Penggunaan benih bersertifikat dan benih dengan vigor tinggi disarankan, karena : benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar banyak, benih baik menghasilkan perkecamba han dan pertumbuhan yang seragam, ketika ditanam pindah, bibit dari benih baik dapat tumbuh cepat dan tegar, benih yang baik akan memperoleh hasil yang tinggi. Gabah padi dapat dikelompokkan dalam dua grup, yaitu : Gabah yang memiliki densitas tinggi (DT) Gabah dengan DT memiliki spesifik gravitasi sekurang-kurangnya 1,20. Gabah dengan densitas rendah (DR). spesifik gravitasi gabah sebesar 1,05 atau kurang. Gabah dengan DR tinggi memiliki tingkat abnormalitas bibit rendah. Pada benih dengan gabah densitas tinggi, lebar dan berat daun serta jumlah penggunaan karbohidrat oleh bibit lebih tinggi dibandingkan dengan gabah yang densitasnya rendah. Di lapangan, bibit yang berasal dari gabah dengan densitas tinggi akan lebih baik dari bibit yang berasal dari gabah densitas rendah. Benih kualitas baik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil. Cara memilih benih yang baik Untuk memilih benih yang baik, benih direndam dalam larutan 20 g ZA/liter air atau larutan 20 g garam/ liter air. Dapat juga digunakan abu dengan menggunakan indikator telur, yang semula berada dalam dasar air setelah diberi abu telur mulai terangkat kepermukaan. Kemudian benih yang mengambang / mengapung dibuang. Untuk daerah yang sering terserang hama penggerek batang, disarankan benih perlakukan dengan pestisida berbahan aktif fipronil. Perlakuan pestisida ini juga membantu mengendalikan keong mas. Sumber : https://subkhiseleksi benih. blogspot.com Penulis: Agustina, SP (PPL Desa Bangun Jaya Kec. Kaliorang) Editor : Nor Azizah, S.Pi, MP UPT. PPPP Kec. Kaliorang Kabupaten Kutai Timur