Loading...

Bertanam Buah timun suri menjelang bulan Ramadan

Bertanam Buah timun suri menjelang bulan Ramadan
Timun suri merupakan salah satu tanaman buah yang termasuk dalam suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Timun suri ternyata kaya akan sejumlah zat yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, hingga antidiabetes. Timun suri diketahui mengandung sejumlah nutrisi seperti: Beta-karoten, Vitamin C, Vitamin K, Asam folat, Serat, Mineral. Buah yang banyak muncul ketika bulan puasa ini memiliki bentuk lonjong dengan warna kulit hijau kekuning-kuningan. Tekstur dagingnya cenderung lembut serta mengandung banyak air. Selanjutnya warga muslim dibulan puasa diwajibkan untuk berpuasa, serta aktivitas beribadah lainnya, selama satu bulan penuh dan pada waktu berpuasa juga tidak mengurangi aktivitasnya, sehingga asupan nutrisi ke dalam tubuh diatur. Asupan nutrisi tubuh kita dalam sehari semalam diatur sebanyak dua kali yaitu makan sahur dan berbuka puasa. Banyaknya aktivitas tentulah asupan nutrisi akan berkurang, maka untuk mencukupi nutrisi tersebut agar tubuh kita tetap segar dan bugar serta selalu sehat sebaiknya perlu mengkonsumsi timun suri. Hal tersebut karena timun suri banyak akan manfaatnya, baik untuk kesehatan adapun kandung zat gizi makro dan mikro di dalam timun suri antara lain bila kita mengkonsumsi timun suri per 100 gram buah mentimun suri, mengandung zat gizi sebagai berikut; Air: 96,32 gram (g), Protein: 1,26 g, Lemak: 0,04 g, Karbohidrat: 2,09 g, Kalsium: 768 miligram (mg), Zat besi: 0,20 mg, Serat: 0,89 mg, Vitamin C: 24,86 mg, Kalium: 1008 mg, Fosfor: 422 mg. Untuk mendapatkan buah tersebut biasanya tiap menjelang bulan Ramadan, banyak dijual dipinggir-pinggir jalan maupun di pasar-pasar tradisional maupun di pasar modern. Terlepas dengan berbagai manfaat kesehatan dan olahan yang nikmat, berikut tips saat membeli timun suri: Ketika membeli timun suri, pilihlah timun yang berwarna oranye. Semakin dominan warna oranye, maka kandungan betakaroten juga semakin banyak. Timun suri hanya bisa bertahan satu minggu di suhu ruangan. Masukkan timun suri ke kulkas agar tidak cepat busuk. Jangan pilih timun suri yang sudah merekah. Karena tanda kurangnya unsur hara kalsium dan memiliki peluang terkontaminasi kuman karena permukaannya terbuka. Cara Mengonsumsi Timun Suri, sebaiknya disajikan dalam sajian minuman timun suri dapat dikonsumsi dengan sirup dan selasih menjadi minuman dingin yang menyegarkan. Berikut ini rekomendasi es timun suri yang bisa dicoba dengan cara menyiapkan bahan-bahan: 1 buah timun suri, ambil dagingnya saja, 1 bungkus biji selasih, ½ sendok teh (sdt) gula pasir, Sirup sesuai selera, Air putih secukupnya, Es batu secukupnya. Langkah membuat es timun suri yang menyegarkan: Siapkan daging buah timun suri. Siapkan juga wadah atau gelas untuk penyajian, masukkan potongan timun suri ke dalam gelas, tambahkan juga 1/2 sdt gula pasir dan air secukupnya. Aduk hingga merata. Tambahkan es batu sesuai selera dan selanjutnya masukkan sirup secukupnya dan es timun suri siap disajikan. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar petani telah melakukan berusaha taninya dengan bertanam timun suri menjelang bulan puasa. Langkah-langkahnya berbudidaya timun suri adalah sebagai berikut; Agar pertumbuhannya tanaman timun suri menjadi lebih optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas. Perlu memahami syarat tumbuh timun suri antara lain; Suhu udara 21 hingga 27 derajat Celcius, Intensitas sinar matahari yang cukup, Daerah kering dan tidak banyak hujan, Ketinggian wilayah yang paling cocok adalah 1000 – 1200 mdpl, Kondisi tanah gembur, kaya humus, dan mudah menyerap air, PH tanah 6 – 7, Sistem pengairan atau drainasenya baik. Persiapan Lahan Tanam dengan cara; melakukan sterilisasi lahan dengan membersihkannya dari gulma dan bebatuan. Gemburkan tanah di lahan tanam dengan mencangkul atau membajaknya. Buat bedengan dengan lebar 80 cm dan panjang yang disesuaikan dengan luas lahan. