Bibit itik serati mempunyai pertambahan bobot badan lebih bagus dibandingkan itik jantan biasa yang digemukkan ( ½ kg lebih berat dibandingkan itik jantan biasa yang digemukkan). Dibidang peternakan, bahwa ternak itik merupakan salah satu komoditi unggas yang mempunyai peran cukup penting sebagai penghasil telur dan daging untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah didapat. Di Indonesia, itik umumnya diusahakan sebagai penghasil petelur namun ada pula yang diusahakan sebagai penghasil daging. Peternakan itik didominasi oleh peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional di mana itik digembalakan di sawah atau tempat-tempat yang banyak airnya, namun dengan cepat mengarah pada pameliharaan/budidaya secara intensif yang sepenuhnya terkurung. Saat ini, pergeseran pola/sistem budidaya/pemeliharaan itik ini disebabkan oleh berkurangnya tempat penggembalaan antara lain karena makin intensifnya penanaman padi sawah, konvensi atau alih fungsi lahan persawahan menjadi daerah pemukiman dan industri. Selain itu juga karena meningkatnya kesadaran peternak untuk mencegah dan menularnya penyakit unggas seperti Avian Influenza. Dengan adanya, pegeseran ini menunjukkan bahwa usaha peternakan itik bukan hanya sekedar sambilan akan tetapi sudah memiliki orientasi bisnis yang diarahkan dalam suatu kawasan, baik sebagai cabang usaha maupun sebagai usaha pokok, karena mengusahakan budidaya itik cukup menguntungkan dan dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan keluarga. Untuk hidup sehat diperlukan bahan pangan dengan zat gizi karbohodrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jenis bahan pangan yang dimakan terdiri dari bahan pangan asal nabati dan hewani. Dalam hal ini, bahan pangan hewani mengandung zat gizi esensial yang lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Bahan pangan hasil ternak seperti daging merupakan sumber protein hewani. Dimana protein hewani mengandung asam amino esensia (yang tidak dapat dibuat oleh tubuh) yang lengkap dan seimbang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama bagi pertumbuhan dan fungsi susunan syaraf. Dalam hal ini, bahwa manusia betul-betul membutuhkan makanan yang dapat memenuhi gizi untuk dapat tumbuh yang sehat sehingga menghasilkan manusia yang berkualitas. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh manusia yaitu daging itik yang mempunyai kandungan protein hewani sehingga manusia yang mengkonsumsinya dan diharapkan dapat memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Saat ini, bibit itik pedaging yang baik yaitu menggunakan bibit itik serati yang merupakan hasil kawin silang antara Entog Jantan dengan Itik Betina dapat menghasilkan itik pedaging yang berkualitas tinggi. Itik serati untuk pedaging telah diproduksi secara komersial di beberapa negara Asia, akan tetapi di Indonesia itik tersebut belum berkembang secara komersial. Akhir - akhir ini perkembangan itik pedaging di Indonesia semakin meningkat sejak peternak menggemukkan itik jantan sebagai itik pedaging dan menjualnya dengan harga baik. Saat ini banyak restoran di beberapa kota menyediakan daging itik yang telah masak dengan menggunakan berbagai macam macam bumbu. Penampilan Itik Serati tumbuh lebih cepat dibandingkan itik jantan yang digemukkan. Itik Serati pada umur 8 minggu mencapai bobot badan 1,8 kg sedangkan itik jantan yang digemukkan hanya 1,3 kg atau itik serati tumbuh ½ kg lebih berat dibandingkan itik jantan yang digemukkan. Begitu pula penggunaan pakan itik serati jauh lebih baik dibandingkan itik jantan yang digemukkan. Disamping itu, itik serati hanya membutuhkan 3,29 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg bobot badan dibanding itik jantan yang digemukkan membutuhkan pakan sebanyak 4,24 kg. Dari hasil penelitian tentang itik serati menunjukkan bahwa daging dadanya lebih banyak dibandingkan dengan daging itik biasa. Selain itu, daging itik serati juga tidak berbau amis. Penulis : Sri Hartati (Pusat Penyuluhan Pertanian ) email : tatik3454@yahoo.com Sumber : 1) Folder Pedoman Budidaya Itik Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice), Direktorat Jenderal Peternakan 2008; 2) Foder/Leaflet Itik Serati, Balai Penelitian Ternak - Bogor; 3) id-id.vi-vn.connect.fa..(7/7 2011)}