Kacang hijau (Vigna radiata L) adalah tanaman sejenis palawija dari golongan kacang-kacangan atau polong-polongan (Fabaceae). Budidaya kacang hijau, tidak jauh berbeda dengan budidaya kacang kedelai (kacang kuning) dan budidaya kacang tanahDi Indonesia, kacang hijau sangat populer sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Konsumsi kacang hijau di Indonesia, menempati urutan ketiga sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Terkhusus di Kabupaten Sinjai, komoditi ini cukup menjanjikan selain usahataninya terbilang mudah, pemeliharaannya sederhana, penyakitnya tidak banyaknya, harga pun tidak perlu diragukan, selalu dibutuhkan pasar baik lokal maupun nasional.Berikut kami sampaikan tetang cara tanam kacang hijau tanpa olah tanah :Penyiapan Lahan Kacang Hijau1. Diupayakan lahan bekas pertanaman padi bisa lebih cepat ditanami setelah panen selesai, tidak lebih dari 6 hari (seminggu)2. Biasanya setelah panen padi MT April-September petani paling senang bertanam kacang hijau, karena prosesnya sangat sederhana, bekas jerami yang tersisa hanya di potong pendek-pendek, jika memungkinkan jerami dibakar untuk menghidari penyakit yang ikut dari tanaman padi yang bisa mengganggu pertanaman kacang hijau nantinya.3. Kemudian membuatparit parit kecil di lahan yang akan ditanami kacang hijau dengan jarak 3 m sampai 5 m, yang dimkasudkan untuk menghindari genangan memudahkan pengaturan air jika diperlukan Proses TanamUmumnya penanaman kacang hijau dilakukan dengan sistem tugal, setiap lubang tanam dimasukkan 2 biji kacang hijau. Adapun jarak tanam yang biasa digunakan pada musim kering yaitu 40 cm x 10 cm, dengan populasi 400 ribu– 500 ribu tanaman/ha. Tetapi jika musim hujan maka dapatdigunakan jarak tanam 40 cm x 10 cm, dengan populasi 300 ribu– 400 ribu tanaman/ha. Penyulaman dapat dilakukan jika ada benih yang tidak tumbuh dan tidak lebih dari 7 hari.Pemupukan Non Organik: Untuk lahan yang kurang subur, tanaman kacang hijau diberikan pupuk sebanyak 45 kg Urea ditambah 45 - 90 kg SP36 + 50 kg KCl/ha. Pupuk diberikan pada saat tanam, dengan cara di larikan pada sisi lubang tanam sepanjang barisan tanaman.Pemupukan Organik/Kompos: Dewasa ini pupuk organik sangat dianjurkan untuk digunakan oleh para petani. Penggunaan pupuk kandang pada tanaman kacang hijau berkisar 1520 - 1560 ton/ha dan untuk penutup lubang dengan memberikan abu dapur. Pada lahan sawah bekas tanaman padi yang subur, tidak perlu dipupuk atau bahan organik, karena para petani dapat memanfaatkan mulsa jerami untuk budidaya kacang hijau. Sebab, penggunaan mulsa jerami dapat menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma, dan penguapan air. Dosis jerami padi diberikan sebanyak 5 ton/ha.PenyianganPenyiangan yang baik dilakukan dua kali pada saat tanaman sudah berumur 2 dan 4 minggu. Penyakit Kacang HijauPenyakit yang sering menyerang kacang hijau antara lain; bercak daun, busuk batang, embun tepung dan penyakit puru.Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit. Pengendalian cara lain dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida dan fungisida seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 700 atau Daconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/l air.Pada penyakit Embun Tepung (Erysiphepofygoni) dapat dikendalikan dengan fungisida hexakonal dan diberikan pada umur 4 dan 6 minggu. Penyakit bercak daun, efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol, diberikan pada umur kacang hijau 4, 5 dan 6 minggu.Pengendalian hamaHama utama kacang hijau adalah Lalat Kacang (Agmmyxa phaseoti), Ulat Jengkal (Piusia chaitites), Kepik Hijau (Nezara virfduta), Kepik Coklat (Riptonus tinearis), dan Penggerek Polong (Maruca testutalis), Kutu Thrips dan lain-lain.Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida. Seperti Regent, Curacron, Furadan, atau Pegassus dan lain lain.Pada daerah yang memiliki endemik Lalat Bibit (Agromyza phaseoti) proses penanganan benih harus dilakukan secara baik. Pengendalian lalat bibit dapat menggunakanI Insektisida Carbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipnonil (5 cc/kg benih).Penanganan Panen Secara umum, kacang hijau mulai dapat dipanen apabila polong sudah berwarna hitam atau coklat. Dapat ditandain dengan berubahnya warna polong dari hijau menjadi hitam atau coklat dan kering. Penanganan panen kacang hijau tidak boleh terlambat. Apabila keterlambatan panen dapat mengakibatkan polong pecah saat di lapangan. Panen dengan cara dipetik dan polong segera dijemur selama 2-3 hari hingga kulit mudah terbuka. Penjemuran diterik matahari mempermudah saat proses pembijian. Pembijian secara tradisional, biasanya dilakukan dengan cara dipukul (bub-bub). Pemukulan bisanya dilakukan dalam kantong plastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil. Pembersihan biji kacang hijau dari kotoran dengan menggunakan alat tampah atau tampir. Setelah kacang hijau ditampah, biji segera dijemur lagi sampai kering.Jika penanganan panen kacang hijau dalam skala yang besar, penggunaan alat tampah/tampir tentu sangat merepotkan, membutuhkan tenaga manusia yang sangat dan tidak ekonomis. Untuk penanganan hasil panen kacang hijau dalam jumlah besar, dapat menggunakan mesin perontok kacang hijau (pemolong), dan untuk menjaga kualitas biji kacang tidak rusak, sebaiknya menggunakan mesin perotok spek tinggi, irit dan ramah lingkungan. (Penyuluh Pertanian Lapangan Kec. Sinjai Tengah/ Agus Prataman)