Hidroponik , Hidroponik berasal dari bahasa Yunani hydro artinya air dan ponos artinya mengerjakan. Hidroponik dapat dikatakan bahwa suatu cara budidaya tanaman dengan menggunakan medium air atau tidak menggunakan tanah sebagai media tanaman. Kenapa Hidroponik :Karena hasil dan kualitas tanaman lebih baik selain itu lebih terbebas dari hama dan penyakit sedangkan penggunaan air dan pupuk akan lebih hemat. Dapat mengatasi permasalahan tanah misalnya kurang subur,mudah terkena penyakit, selain itu dapat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan yang tersedia. Prospek Hidroponik ,Dimasa mendatang Lahan pertanian semakin sempit sedangkan kebutuhan hasil pertanian semakin meningkat tentunya di perlukannya peningkatan produktivitas tanaman agar hasil dapat meningkat. Untuk itu hidroponik sangat diperlukan sekarang dan masa mendatang. Nutrisi untuk Hidroponik : Nutrisi esensial : mutlak diperlukan tanaman ,Pembagian berdasarkan kebutuhan : (1). Makro : kandungan besar (%) diperlukan dalam jumlah banyak (kg/ha) bagi tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, S. (2). Mikro : kandungan kecil (ppm) diperlukan sedikit (g/ha)bagi tanaman seperti Fe, Mn, Zn, Cu, Co, B, Mo, Cl Sumber Nutrisi : Pupuk hidroponik (AB Mix) Bahan kimia murni (pa), atau teknis Pupuk Pupuk daun Akuaponik : Akuaponik atau aquaponics adalah sistem produksi sayuran yang diintegrasikan dengan budidaya hewan air (ikan, udang atau siput) di dalam suatu lingkungan simbiosis dimana adanya Variabel Keseimbangan Ikan, Tanaman, dan unsur bakterial Model akuaponik, untuk menentukan model perlu diperhatikan Jenis ikan (carnivora/omnivora, aktifitas ikan) yang akan dipelihara, kemudian Jenis makanan ikan (kandungan protein) yang diberikan untuk ikan,Jenis tanaman (sayuran daun, sayuran buah, umbi)yang akan dipelihara dan sistim pertanaman dapat berupa (monokultur atau polycultur)dan harus menjaga lingkungan dan kualitas air serta tersedia Metode filtrasi Rekomendasi :Apabila di usahakan Sayuran daun : di anjurkan sejumlah 40-50 gram makanan ikan per meter persegi yang diberikan. Dan apabila diusahakanSayuran buah : maka dianjurkan sejumlah 50-80 gram makanan ikan per meter persegi yang diberikan. Vertiminaponik : Vertiminaponik adalah model aquaponik mini kombinasi antara sistem vertikultur dengan sistem aquaponik yang merupakanPerkawinan NFT X Media Bed. Bila dari unsur singkatan Vertiminaponi yaitu Verti = vertikultur, Mina = ikan, dan Ponic berasal dari kata hydroponic. Rekomendasi : untuk kapasitas ikan Per 4 m3 air bagi ikan Lele adalah 200-300 sedangkan untuk ikan Nila/Bawal adalah 10-150 ekor dan untuk ikan Patin :adalah 50-100 ekor Permasalahan dan solusi: Ada beberapa permasalah yang muncul dalam mengusahakan tanaman sayuran dan bagaimana cara mengatasinya , apabila : Pertumbuhan awal baik kemudian lama kelamaan akan menurun kualitasnya atau Jelek maka perlu dilakukan pembongkaran media pada setiapsetelah panen seperti untuk selada, sawi, kailan, bayam, sedangkan untuk kangkung pembongkaran media setelah panen ke 5. Tanaman kurus, kuning, keras ada beberapa hal penyebabnya seperti suplai hara dari sub sistem pemeliharaan ikan tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman (Penyebab : jumlah ikan terlalu sedikit, ukuran ikan masih sangat kecil, sistem pompa tidak berjalan sebagaimana mestinya, media terlalu basah akibat penyumbatan pada media, media tidak dibongkar dan dibersihkan).Untuk itu perlu diatasi penyebabnya. Ada jentik nyamuk karena : (1) sistem pompa tidak berjalan dengan benar diakibatkan karena : (a) pompa tersumbat/pipa dipenuhi masa kotoran ikan untuk itu perlu di bersihkan pompa secara berkala; (b) pipa kontrol ataupun pipa drain pada aquaponik tersumbat oleh biomassa kotoran ikan untuk itui juga di bersihkan secara berkala Ikan mengalami kematian di karenakan (1) keracunan amonia di akibatkan karena (a) pompa tidak berjalan dengan baik, (b) populasi ikan terlalu banyak dibandingkan tanaman yang akan di panen, (c) proses nitrifikasi tidak berjalan dengan baik karena perubahan pH dan suhu air akibat suplai dari hujan yang sangat besar ,dapat di atasi dengan menutup kolam, pemberian kapur, dll Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Sumber : Balitbangtan