Tanaman kentang merupakan salah satu tanaman sayuran daerah dataran tinggi. Namun demikian, tanaman ini juga dapat tumbuh pada daerah dataran rendah, tentunya dengan memperhatikan berbagai persyaratan tumbuh tanaman ini. Persyaratan tanam Yang termasuk lahan dataran rendah adalah hamparan lahan yang berada pada kurang dari 700 m dpl. Pengembangan tanaman kentang di dataran antara 400-600 m dpl biasa disebut dataran menengah. Penanaman kentang di dataran rendah harus memperhatikan beberapa persyaratan lahan, diantaranya: ¢ Janis tanah latosol atau alluvial ¢ Suhu malam hari 20-270 C ¢ Tersedia air pengairan yang cukup, tetapi tidak kebanjiran ¢ Bukan bekas tanaman famili Solanaseae atau tanaman pisang. Beberapa kendala pengembangan kentang di dataran rendah diantaranya: ¢ Suhu udara siang dan malam hari yang tinggi akan dapat diatasi dengan cara menutup permukaan tanah dengan mulsa jerami. ¢ Bila menggunakan jarak tanam 30x70 cm, ruang antar naman lebih terbuka, karena pertumbuhan tunas cabang utama lebih lambat dan sedikit. Karena itu, lebih baik menggunakan jarak tanaman yang lebih rapat, yakni 30x50 cm. ¢ Ancaman serangan penyakit layu bakteri juga lebih berat daripada di dataran tinggi. Untuk mengetasinya, usahakan selokan drainase selalu berfungsi baik. ¢ Bila ditanam pada musim hujan, tanaman bisa tergenang air. Karena itu, sebaiknya ditanam pada musim kemarau atau akhir musim hujan ketika air masih terseia cukup. Penyiapan lahan dan penanaman bibit Pada dasarnya cara bercocok tanam kentang di dataran rendah tidak jauh berbeda dengan cara bertanam di dataran tinggi. Lahan diolah dan dibuat dengan bedengan lebar 100-110 cm. Lebar saluran drainase 30 cm dengan kedlaman 30 cm. Pupuk kandang dengan dosis 20-30 t/ha dicampurkan secara merata pada bedengan. Pada bedengan dibuat lubang tanam berukuran 10-15 cm dengan kedlam 20 cm. Lubang tanamn tersebut dibuat dengan jarak antar lubang dalam satu baris 30 cm dan jarak antar bari 50 cm. Dengan demikian, tiap bedeng berisi dua baris tanaman kentang dengan populasi 66.000/ha. Umbi bibit dimasukkan ke dlam lubang tanam, lalu susul dengan pemberian pupuk buatan. Pupuk buatan yang diberikan merupakan campuran antara pupuk N sebanyak 150-200 kg/ha, P2O5 120-180 kg/ha, dan K2O 100 kg/ha. Setelah itu lubang tanam ditutup dengan tanah halus. Bibit kentang yang ditanam harus sudah bertunas sepanjang 2 cm, karena kedalam lubangnya cukup dalam, tunas umbi bibit akan cepat muncul ke atas permukaan tanah. Perawatan tanaman Perawatan kentang di dataran rendah tidak jauh berbeda dengan tanaman kentang didataran tinggi, yakni meliputi pendangiran, pemberian air, dan pengendalian hama penyakit. Pemberian air dapat dilakukan dengan sistem lab atau penyiraman langsung dengan gembor. Suhu tanah di dataran rendah cukup tinggi, karena itu sebaiknya ditutup dengan mulsa jerami yang lebih dikenal, jakni 4-6 ton/ha. Umur tanaman kentang di dataran rendah lebih genjanh, yakni rta-tara 70-90 hari setelah tanam. Sumber: Hendro Sunarjono. 2004. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang