Loading...

BERKEBUN BELIMBING MANIS

BERKEBUN BELIMBING MANIS
Siapa pun orangnya tentu telah mengenal belimbing manis. Tidak cuma mengenal, bahkan sudah pernah menikmatinya. Soalnya, belimbing manis yang nama latinnya Averrhoa carambola mudah ditemukan di pasar buah, bahkan di pasar swalayan, buah yang kaya vitamin dan mineral ini sering nampak dijual dengan harga yang relatif murah. Lagi pula, tanaman ini mudah tumbuh dan menghasilkan buah meskipun kurang mendapat perawatan yang memadai. Di Indonesia, belimbing manis banyak ditemukan di pekarangan, baik di lahan pekarangan sempit di perkotaan atau pun lahan pekarangan yang cukup luas di pedesaan. Tanaman ini sering nampak pula ditanam di halaman rumah atau di pemukiman perumahan sederhana di pinggiran kota. Varietas yang ditanam itu bermacam-macam, ada yang merupakan varietas lokal, misalnya varietas Karangsari, Dewi, Dewa dan varietas Demak maupun varietas produksi luar negeri seperti varietas Paris dan varietas madu asal Malaysia. Tanaman ini belum banyak yang mengusahakannya dengan skala perkebunan. Meski banyak ditanam di lahan pekarangan/halaman rumah, prospek berkebun belimbing manis sebenarnya cukup menjanjikan. Hal ini karena kesukaan masyarakat terhadap belimbing manis semakin meningkat. Permintaannya pun setiap tahun terus bertambah sejalan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan makin tingginya masyarakat akan pentingnya nilai gizi dari buah-buahan. Lagi pula, dengan meningkatnya industri pengolahan buah-buahan akan mendorong pula bertambahnya permintaan bahan baku buah-buahan di pasaran, termasuk buah belimbing manis. Untuk berkebun belimbing manis sebenarnya cukup mudah karena tanaman ini mampu tumbuh hampir pada semua jenis tanah dan cocok untuk iklim di tanah air kita. Supaya tumbuh subur dengan hasil buah yang memadai, tentunya tanaman yang konon asalnya dari India ditanam pada lokasi yang sesuai dengan persyaratan hidupnya, baik keadaan iklim maupun keadaan tanahnya. Lokasi Penanaman 1.Keadaan Iklim Keadaan iklim yang cocok untuk berkebun belimbing manis apabila lokasi penanamannya mempunyai suhu udara sekitar 23 - 27 0 C dan mempunyai kelembaban udara 60-70%. Pada kondisi suhu dan kelembaban seperti ini maka kualitas buah yang dihasilkan sangat bagus, yaitu ukurannya besar, tekstur buah keset dan rasanya manis menyegarkan. Selain itu, penampilan pertumbuhan tanaman lebih baik dengan tajuk yang kompak. Selain itu, daerah yang akan ditanami mempunyai 7-8 bulan basah dan 4-5 bulan kering. Bulan basah adalah curah hujan lebih dari 110 mm/ bulan, sedang bulan kering adalah curah hujannya kurang dari 110 mm/bulan. Lokasi yang mempunyai curah hujan lebih dari 60 mm/bulan dengan musim kemarau kurang dari 3 bulan adalah tempa yang cocok untuk tumbuhnya belimbing manis. 2. Keadaan Tanah Kondisi tanah yang cocok adalah daerah yang mempunyai ketinggian tempat 0-500 m dpl ( di atas permukaan laut) dan mempunyai tekstur tanah sebagian besar terdiri dari liat dan debu, bertekstur gembur dan banyak mengandung bahan organik serta tidak bercadas. Jenis tanah yang cocok untuk tumbuhnya belimbing manis tersebut antara lain tanah latosol, aluvial, andosol dan vertisol dengan pH 5,5-7,5 yang mempunyai kedalaman tanah dangkal (0,5-1,5 m di bawah permukaan tanah) sampai sedang (1,5- 2 m di bawah permukaan tanah) Cara Berkebun Cara berkebun atau menanam belimbing gunakan benih sambungan atau okulasi. Sebab, benih seperti itu, hasil buahnya sama dengan pohon induknya. Lebih baik lagi jika menggunakan bersertifikat yang dapat dibeli di penangkar benih/bibit.   