BERCOCOK TANAM SAWI OLEH : WARSITO 1. Pengolahan Lahan:A. Pembukaan LahanPembukaan Lahan untuk areal tanam tanaman sawi meliputi dua cara,yaitu :a. PembabatanHal ini dilakukan dengan cara membabat gulma atau tanaman pengganggu lainya sampai lahan bersih ,lalu mengumpulkanya dan membakarnya atau mengumpulkan dan membuang ketempat pembuangan sampah.b. Penggunaan Herbisida.Untuk pembukaan lahan dengan menggunakan Herbisida ini biasanya para petani menggunakan herbisida Kontak (Racun Bakar) dan hal ini dilakukan jika lahan yang digunakan untuk menanam sawi adalah lahan yang berulang ulang digunakan untuk pertanaman sawi.B. Pembuatan Tempat PersemaianTanaman sawi adalah jenis tanaman yang ditanam secara pindah tanam.Jadi tanaman sawi tidak langsung ditanam diareal tanamyang tersedia. Tempat persemaian ini dibuat seluas 10% dari luas areal tanam.Bedengan untuk persemaian dibuat lebih kurang tingginya 10 cm dan lebar lebih kurang 1 meter dengan panjang 10 meter. Bedengan ini dibuat dekat sumber air agar memepermudah penyiraman. Bedenngan persemaian dibuat sehalus dan segembur mungkin agar mempermudah dalam pencabutan bibit nantinya.C. Pembuatan Bedengan TanamBedengan tanam dibuat dengan cara mencangkul areal dibuat setinggi 10 cm,lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan panjang areal,biasanya 20 meter Bedengan dibuat denga araah Utara – Selatan agar penyinaran matahari yang ditrima tanaman sawi optimal.Bedengan tanam ini dibuat dengan jarak 30 cm dengan bedengan lainya.Bedengan tanam dibuat berjumlah 13 bedeng untuk seluas 400 m2. 2. Persemaian. Setelah tempat persemaian dibuat sebaik mungkin benih ditabur secara merata diatasnya.lalu bibit yang ditabur tadi ditutup dengan penutup dan biasanya digunakan rumput ilalang yang sudah kering. Hal ini dilakukan untuk menghindari panas terik matahari dan juga menghindari terpaan air hujan jika turun yang bisa mengakibatkan benih sawi hanyut terbawa air hujan. Penyiraman secara teratur dan juga pemberantasan Hama dan Penyakit perlu dilakuka di masa persemaian ini atau menurut keadaan dilapangan. Setelah persemaian berumur sekitar 17 hari bibit sudah bisa dipindah keareal tanam dengan cara mencabut bibit satu-persatu. 3. PenanamanSetelah bedengan tanam dibuat dengan baik,maka pertanaman tanaman sawi segera dapat dilaksanakan dengan memberikan pupuk dasar terlebih dahulu tentunya. Biasanya pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organic yang berasal dari kotoran ayam atau itik.Pupuk dasar ini diberikan 1 minggu sebelum tanam dengan dosis 15 kg untuk setiap bedengnya. Dan ditabur secara merata pada bedengan tanam. 4. Pemeliharaan : A. PenyiramanSetelah tanam sawi dilaksanakan maka setelah itu dilakukan penyiraman secara merata diatas bedengan tanam, penyiraman pada awal tanam biasanya dilakukan sebanyak 2 – 3 kali sehari atau menurut kebutuhan tanaman.B. PemupukanPemupukan tanaman sawi biasanya hanya menggunakan pupuk jenis NPK Phonska dengan dosis 100 Kg untuk tanaman seluas 2000 m2. (50 gram/m2) diberikan 1x pada umur 1 minggu setelah tanam.Pemupukan susulan diberikan bila diperlukan pada tanaman sawi yang kekurangan unsure Nitrogen biasanya pada tanaman dipiggir bedengan. Pupuk susulan diberikan pupuk Urea sebanyak 50 Kg/2000 m2 (25 gram/m2) dibrikan pada umur 15 HST,C. PenyianganPenyiangan pada tanaman sawi dilakukan mulai tanaman berumur 7 HST dan diteruskan menurut keadaan lapangan.D. Pemeliharaan Hama dan Penyakit.Hama utama pada tanaman sawi adalah :Kutu Loncat dan Ulat gantung.Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan pestisida jenis Kontak dan dilakukan pada sore hari untuk menghindari rusaknya tanaman.Penyakit yang sering menyerang tanaman sawi adalah dari jenis Fungi yang biasnya menyerang daun tanaman sehingga daun mongering dan bercak-bercak. Petani biasanya mengatasi dengan pemberian fungisida jenis kontak .Hal ini dilakukan pada keadaan tertentu. 5. Panen dan Pasca Panen.Dengan perawatan yang optmal panen sawi dapat dilaksanakan pada umur 20-25 HST. Kriteria umum usia panen diantaranya : Tinggi tanaman lebih kurang 30 cm,jumlah daun 9 – 10 helai berwarna hijau dan bentuk oval. Panen sawi dilakukan dengan cara memotong batang tanaman pada bahagian bawah. 6. Analisa usah tani tanaman sawi pada luasan 2000 m2.1. Benih 100 gram Rp. 30.000,-2. Pupuk Phonska 100 Kg Rp. 270.000,-Pupuk Urea 50 Kg Rp 105.000,-3. Pestisida Regent Rp. 56.000,-Pestisida Sangibird Rp. 86.000,-Fungisida Antracol Rp. 50.000,-4. Mencangkul 5 x 150.000 Rp. 750.000,-5. Upah tanam 5 x 80.000 Rp. 400.000,-6. Siram 18 x 75.000 Rp. 1.350.000,-7. Upah potong 71 HOK x 30.000 Rp. 2.130.000,-8. Sewa Lahan 5 x 500.000 Rp. 2.500.000,- JUMLAH Rp.7.727.000,- Produksi 500 bal x 30.000,- = Rp.15.000.000.-Keuntungan = Rp.15.000.000. – Rp.7.727.000. = Rp. 7.273.000,-