Loading...

BIBIT SAPI CHAROLAIS

BIBIT SAPI CHAROLAIS
Salah satu faktor untuk mendapatkan produktivitas sapi adalah penyediaan bibit sapi yang memenuhi standard, baik dari jenisya maupun dari kualitas fisik dan genetiknya yang akan diusahakan oleh peternak. Begitu juga untuk pengembangan sapi potong Charolais diperlukan persiapan bibit sapi yang baik. Jenis sapi charolais adalah merupakan pengembangan di wilayah charolais yang berada di Perancis, telah dikenal di Amerika Serikat untuk silangan dengan jenis British untuk produksi dari pasar ternak. Ukuran lebih besar, peningkatan keuntungan, dan urat yang padat dari charolais asli Perancis dan menghasilkan peranakan yang baik dari silangan dengan jenis yang diharapkan namun tidak bertalian membuat peningkatan popularitas dari jenis ini. Banyak dari charolais Amerika. Sungguhpun daerah tersebut pembawa yang sangat penting dari darah Brahma, dengan hubungan penurunan dalam ukuran tingakat keuntungan, dan pusat terpenting di Perancis, charolais adalah jenis ternak pedaging terpenting di Eropa. Standard umum mutu bibit sapi charolais yang perlu diperhatikan adalah : 1. Sapi bibit yang dimasukkan harus mempuyai syarat keterangan mengenai derajad kemurnian ternak tersebut yang dikeluarkan oleh Assosiasi Breedesejenis atau badan-badan permintaan/semi pemerintah/swasta yang berwenang. 2. Sapi bibit harus sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti; cacat mata kebutaan), tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya. 3. Semua sapi bibit betina harus bebas dari cacat alat reproduksi, abnormal ambang serta tidak menunjukkan gejala kemandulan. 4. Sapi bibit jantan harus siap sebagai pejantan serta tidak menderita cacat pada alat kelaminnya. Sedangkan standard khusus yang perlu diperhatikan untuk penyediaan bibit sapi charolais adalah sebagai berikut; 1. Sifat Kualitatif Warna : Warna putih atau kekuningan Tanduk : Ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk Bentuk badan : Ukuran tubuh besar badan kompak dan padat 2. Sifat Kuantitatif 2.1. Tinggi badan a. Betina : 120 cm b. Jantan : 130 cm 2.3 Umur ternak a. Betina : 18 sampai 30 bulan (maks ganti gigi 2 ps) b. Jantan : 30-36 bln (mi ganti gigi 2 ps, maks ganti gigi 3 ps 2.4 Berat badan a. Betina : minimal 300 kg b. Jantan : minimal 350 kg Dalam pemilihan bibit sapi charolais tersebut para peternak harus memperhatikan persyaratan umum maupun persyaratan khusus tentang bibit sapi charolais yang akan dipeliharanya. Tentunya peternak dapat mengambil atau membeli sapi charolais yang akan dipeliharanya dari beberapa sumber; a) dari sumber yang memasok bibit sapi charolais dan pihak pemerintah, b) dari sumber yang memasok bibit sapi charolais dari pihak swasta dan c) dari sumber yang memasok bibit sapi charolais dari perorangan. Darimanapun sumber bibit sapi charolais tersebut harus memperhatikan keadaan standar umum dan standar khusus. Jika bibit sapi charolais yang ada atau yang akan dibeli tidak memnuhi syarat seperti yang dijelaskan di atas, maka peternak jangan mau menerimanya lebih baik mencari sumber bibit sapi charolais dari tempat lain dengan bertanya kepada penyuluh pertanian atau instansi yang membidangi peternakan di daerah setempat. Berdasarkan data di lapangan menunjukkan bahwa sapi charolais banyak dipelihara dan berkembang di daerah Jawa, bukan berarti di daerah lain seperti di luar Jawa tidak ada yang memelihara sapi charolais, di daerah lain sapi charolais ada juga dipelihara oleh para peternak tetapi yang paling banyak adalah di daerah Jawa. Pada umumnya sapi charolais dipelihara untuk sapi potong karena bentuk badannya yang besar dan gemuk yang banyak berisi daging sehingga sangat cocok untuk dijadikan sapi potong. Untuk memudahkan mendapatkan bibit sapi charolais sebaiknya para peternak membentuk kelompok sehingga dari kelompok itu dikoordinir berapa kebutuhan bibit sapi charolais yang dibutuhkan oleh kelompok mereka sehingga dari jumlah itu dapat dilakukan pemesanan bibit sapi charolais ke sumber pembibitannya. Dengan jalan demikian bisa perwakilan kelompok datang ke tempat sumber pembibitan sehingga dapat melihat langsung bibit sapi charolais yang baik, dan bibit sapi charolais yang baik itu dapat dimintakan untuk segera dikirim kepada kelompoknya. Selain itu jika membeli secara kelompok maka harga bibit sapi charolais dapat di peroleh lebih murah bila membeli perorangan dengan jumlah bibit sapi charolais yang sedikit. Dalam hal ini para peternak sapi charolais yang sudah berpengalaman supaya melakukan kegiatan pembibitan sapi charolais, karena sapi charolais ini mempunyai bentuk badan yang besar, tinggi, umumnya berwarna putih dan kualitas daging yang baik. Sehingga sapi charolais ini sangat cocok untuk dibudidayakn dan dikembangkan di Indonesia sebagai ternak potong yang menguntungkan. Jika ketersediaan bibit sapi charolais cukup banyak, maka para peternak sapi potong akan mudah mengembangkan usaha peternakan dengan jenis ternak sapi potong charolais. Sehingga pengembangan dan pemeliharaan ternak sapi charolais tidak hanya berkembang dengan baik di daerah Jawa tetapi akan berkembang dengan baik juga di daerah lain di Indonesia. Oleh: Dr.H. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Sumber: Direktorat Ruminansia Direktorat Jenderal Peternaka, 2007, Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong yang Baik. Direktorat Bina Produksi Peternakan, 1991, Pedoman Standar Bibit Ternak Indonesia. Teddy, Cetiyis blogspoot.com