Pengertian Beternak Sistem terpaduSementara ini beternak belum sepenuhnya dioptimalkan. Dalam beternak ada 4 unsur yang dapat dilakukan perlakuan tertentu sehingga menghasilkan pendapatan yang sesuai. 4 unsur tersebut adalah hewan piaraan, kandang, pakan dan kotoran / feses. Beternak terpadu mengusahakan semua unsur dilaksanakan secara optimal untuk meraih laba yangmaksimal.Untuk mendapatkan laba, maka dalam beternak juga harus mempunyai 5 prinsip pokok yaitu:1. Memakai sumber daya yang ada secara maksimal.2. Minimalkan sisa atau hasil buangan dalam proses beternak.3. Mengusahakan ternak sesuai kebutuhan pasar4. Keterpaduan dengan usaha lainMemaksimalkan Potensi Hewan PiaraanSecara genetik atau keturunan hewan piaraan misalnya sapi, mempunyai garis keturunan tertentu. Untuk beternak kita memerlukan keturunan yang baik sengan ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri bakalan sapi dengan tujuan penggemukan, yang baik adalah : telah berusia 2 tahun, berat badan 350, jenis kelamin jantan, tanpa luka, berlemak sedikit dibagian pangkal ekor dan iga pendek terlihat agak tumpul, bagian muka bila dilihat dari depan tidak kurus tapi gagah.Memaksimalkan Potensi KandangKandang merupakan pendukung proses penggemukan. Kandang dengan ventilasi yang baik meningkatkangairah makan sapi yang akhirnya mempercepat penggemukan. Kandang yang sesuai tergantung dengan lingkungan dan adat setempat. Ada berbagai bentuk kandang. Dilihat dari lantainya ada kandang basah (diberi penghisap air seni,misal jerami atau daun kering) dan kandang kering (di plester dan dibuat miring dengan sudut tertentu). Dilihat dari atapnya ada atap tertutup, semi tertutup dan tertutup. Dilihat dari tempat pakan dan minum ada yang menetap (tempat pakan dan minum telah di cor) dan ada yang tidak menetap. Semuanya mempunyai alasan tertentu.Di daerah dimana PIDRA aktif sebaiknya menggunakan kandang kering, atap semi tertutup dan tempat pakan dan minum yang tetap.Memaksimalkan Potensi PakanPakan merupakan faktor penting. Sapi mengkonsumsi sekitar 2,5 % bahan kering dari berat badan sapi. Dengan meningkatnya berat badan sapi maka jumlah bahan kering yang diberikan juga perlu dinaikkan. Kualitas pakan tergantung jumlah dan keseimbangan zat makanan yang dapat dicerna yang terkandung di dalam pakan. Konsentrat merupakan pakan yang dibuat manusia dari berbagai ramuan.Banyak cara memberi pakan pada sapi dengan alasn yang bervariasi. Cara pemberian pakan pada intinya adalah mempermudah sapi mengunnyah, disenangi sapi dan cepat menghasilkan daging. Pemrosesan bahan sebelum diberikan sapi sangat penting untuk mempertinggi penyerapan gizi dari pakan. Ada beberapa cara perlakuan perlakuan pakan.1. Perlakuan Pakan sebelum diberikana. Penyimpanan Pakan sistem SilaseSilase merupakan sistem penyimpanan pakan yang dapat mengawetkan pakan dalam jangka waktu tertentu. Manfaatnya adalah bila masa paceklik tidak ada pakan (misal kemarau) masih ada simpanan pakan. Namun disamping untuk tabungan pakan, silase juga dapat mempertinggi kandungan gizi dalam pakan.Cara pembuatan silase cukup mudah, yaitu dengan menggali lubang di tanah, pakan di potong-potong kecil (kira-kira 1-2,5 cm). Setelah dipotong dikeringkan sampai kadar air menjadi 60-70%. Untuk mengetesnya ambil segenggam, bila potongan pakan ini diremas kuat maka setelah dibuka tangan tidak basah hanya terlihat butiran-butiran air, potongan pakan tidak langsung ambyar ketika tangan dibuka (mengumpul). Bila kesulitan karena banyaknya pakan yang akan di simpan pemakaian dedak sebagai bahan kering disarankan. Setelah kadar air dikurangi lalu masukkan ke dalam lubang dengan terlebih dahulu di beri alas palstik agar lebih mudah dalam mengambil. Injak-injak pakan yang di masukkan lubang sampai tidak ada udara di sela pakan. Disarankan penambahan molase atau tetes 15-45 kg setiap ton pakan yang akan disimpan. Setelah pakan sudah dimasukkan semua ditutup dengan plastik dan dibiarkan tertutup tanpa ada udara.b. Amonisasi Jerami Padi untuk Pakan1. KELUARANJerami padi dengan kecernaan lebih baik2. BAHAN1) Jerami