PENDAHULUAN Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terung-terungan (Solanaceae). Keluarga ini diduga memiliki sekitar 90 genus dan sekitar 2.000 spesies yang terdiri dari tumbuhan herba, semak dan tumbuhan kerdil lainnya. Dari banyaknya spesies tersebut hampir sebagian besar merupakan tumbuhan tropis. Namun secara ekonomis yang dapat atau sudah dimanfaatkan baru beberapa spesies saja. Diantaranya yang sangat dikenal dalam kehidupan sehari-hari kita adalah kentang, tomat dan tembakau.Cabe rawit (Capsicum frutescents L) yang banyak ditanam masyarakat bukanlah tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari Amerika Latin. SYARAT TUMBUHSecara umum cabe rawit ini dapat ditanam baik dataran rendah, sedang, penggunungan maupun dataran tinggi. Namun secara umum pertumbuhan cabe rawit akan sangat baik jika ditanam didaerah curah hujan dan panas yang cukup. Faktor lokasi penanaman ini sangat berperan dalam produksi buah. Daerah penanaman yang paling cocok adalah pada ketinggian 0 – 500 m dpl, suhu rata-rata 19° – 30°C dan curah hujan 1.000 – 3.000 mm/tahun. Tanah yang dipakai sebagai media tumbuh cabe rawit secara umumharus kaya bahan organik dan dengan derajat keasaman pH 6,0 – 7,0. MEMILIH DAN MENYIAPKAN POLYBAGPolybag yang digunakan untuk penanaman cabe rawit sebaiknya berukuran besar dengan perbandingan panjang 55 – 60 cm, lebar 40 – 45 cm dan tebal 0,11 – 0,12 mm, adapun warnanya bisa yang berwarna hitam maupun warna putih. Polybag ini harus belobang, jika belum berlobang harus dibuat lobang dengan ukuran lingkaran jari kelingking, setiap polybag dibuat lobang sebanyak 30 -45 lubang jarak antara lubang 9 – 12 cm. PENYIAPAN BIBIT DAN BENIHAdapun syarat buah yang baik untuk diambil bijinya sebagai benih antara lain sebagai berikut :? Buah dipetik dari cabang tanaman yang terbawah karena biasanya benihnya akan lebih cepat tumbuh setelah disemaikan.? Buah sudah benar-benar masak dan kulit luarnya tanpak mengkilap.? Ukuran lebih besar dari ukuran normal, sekitar panjang 2,5 - 3,0 cm.? Buah bersih tanpa berbintik dan tidak terkena hama penyakit.Ada dua cara dalam menyiapkan benih, yaitu diambil langsung dari buah segar atau buah dikeringkan. Untuk mempercepat berkecambahnya benih perlu dilakukan perlakuan, dengan cara merendam benih dalam air sekitar 50ºC dengan lama perendaman sekitar 12 jam.Persemaian benih cabe rawit dilakukan dibedengan dengan ukuran 50 – 100 cm. Pupuk kandang harus merata diberikan sebanyak 2 – 3 kg, selain pupuk kandang pupuk urea 1 – 1,5 kg dan TSP 0,5 kg. Setelah pemberian pupuk tersebut tanah bedengan dibiarkan selama 3 – 4 hari. PENYIAPAN MEDIA TANAMSebelum tanah dimasukkan dalam polybag, tanah yang didapat biasanya masih banyak mengandung batu, kerikil dan kotoran lainnya, oleh sebab itu terlebih dahulu harus diolah terlebih dahulu dengan cara tanah diayak. Lubang ayakan untuk menyaring tanah harus berukuran antara 3 – 5 mm.Setelah diayak dan diberi kapur pertanian, tanah dicampur pupuk kandang dengan dosis sebanyak 1 kg untuk setiap 5 kg tanah. Setelah tanah dicampur dengan sempurna, tanah dapat dimasukkan kedalam polybag. Ada tiga cara menyusun media tanam dalam polibag yaitu :? Penyusunan dengan sistem satu lapisan media