Loading...

BERCOCOK TANAM VANILI

BERCOCOK TANAM VANILI
Vanili merupakan salah satu hasil produksi dari pertanian yang bernilai tinggi. Sehingga tak heran jika tanaman vanili mendapat sebutan sebagai ‘Emas Hijau”. Namun perlu diketahui juga tidak semua tanaman Vanili memiliki kualitas yang baik. Hanya tanaman vanili yang berkualitas baik yang memiliki harga istimewa. Tanaman vanili membutuhkan tegakan sebagai tempat menjalar. Tegakan dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman vanili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya Kandungan gizi pada vanili tergolong tinggi, diantaranya adalah serat, mineral, vitamin A, B, E. Selain itu, perlu diketahui terdapat fakta dari beberapa penelitian yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi vanili secara rutin, maka anda dapat mengatasi dan menghindari depresi berat. Dan karena Vanili memiliki antioksidan tinggi, dengan mengkonsumsi vanili, anda dapat menghindari penyakit kanker, manfaat lainnya yaitu kandungan Vitamin E yang tinggi dapat membuat kulit anda menjadi lebih kencang dan awet muda. Banyak sekali manfaat dari tanaman vanili tentunya membuat banyak orang ingin membudidayakannya, bukan hanya sebagai tanaman konsumsi sendiri tapi bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan. Tanah dan Lokasi Pemilihan tanah untuk usaha budidaya tanaman vanili haruslah tanah yang banyak mengandung humus (mulch). Hal ini disebabkan karena akar-akar tanaman vanili tumbuh relatif dangkal, sehingga sangat peka terhadap keadaan lapisan-lapisan tanah paling atas. Oleh karena itu hendaknya diusahakan agar kadar humus tetap diperhatikan. Tanaman vanili menghendaki struktur tanah yang baik. Tanah harus bersifat porous (mudah menyerap air) dan gembur sehingga mudah ditembus akar-akar tanaman. Tanaman vanili memerlukan unsur Ca (Calcium) yang jumlahnya relatif banyak, sehingga dalam usaha mencari tanah untuk penanaman vanili, keadaan unsur Ca perlu dipertimbangkan. Keadaan pH tanah yang dikehendaki tanaman vanili adalah antara 6-7. Tanah-tanah yang terbaik untuk tanaman vanili adalah tanah yang berasal dari bahan batu kapur dengan pH 6-7. Kondisi pH tanah antara 6-7 akan menyebabkan tanaman vanili bebas dari masalah penyakit busuk batang, jika dibandingkan dengan tanah yang mempunyai pH 5,0-5,5. PROSES PENANAMAN Penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan Penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan sebaiknya sudah dilaksanakan satu tahun sebelum dilaskanakan penanaman tanaman vanili. Jenis tanaman yang baik dipakai sebagai pohon pelindung dan sekaligus sebagai pohon panjatan/penunjang adalah tanaman seperti : Lamtoro (Leucaena glauca) Dadap (Erythrina variegata) Jarak pagar (Jathropa curcas) Kolena/pohon gamal (Glericidia) Sengon (Albizia spei). Pengolahan tanah Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu tanah harus diolah dengan sebaik-baiknya dengan cara : Terlebih dahulu tanah dibersihkan dari tonggak-tonggak pohon kayu yang ditebang dan kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya tanah dicangkul atau dibajak sampai gembur dan rumput yang ada dibersihkan. Pohon pelindung/penunjang ditanam pada permulaan musim penghujan dengan jarak tanam 1X2 m, 1X1,5 m atau 1X1,75 m, tergantung pada kesuburan tanah dan tinggi tempat dari permukaan laut. Barisan penanaman sebaiknya membujur ke timur, dengan tujuan supaya sinar matahari pagi dapat masuk dengan leluasa sehingga seluruh tanaman mendapat sinar matahari pagi dengan merata Waktu tanam vanili dilakukan bersama-sama dengan penanaman pohon pelindung atau pohon panjatan. Persiapan bibit Pembiakan tanaman vanili dapat dilakukan secara generatif dan dapat pula dengan cara vegetatif, namun yang sering dipakai adalah pembiakan dengan cara vegetatif (dengan stek). Sedangkan pembiakan secara generatif (dengan biji), dilakukan bila untuk keperluan penelitian (pemuliaan tanaman) untuk mendapatkan jenis-jenis baru yang lebih baik atau untuk tujuan-tujuan lainnya. Penanaman vanili dengan stek dilakukan pada musim penghujan yaitu sebelum hujan turun dengan lebat, karena bila dilakukan penanaman stek setelah hujan turun dengan lebatnya, maka sering kali bibit stek akan mati karena mengalami kebusukan, dengan demikian sebelumnya harus sudah tersedia tanaman vanili yang cukup mengeluarkan sulur-sulur dahan yang sehat dan kuat. Tanaman vanili yang sudah pernah berbuah tidak baik dipakai untuk bibit karena daya tumbuhnya kurang. Sulur yang baik dipilih untuk stek bibit adalah batang/sulur yang agak gemuk/subur. Sulur/batang yang telah dipilih dan telah dipotong dan pohon induknya untuk stek bibit, pucuknya dipotong untuk menghindari pembusukan pucuk. Penanaman Jarak tanam adalah 1,50X1,50 m, sesuai dengan jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan. Jarak tanam pohon pelindung atau pohon panjatan 1,5 m X 1,0 m yaitu jarak antara larikan 1 m. Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dibuat lubang-lubang penanaman dekat dengan pohon penunjang sedalam 10 cm. Cara menanam stek ada 2 cara yaitu dengan cara lengkung dan lurus. Bibit yang pangkalnya lurus sebaiknya ditanam dengan cara lurus dan bibit yang pangkalnya melengkung sebaiknya ditanam dengan cara melengkung. Hal tersebut berguna untuk menghindari luka, yang mengakibatkan terjadinya pembusukan. Hal yang perlu diperhatikan pada waktu penanaman adalah akar lekat dan tiap-tiap buku pada stek jangan sampai terbalik, dan harus menghadap pohon penunjang atau pohon panjatan. Apabila terbalik, maka setelah stek tumbuh tidak akan mau melekat pada pohon penunjang, karena akar pelekatnya berada di luar sehingga akan selalu melengkung keluar menjauhi pohon penunjang. Setelah melakukan penanaman, tanah di sekitar stek tidak boleh menjadi kering, karenanya perlu ditutup dengan daun daun atau jerami dan jika perlu disiram setiap pagi dan sore hari. Bagian yang ditanam ke dalam tanah sepanjang tiga ruas/buku. Ada 2 (dua) cara penanaman : Penanaman dengan memakai pohon penunjang. Penanaman dengan memakai pagar rambatan. PEMELIHARAAN TANAMAN Perambatan Tanaman Panili Dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah tanam, stek-stek sudah mulai berakar dan tunas-tunas muda mulai keluar. Bila dalam jangka waktu tersebut stek belum juga tumbuh, sebaiknya diganti saja dengan stek yang baru (disulam) agar diperoleh tanaman yang seragam. Pengaturan Pohon Pelindung Tindakan pengaturan pohon pelindung yang terutama ditujukan untuk memberikan tingkat penyinaran (cahaya matahari) yang cukup untuk semua tanaman. Mempermudah/memperlancar sirkulasi peredaran udara dan pemeliharaan dalam pertanaman. Mengatur kelembaban udara di sekitar tanaman panili terutama pada waktu musim penghujan. Mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering/kemarau Pemangkasan Tanaman Vanili Perlakuan pemangkasan tanaman vanili bertujuan untuk mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif. Atau dengan perkataan lain untuk mengatur tanaman vanili agar tidak hanya menghasilkan cabang yang banyak, tetapi juga menghasilkan buah yang banyak. Cara pemangkasan untuk tanaman vanili ada 3 (tiga) cara, yang masing-masing mempunyai tujuan dan cara pemangkasan yang berbeda-beda, yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan rejuvenasi (pemangkasan peremajaan). Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang. Pemangkasan produksi bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk, guna mendorong pertumbuhan generatif. Pemangkasan rejuvenasi bertujuan untuk mempermudah/meremajakan cabang/batang-batang yang telah tua. Pemupukan Tanaman Vanili Tanaman vanili sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memberikan pupuk kandang sapi atau kambing sebanyak 5-10 kg/pohon pada awal dan akhir musim penghujan. Apabila tidak dibudidayakan secara organik, pemupukan dapat ditambah dengan pupuk an oragnik berupa pupuk daun maupun pupuk yang diberikan melalui tanah. Pupuk daun diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Selama musim penghujan pupuk diberikan pada pagi hari dan sore hari pada saat udara cerah. Dosis pupuk daun yang diberikan 8-10 g/liter air tergantung kondisi tanaman. Pemupukan melalui tanah diberikan pada awal dan akhir musim penghujan. Pemberian pupuk dilakukan dengan disebar secara merata di daerah perakaran vanili kemudian ditutup dengan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman berumur kurang dari dua tahun adalah 20-40 g urea, 35-70 g TSP dan 40-80 g KCl per tahun. Untuk tanaman berumur lebih dari dua tahun adalah 40-80 g urea, 70-140 g TSP, dan 80-160 g KCl per tahun. Panen Vanili Anda dapat memanen vanili setelah tanaman berumur kurang lebih 2 hingga 3 tahun setelah masa tanam dan setelah itu, panen dapat dilakukan selama setahun sekali dengan waktu panen 2 hingga 3 bulan penuh. Buah vanili yang siap panen memiliki buah berwarna hijau dengan pucuk yang berwarna kuning. Penulis : Rahminawaty, SP Penyuluh Pertanian Muda WIBI : Desa Lalang Bata Kec. Buki