padi2) Urea3) Molases3. ALAT1) Timbangan2) Plastik3) Ember4) Skop5) Cangkul6) Sendok7) Alat penyiram4. PEDOMAN TEKNIS1) Perlakuan amonisi jerami padi :- 4 kg urea- 100 kg bahan kering jerami padi2) Cara perlakuan :- Urea (4 kg) dicampur dengan air 100 liter- Kemudian jerami padi disiram air larutan urea hingga merata lapis perlapis- Kemudian tutup dengan plastik, hingga kedap udara- Diamkan selama 1-2 minggu untuk proses amonisi3) Proses amonisi dapat dilakukan di dalam tempat khusus mis lnya drum bekas atau di tempat lainnya, yang ditutup dengan plastik kedap udara.4) Proses amonisi bila sempurna ditandai tekstur jerami relatif lebih mudah putus, berwarna kuning tua atau coklat dan bau monia. Untuk mengurangi bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1-2 jam sebelum diberikan pada ternak.2. Perlakuan Saat Pemberiana. Membuat Pakan Konsentrat Sapi PenggemukanKonsentrat merupakan campuran pakan yang terdiri dari sumber protein, karbohidarat dan mineral. Konsentrat dapat dibuat dari limbah pertanian ditambah premix. Misalnya: Bonggol jagung, batang jagung, kulit ketela pohon yang telah dikeringkan, daun-daun pohon yang diperkirakan bisa untuk pakan (daun ketela, daun jagung, daun lamtoro, daun gamal dsb.) yang terlebih dahulu dilayukan/ dikeringkan atau di panaskan di bawah sinar matahari. Premix merupakan pakan tambahan yang banyak dijual ditoko hewan. Premix bisa diganti dengan memecah batu kapur, memecah cangkang bekicot atau dengan tepung ikan ditambah dengan membeli vitamin A dan D di toko obat atau pakan.Cara membuat konsentrat:1. Bahan konsentrat harus dalam keadaan kering lalu terlebih dahulu kumpulkan bahan konsentrat pada tempat yang kering dan tertutup atau disuatu ruangan tertentu yang kering. Keadaan kering akan memudahkan pencampuran bahan. 2. Buat gundukan dari bahan tersebut, paling atas adalah premix atau penggantinya, lalu dibawahnya bahan pakan 1 (misal rumput yang dipotong dan telah kering), lalu dibawahnya bahan pakan 2(misalnya bonggol jagung yang telah dicacah), lalu bahan tiga dan seterusnya.3. Setelah dibuat gundukan dicampur secara merata diatas lantai.4. Setelah konsentrat jadi sebaiknya langsung digunakan, agar tidak timbul jamur. Atau kalau mau disimpan lama bahannya harus kering betul.Cara pemberian konsentrat harus hati-hati. Pemberian pakan konsentrat tidak boleh lebih dari 80%. Untuk adaptasi pemberian konsentrat dapat dimulai dengan perbandingan sebagagai berikut:Konsentrat 20% Hijauan 80% > selama 3 hari pertamaKonsentrat 40% Hijauan 60% > sampai hari ke7Konsentrat 60% Hiajuan 40% > setelah hari ke 12Konsentrat 80% Hijauan 20% > setelah hari ke 14 b. Membuat Jamu Dokoh SapiJamu dokoh sapi merupakan ramuan yang dapat dibuat untuk mengurangi menurunnya setamina sapi serta menambah nafsu makan. Ada berbagai ramuan yang sering dibuat peternak dibawah ini diterangkan pembuatannya :1. Jamu Dokoh Sapi CairSiapkan temu ireng , lalu dibersihkan dengan air. Temu ireng di blender atau di parut. Setelah berbentuk adonan basah, kukus bahan. Lalu setelah dikukus taburi ragi tape. Adonan yang telah diberi ragi tape di tutup dengan plastik dan dibiarkan dalam kondisi anaerob selama 3 hari. Setelah 3 hari adonan diperas. Airnya diberikan pada ternak untuk meningkatkan stamina dan dokoh. Untuk skala usaha kecil jamu dapat ditambah vitamin dan mineral cair. Dengan terlebih dahulu disterilisasi denga pemanasan pada suhu 70 derajat celsius.2. Jamu Dokoh Sapi KeringPada dasrnya langkahnya sama dengan pembuatan dokoh sapi cair hanya stelah dibiarkan dalam kondisi anaerob selama 3 hari. Adonan ditambah bahan pengikat seperti molase, pati. Lalu dimasukkan cetakan tertentu dan dipanaskan atau dikeringkan sehingga membentuk tablet.Jamu dapat ditingkatkan manfaatnya dengan menambah jenis temu-temuan yang dipakai misalnya ditambah kencur, temulawak dan sebagainya. Penambahan Premik atau bahan sumber mineral dan vitamin dapat dimasukkan agar ternak dapat kuat. Penambahan garam beryodium juga dapat mengurangi kemungkinan sapi mudah rebah akibat kekurangan Iodium.