Loading...

Bertanam Kentang di Dataran Tinggi

Bertanam Kentang di Dataran Tinggi
Penyiapan lahan Lahan untuk bertanam kentang hendaknya bersih dari semak dan sia-sisa akar tanaman sebelumnya. Tanah diolah sempurna, dengan kedalaman olah tanah antara 30-40 cm. Pengolahan tanah sangat penting untuk membuat strukturnya menjadi remah. Tanaman kentang menghendaki tanah yang gembur dengan aerasi yang baik. Bila tanah keras (lengket) akan menyulitkan perkembangan umbi. Penyiapan pupuk kandang Lahan yang telah diolah diberi pupuk kandang atau kompos matang. Pupuk disebar secara merata atau diletakkan pada lubang tanam. Pemberiam pupuk sebaiknya diletakkan dalam garitan atau alur dangkal selebar 1-15 cm yang dibuat lurus mengikuti bentuk bedengan. Pupuk yang dibutuhkan untuk setiap 1 hektar lahan adalah 20-40 ton atau 0,5-0,8 kg/tanaman. Penyediaan bibit umbi bertunas Setiap hektar lahan kentang membutuhkan umbi bibit sebanyak 1.200 - 2.000 kg. Bibit kentang yang disiapkan sebaiknya berasal dari varietas unggul dan berkualitas baik.berat bibit umbi yang ideal adalah antara 30-60 gr. Bibit yang dibeli di toko biasanya belum siap tanam. Bibit umbi masih memerlukan masa istirahat selama beberapa bulan supaya bertunas dan dapat ditanam. Lama istirahatnya antara 3 - 6 bulan, tergantung pada varietas dan suhu gudang. Penyediaan pupuk buatan dan pestisida Pupuk N, P, dan K diberikan secara bersamaan dengan waktu tanam. Banyaknya pupuk yang dibutuhkan setipa hektarnya adalah 300 kg Urea, dan 300 kg SP-36, dan 100 kg KCl. Pemberian pupuk dimaksudkan agar mutu umbi yang dihasilkan bagus dan tanaman tahan terhadap serangan penyakit. Selain membutuhkan pupuk, tanaman juga membutuhkan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin menyerang. Pestisida yang umum digunakan adalah insektisida 3 liter, fungisida 3 liter, serta Furadan 3G sebanyak 30 kg/ha. Penanaman Sebelum penanaman, pastikan pemberian pupuk kandang telah dilakukan dalam alur tanam secara benar dan merata. Pupuk kandang diletakkan dalam alur berjarak 25-30 cm, dengan dosis 0,5-0,8 kg/lubang tanam. Jarak tanam yang digunakan adalah 25x80 cm atau 30x70 cm, sehingga populasi tanamannya masing-masing 50.000/ha atau 47.000/ha. Umbi diletakkan satu per satu sesuai jarak tanam yang digunakan. Pemberian pupuk buatan, yang terdiri dari Urea, SP-36, dan KCl, sebanyak 14-15 gr/tanaman. campuran pupuk buatan tersebut diletakkan disamping kanan dan kiri bibit umbi. Untuk mencegah serangan hama orong-orong atau anjing tanah, dapat ditambahkan Furadan 3G sebanyak 30 kg/ha. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam usaha tani kentang meliputi beberapa kegiatan, yaitu pendangiran, penyiraman, pengendalian organisme pengganggu tanaman. 1. Mendangir kebun Mendangir kebun dilakukan untuk menggemburkan tanah kembali, membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman, dan membetulkan guludan yang longsor. Selama pertumbuhan tanaman, pendangiran biasanya hanya dilakukan dua kali, yakni pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. 2. Menyiram Air dapat dilakukan dengan sistem lab, yaitu dengan menggenangi tanaman sampai tanahnya basah dan segera dikeringkan kembali. Penggenangan sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Cara lain pemberian air adalah dengan disiram dengan menggunakan gembor. 3. Memberikan pupuk buatan susulan Di daerah banyak hujan, dianjurkan untuk memberikan pupuk susulan. Urea diberikan sebanyak 2 kali, yakni pada waktu tanam dan setelah pendangiran pertama. Dosis yang diberikan adalah 150-200 kg/ha dan 100-150 kg/ha. 4. Mengamati tanaman Mengamatai dilakukan untuk mengenal gejala gejala serangan gama dan penyakit sejak dini, hal ini ditujukan untuk menghindari kerusakan fatal akibat serangan hama dan penyakit. Sumber: Hendro Sunarjono. 2004. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang