BERTANAM PADI DI SELA KELAPA SAWIT AKIBAT KURANGNYA LAHAN PERSAWAHAN
Kelompok Tani Makmur di Kelurahan Talang Mandi semaikin kehilangan lahan sawah yang dahulu diikembangkan sebagai lahan budidaya padi. Dari 30 hektar lahan sawah yang ada pada 2022, di musim tanam April 2024 ini tersisa hanya seluas 15 hektar dan yang bisa digunakan untuk budidaya seluas 7 ha saja. Saat kunjungan lapangan PPL oleh Rizki Aprelia pada 7 Mei 2024, Elseria Siagian, Ketua Kelompok Tani Makmur menuturkan dalam dua tahun terakhir luas lahan sawah berkurang sangat drastis, faktor terbesarnya adalah akibat beralihnya fungsi lahan menjadi Perkebunan kelapa sawit. Sebelumnya kebanyakan petani di kelompok ini menyewa lahan untuk bertanam padi, sehingga pada saat pemilik lahan melakukan budidaya kelapa sawit di lahan yang sama maka petani padi terpaksa tidak bertani lagi. Menurut pengamatan penyuluh pertanian lapangan yang bertugas, lahan tanam kelapa sawit yang sekiranya masih berumur satu tahun masih tetap digunakan untuk berbudidaya padi. Namun, kondisi ini berdampak pada penurunan hasil produksi. Padi yang dibudidayakan di sela-sela tanaman sawit tentu tidak akan maksimal dalam mendapatkan nutrisi dan hara yang dibutuhkan tanaman. Setelah kelapa sawit berumur lebih dari satu tahun, maka lahan sawah tersebut sudah beralih fungsi sepenuhnya menjadi lahan Perkebunan sawit. Hal ini menyebabkan hilangnya potensi lahan sawah dan menurunkan angka produksi padi diwilayah ini. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) Mei 2024