BERHARAP TANAMAN PADI SEHATDENGAN PERLAKUAN Paenibacillus polymixa PRA SEMAI
Salah satu cara menyeleksi benih padi agar tidak tercampur dengan benih padi berpenyakit adalah melakukan seleksi dengan larutan air garam. Cara ini merupakan salah satu langkah yang sudah sangat umum dilakukan oleh para petani. Dosis air garam ini dapat diperiksa dengan menggunakan telur bebek sebagai indikatornya. Masukkan telur bebek yang masih mentah dan segar ke air garam tersebut. Bila telur bebek sedikit terangkat dosis yang digunakan sudah cukup. Jika telur bebek masih tenggelam sepenuhnya,lakukan penambahan garam hingga telursedikit terangkat dari dasar air. Masukkan benih yang akan diuji ke larutan air garam. Bila ada benih yang terapung, sebaiknya segera dibuang. Langkah berikutnya, buang air garam tersebut, Bilas benih padi dengan air mengalir hingga air garam tidak tersisa pada benih tersebut. Benih padi ini kemudian diperam hingga berkecambah selama kurang lebih 1-2 hari. Jika sudah, prendaman kembali dilakukan dengan larutan paenibacillus polyxima. Gunakan dosis secukupnya yakni hanya 5 mililiter per liter. Perendaman ini dilakukan cukup dalam waktu yang sangat singkat, yakni 15 menit sebelum benih ditebar. Larutan paenibacillus polyximaini dapat menghambat pertumbuhan penyakit yang biasa menyerang padi. Tanpa penggunaan paenibacillus polyxima, masih ditemukan penyakit bercak sempit dan busuk pelepah dengan intensitas yang cukup tinggi. Sementara itu, penggunaan rendaman dengan paenibacillus polyxima akan tampak tanaman yang tumbuh lebih tinggi, bulir yang lebih besar dan tampak sehat, serta intensitas penyakit dominan di temukan lebih sedikit. Selain itu pertumbuhan tanaman padi pun akan meningkat hingga perkecambahan total 82,7 persen. Perbedaan ini cukup signifikan karna perkecambahan tanpa pemberian paenibacillus polyxima hanya menghasilkan perkecambahan sebanyak 56 prsen.