Benih sebaiknya ditanam pada awal musim penghujan sampai dengan pertenengahan musim penghujan sehingga benih yang baru ditanam itu tidak kekurangan air selama masa pertumbuannya. Benih yang baru dibeli diistirahatkan terlebih dahulu selama beberapa hari sampai benih segar kembali dan telah beradaptasi dengan lingkungan baru. Penanamannya dengan jarak 4 X 4m, 4 X 5 m, 5 X 5 m, 5 X 6 m atau 6 X 6 m tergantung dari kesuburan tanah dan varietas yang ditanamanya itu. Sebelum benih ditanam, buat lubang tanamannya terlebih dahulu. Caranya, tanah digali dengan ukuran 60 X 60 X 60 cm atau 80 X 80 X 80 cm. Tanah galian atas (separo dari kedalaman tanah bagian atas) dan tanah galian bawah (separo dari kedalaman tanah bagian bawah) yagn digali dipisahkan dengan cara masing-masing ditempatkan pada kedua sisi lubang tanam. Lubang dibiarkan terbuka kira-kira 2 minggu untuk membebaskan gas-gas beracun, penyakit maupun hama. Tanah galian atas maupun tanah galian bawah dicampur pupuk kandang/kompos yang matang dengan perbandingan yang sama. Selain itu ditambah pupuk NPK 21-21-21 dan TE sebanyak 3 sendok makan. Sesudah itu, bekas tanah galian dimasukkan ke dalam lubang dengan cara memasukkan terlebih dahulu tanah galian bawah, baru disusul tanah galian atas. Sesudah lubang tanah itu dibiarkan 1 minggu, barulan benih yang sudah disiapkan ditanam. Pertama-tama, buat lubang di tengah-tengah lubang tanam yang sudah disiapkan itu dengan lebar sedikit lebih lebar dari polybag dan dalamnya setinggi kantong polybag tempat benih tersebut.. Benih yang ada dalam polybag dilepas kantongnya secara hati-hati jangan sampai merusak akarnya. Akar yang terlalu panjang dipotong dengan gunting tajam dan steril, sedang akar-akar yang berbelit-belit diatur sehingga tidak saling tumpang tindih. Benih beserta tanahnya dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan kedalaman sebatas leher akar dengan posisi tegak lurus. Jika benih itu berupa okulasi, tunas barunya diarahkan ke Barat, sedangkan tonjolan dahan batang bawahnya diarahkan ke Timur. Setelah itu, benih ditimbun dengan tanah galian sebatas lebar akar, tanah dipadatkan dengan ditekan-tekan sedikit supaya tanaman berdiri tegak dan kuat. Tanah di sekitar tanaman disiram sampai cukup basah dan benih ditopang dengan air supaya tidak mudah roboh akibat angin kencang. Tanah di sekitar tanaman ditaburi furadan sebanyak 1 sendok makan untuk mencegah serangan rayap, ulat atau jenis serangga lainnya. Benih yang baru ditanam sebaiknya diberi naungan (peneduh) dari alang-alang atau daun kelapa supaya tidak kena sinar matahari langsung sehingga tanaman bisa tumbuh baik. Penanamannya sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 dan di sekeliling tanaman diberi mulsa berupa jerami padi, sabut kelapa, dedaunan atau rumput rumputan. Tujuannya antara lain untuk mengurangi penguapan air, mengatur dan mempertahankan temperatur dan kelembaban tanah serta mencegah tumbuhnya gulma di sekitar tanaman. Sesudah benih ditanam, supaya tumbuh subur dengan buah yang lebat dan rasanya manis tentunya harus dirawat sesuai aturan budidaya belimbing manis. Perawatannya antara lain tanaman dipupuk, disiram, dipangkas, didangir dan pengendalikan hama dan penyakit yang menyerangnya. Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber : 1.Standar Prosedur Operasional (SOP) Belimbing. Direktorat Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2004. 2. Ir.Bambang cahyono. Cara Sukses Berkebun Belimbing Manis. Pustaka Mina, Jakarta, 2000.. 3 Drs. H. Hendro Sunarjono. Berkebun Belimbing Manis. Penebar Swadaya, Depok-Jawa Barat, 2007.