tanam. Artinya kedalam polybag tidak diberikan bahan lain seperti sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji.? Penyusunan dengan sistem satu lapisan bahan lain di antara dua lapisan media tanam. Lapisan bahan lain seperti sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji ini setebal 3 – 5 cm.? Penyusunan dengan sistem dua lapisan bahan lain di antara tiga lapisan media tanam. Setiap lapisan bahan lain dibuat setebal 3 – 5 cm. Pembagian tiga lapisan media tanam harus sebanding. PENANAMANKendati penanaman bibit dalam polybag tidak terikat musim, namun sedapat mungkin waktu tanamnya harus tepat yaitu sekitar jam 6.³º – 9.³º pagi atau jam 16.³º - 18.³º.Lubang tanam tidak ada ukuran khusus, namun yang terpenting besar kecilnya disesuaikan dengan bola akar tanaman. Pembuatan lubang tanam dilakukan 3 – 5 hari sebelum tanam.Bibit pada persemaian yang telah mempunyai 4 – 6 helai daun atau berumur 30 – 40 hari dan tinggi 6 – 8 cm sudah dapat di pindahkan ke polybag. Untuk memindahkanya bibit harus digali secara hati-hati agar tidak rusak, sebaiknya digali dengan bola tanah. Setelah bibit disiapkan, bibit dapat ditanam langsung ke polybag besar dengan waktu yang telah disebutkan di atas. PEMELIHARAANPenyulamanBibit yang tanaman tidak semuanya dapat tumbuh. Untuk menggantinya harus ada penylaman bibit baru. Caranya sama dengan penaman bibit baru. PenyiramanPenyiraman tanaman dalam polybag mutlak dilakukan, apalagi pada masa pertumbuhan. Waktu penyiraman tanaman dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel. Jumlah Air Siraman Pada Musim Kemarau dan Hujan Umur Setelah Jumlah Air (mil/polybag) Interval PenyiramanTanam (hari) Kemarau Hujan 16-30 650 200 2 hari30-40 750 250 2 hari40-60 900 350 3 hari60-90 1.000 450 3 hari90-120 1.200 650 4 hari>120 1.500 800 5 hari Mencabut GulmaGulma yang tumbuh dalam polybag dapat dibersihkan dengan pencabutan satu persatu dengan tangan.Memangkas Ujung Tunas Batang Pemangkasan dilakukan saat batangnya mencapai 17 – 20 cm. Pemangkasan ini meransang pertumbuhan ke samping (percabangan). Bagian yang dipangkas adalah ujung tunas batangnya. Pemupukan Pemupukan merupakan bagian terpenting dalam kegiatan pemeliharaan tanaman dalam polybag. Dengan penambahan pupuk maka kebutuhan zat makanan dapat dipenuhi. Oleh sebab itu harus rutin dilakukan hingga tanaman berumur panjang. Adapun dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel. Jumlah Air Siraman Pada Musim Kemarau dan Hujan Umur Setelah Tanaman Dosis Pupuk (gr/polybag) (bulan) Urea TSP KCl 1-2 2,0-2,7 1,9-2,5 2,0-2,6 2-3 3,0-3,5 2,5-2,8 2,6-2,9 3-4 3,5-3,7 2,8-3,0 2,9-3,1 4-5 3,7-4,0 3,0-3,3 3,1-3,4 5-6 3,5-3,7 3,5-4,0 3,4-3,7 6-7 3,5-3,7 4,0-4,2 3,7-4,0 >7 3,5-3,7 4,0-4,5 4,0-4,2 Mengendalikan Hama dan Penyakit Sebenarnya tanaman cabe rawit termasuk tanaman yang tahan hama dan penyakit. Namun demikian ada juga hama dan penyakit yang dapat menyerang. Kalau tanaman dirawat dengan baik maka sangat kecil kemungkinan akan terserang oleh hama dan penyakit. Untuk tindakan berjaga-jaga dengan sistem PHT sangat dibutuhkan agar tanaman tidak terserang hama dan penyakit. OLEH ZULHENDRI SASMEDI, A.Md PENYLUH PERTANIAN PELAKSANA LANJUTANBPP KEPENUHAN, KAB. ROKAN HULU