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan yang kamu gunakan. Buat lajur di bagian kanan dan kiri bedengan. Buat parit di bagian tengahnya selebar 40 cm. Taburkan kapur dolomit untuk memperbaiki pH tanah. Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos pada bedengan. Kamu bisa memberikan tambahan pupuk kimia seperti SP, KCL, dan urea. Biarkan selama 10 sampai 15 hari. Pemilihan Bibit Unggul ; Untuk mendapatkan bibit yang sesuai, kamu bisa memanfaatkan buah yang sudah matang dan sehat. Secara kasat mata, timun suri yang sudah matang dan sehat memiliki kulit buah yang sedikit pecah serta mengeluarkan aroma khas. Untuk menyiapkan bibitnya, kamu dapat melakukan cara berikut ini: Kupas buah dan bagi menjadi dua bagian, ambil biji timun suri, bersihkan biji dengan air mengalir, rendam biji dengan air biasa, lalu buang yang mengapung, tiriskan biji yang tenggelam dan jemur hingga kering, dan penyemaian benih timun suri. Langkah-langkah yang harus kamu jalani dalam tahap penyemaian: Campurkan tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1, aduk hingga rata menggunakan cetok, masukkan campuran tersebut ke dalam gelas plastik atau polybag yang sudah disiapkan, buat lubang di bagian tengahnya sedalam kurang lebih 2 cm, letakkan benih timun suri sebanyak satu biji pada masing-masing wadah, timbun dengan campuran tanah dan padatkan dengan menepuk tanah secara perlahan, siram dengan air secukupnya, kemudian letakkan di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung, jika benih sudah berkecambah maka letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung agar bibit yang tumbuh semakin kuat. Pemindahan Bibit yang Sudah Disemai, bibit timun suri yang sudah siap pindah tanam ke lahan permanen adalah bibit yang sudah menginjak usia 10 hari sejak masa penyemaian. Serta menunjukkan adanya tanda-tanda perkecambahan. Selanjutnya pilih bibit yang sehat, dimana bibit tidak terinfeksi penyakit apapun. Angkat bibit timun suri hingga ke akarnya secara perlahan. Tanam bibit di lubang tanam yang telah dibuat. Timbun dengan sedikit tanah. Siram dengan teratur. Perawatan Tanaman Timun Suri. Langkah berikutnya adalah perawatan, ini dilakukan sebagai upaya untuk menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal. Perawatan tanaman meliputi: Lakukan penyiraman dua kali sehari, di pagi dan sore hari. Beri pupuk susulan pada usia tanaman 10, 17, 24, 31, dan 40 hari. Siangi gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman timun suri secara manual. Lakukan penyulaman secepat mungkin jika ada tanaman yang mati. Proses Panen Timun Suri, Setelah 60-70 hari masa tanam, biasanya buah timun suri sudah bisa dipanen. Ini ditandai dengan tangkai buah yang mulai mengering hingga buah terlepas. Tandanya, buah sudah tua dan siap untuk dipanen. Jika tanaman timun suri tumbuh dengan sehat, maka kamu bisa memanen 10 hingga 15 kali dalam satu tanaman. Cara memanennya mudah, cukup memetik buah dengan tangan atau alat potong. Demikian naskah yang saya buat semoga bermanfaat untuk kita semua Ditulis oleh : Dalmadi BBSIP Bogor Sumber : Ditjen Hortikultura, https://www.kompas.com/homey/read/2022/ 05/24/085800876/cara-menanam-timun-suri-agar-berbuah-lebat, Hanifah dan Berbagai sumber media elektronik lainnya (Internet) Gambar : Dalmadi sumber lainnya