di berbagai lembaga public dan organisasi bisnis untuk bertahan dana tau berbuat lebih baik. Falsafah system pada proses berpikir di era 4.0 mempunyai tiga ciri, yaitu sibernetik, holistic dan efektif. Holisitik berarti cara pandang yang utuh dan tidak mereduksi persoalan yang dihadapi. (Eriyanto, et al., 2019). Falsafah holistic ini dapat diterapkan untuk menghadapi permasalahan penyediaan benih padi yang saat ini masih menjadi permasalahan utama yang selalu muncul saat musim tanam padi tiba. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi dengan dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan dengan undang-undang Nomor 27 tahun 2000. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 februari 2001 ( Pamungkas. N, et al., 2018). Sebagai provinsi yang masuk dalam 5 (lima) provinsi termuda di Indonesia populasi penduduk di Babel cukup padat. Menurut data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2018 adalah 1.459.873 jiwa (BPS Kep. Bangka Belitung, 2019). Makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakatnya adalah beras. Tahun 2019 merupakan tahun ke-5 perjalanan Program UPSUS Peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Indonesia. Mau tidak mau komoditas padi menjadi perhatian utama yang bisa diharapkan mengatasi masalah pangan dengan peningkatan produksinya, sehingga negara Indonesia mendapat predikat Negara Daulat Pangan. Kesukaan masyarakat petani di Indonesia terhadap varietas padi cenderung berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya. Dari rasa nasi yang dihasilkan, di daerah jawa cenderung menyukai nasi yang bertekstur pulen sedangkan daerah lain menyukai tekstur nasi yang bertekstur pera, misalnya di Provinsi Sumatera Barat. Tidak hanya dari segi rasa nasi, dari sisi warna beras yang dihasilkanpun masyarakat memiliki perbedaan. Disuatu daerah ada masyarakat yang menyukai beras berwarna putih (beras biasa), di daerah yang lainnya menyukai beras berwarna merah (beras merah). Kebiasaan dan budaya menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan padi beras merah ini dibeberapa daerah cenderung memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung misalnya, beras biasa (putih) ditingkat pedagang rata-rata Rp. 10.000,-/kg sedangkan beras merah bisa mencapai 15.000,-/kg. POTENSI SUMBERDAYA GENETIK BABEL Berdasarkan hasil eksplorasi di lapangan diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kaya akan potensi sumberdaya alam khususnya tanaman padi. Ada puluhan varietas lokal padi yang perlu mendapat penanganan serius agar potensi padi varietas lokal tersebut dapat dioptimalkan salah satunya adalah varietas lokal padi beras merah. Beras merah dikenal karena memiliki pigmen merah yang mengandung senyawa antioksidan yang dipercaya baik bagi kesehatan tubuh. Antioksidan adalah molekul yang menghambat oksidasi molekul lain. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas berantai yang dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel. Antioksidan menghentikan reaksi berantai ini dengan menghapus intermediet radikal bebas, dan menghambat reaksi oksidasi lainnya. Berbeda dengan beras putih, beras merah biasanya dipasarkan dalam bentuk beras pecah kulit atau beras sosoh sebagian untuk mempertahankan pigmen merahnya yang berada dalam lapisan kulit (bekatul). Beras merah biasanya diolah menjadi bubur beras merah untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Selain itu, beras merah juga dapat ditepungkan menjadi tepung beras merah sebagai bahan baku untuk membuat kue-kue basah atau kering sebagaimana layaknya tepung beras putih. PADI VARIETAS LOKAL Balok Menurut penelusuran sejarah yang dilakukan dilapangan, diperoleh informasi bahwa Padi Balok sudah dikenal secara turun temurun. Padi ini mulai dikenal dengan sebutan “Padi Balok” pada tahun 1960-an. Berikut disajikan deskripsi Padi Balok. Disentra penanaman Padi Balok yaitu Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka penanaman masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu di tugal. Bagi sebagian masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanam Padi Balok merupakan warisan leluhur yang hingga saat ini masih terus dilakukan. Keunggulan Padi Balok berdasarkan hasil eksplorasi adalah sebagai berikut : Berumur Genjah Berdasarkan hasil karakterisasi dan hasil demo plot yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa Padi Balok berumur genjah yaitu 110 HST. Beras berwarna merah Warna beras yang eksotis yakni berwarna merah, menjadi ciri khas tersendiri sehingga Padi Balok disukai oleh petani. Adaftif Padi Balok yang merupakan varietas lokal terbukti bagi petani sangat cocok di budidayakan karena sesuai dengan agroekosistem spesifik lokasi. Harga jual Harga jual beras merah cenderung lebih tinggi bila dibandingkan beras putih pada umumnya. Mayang Pandan “Padi Mayang Pandan” asal Kabupaten Bangka: Tanaman : Tinggi tanaman : 119,73 cm, Tipe tumbuh : Sedang, Umur berbunga : 97 hari, Jumlah anakan produktif : 11, Umur panen : 120 hari. Batang : Panjang batang : 41,97 cm, Warna antosianin buku : Tidak ada, Warna antosianin ruas : Tidak ada. Daun : Panjang daun : 66,25 cm, Lebar daun : 1,59 cm, Intensitas warna hijau : 143 a, Bentuk lidah daun : Berlekuk, Warna lidah daun : Tidak ada, Warna antosianin telinga daun : Tidak ada, Perilaku helai daun bendera : Agak tegak. Malai : Panjang malai : 19,78 cm, Jumlah malai : 11, Bulu ujung gabah : Tidak ada, Warna bulu ujung gabah : Tidak ada, Posisi malai terhadap gabah : Agak tegak. Gabah : Bobot 1000 butir : 25,68 gram, Jumlah gabah per malai : 142, Bobot gabah per malai : 2,99 gram, Bobot gabah per rumpun : 36,37 gram, Produktivitas : 3,8 ton/ha. Puteh “Padi Puteh” asal Kabupaten Bangka : Tanaman : Tinggi tanaman : 127 cm, Tipe tumbuh : Sedang, Umur berbunga : 87 hari, Jumlah anakan produktif : 14, Umur panen : 110 hari. Batang : Panjang batang: 52 cm, Warna antosianin buku : Tidak ada, Warna antosianin ruas: Tidak ada. Daun : Panjang daun: 77 cm, Lebar daun : 1.67 cm, Intensitas warna hijau: 144 a, Bentuk lidah daun : Berlekuk, Warna lidah daun: Tidak ada, Warna antosianin telinga daun: Tidak ada, Perilaku helai daun bendera: Agak tegak. Malai : Panjang malai : 22,5 cm, Jumlah malai/rumpun : 14, Bulu ujung gabah : Tidak ada, Warna bulu ujung gabah : Tidak ada, Posisi malai terhadap gabah : Agak tegak. Gabah : Bobot 1000 butir : 24,63 gram, Jumlah gabah per malai : 154, Bobot gabah per malai : 2,36 gram, Bobot gabah per rumpun : 14,69 gram, Produktivitas : 3,13 ton/ha. Runteh “Padi Runteh” asal Kabupaten Bangka. Tanaman : Tinggi tanaman : 135 cm, Tipe tumbuh : Sedang, Umur berbunga : 87 hari, Jumlah anakan produktif : 11, Umur panen: 110 hari, Batang : Panjang batang : 52 cm, Warna antosianin buku : Tidak ada, Warna antosianin ruas : Tidak ada. Daun : Panjang daun : 74 cm, Lebar daun : 1,95 cm, Intensitas warna hijau : 143 a, Bentuk lidah daun : Berlekuk, Warna lidah daun : Tidak ada, Warna antosianin telinga daun : Tidak ada, Perilaku helai daun bendera : Agak tegak. Malai : Panjang malai : 24,4 cm, Jumlah malai/rumpun : 11, Bulu ujung gabah : Tidak ada. Warna bulu ujung gabah : Tidak ada, Posisi malai terhadap gabah : Agak tegak. Gabah : Bobot 1000 butir : 23,42 gram, Jumlah gabah per malai : 168, Bobot gabah per malai : 2,80 gram, Bobot gabah per rumpun : 19,33 gram, Produktivitas : 3,07 ton/ha. Penyebaran padi runteh adalah di Kecamatan Mendo Barat, Kecamatan Merawang, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. Setiap tahun banyak petani di Kabupaten Bangka yang menanam padi runteh. Status dari padi runteh varietas lokal yang sudah terdaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Babel) Sumber Bacaan : - Peraturan Menteri Pertanian No. 37 Tahun 2011 2012. Petunjuk Teknis PTT Padi Sawah Irigasi. BPTP Kalimantan Tengah.. - Anonim. 2019. Provinsi Kep. Babel Dalam Angka Tahun 2019. Badan Pusat Statistik (BPS). Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. - Anonim. 2019. Pedoman Pelaksanaan Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal Melalui Kerjasama Tahun 2019. Kantor Pusat PVTPP. Jakarta. Sumber Gambar : Dokumentasi Feriadi