Pemberdayaan petani melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian dilaksanakan dengan pendekatan kelompok. Pendekatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga mereka dapat berkembang menjadi kelembagaan petani yang kuat dan mandiri yang diarahkan menjadi berbadan hukum. Guna meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dengan fokus dan basis kelompoktani Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melalui Pusat Penyuluhan melakukan gerakan pemberdayaan kelembagaan petani melalui Pertemuan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani yang akan berlangsung pada tanggal 13 – 16 April 2016 di Prime Hotel, Bandung.Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud peran Pemerintah dalam memfasilitasi dan memberdayakan kelembagaan petani seperti kelompok tani, gapoktan dan diarahkan menjadi kelembagaan ekonomi petani yang mandiri dan tangguh.Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani dibuka oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, didampingi oleh Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Barat dan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bandung serta Ketua Kelompok KTNA Pusat serta pejabat eselon III dan IV lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian. Peserta pertemuan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani sebanyak 102 pengurus kelembagaan petani yang yang terdiri dari 34 provinsi dan 68 kabupaten. Tujuan pelaksanaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani, antara sebagai berikut :1. Meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun strategi dan teknik peningkatan kapasitas kepemimpinan kelembagaan petani; 2. Mendapatkan masukan untuk perbaikan kebijakan peningkatan kapasitas kelembagaan petani. Materi yang akan disampaikan pada kegiatan ini antara lain : Kebijakan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan, Strategi Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani, Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompoktani di Lokasi Sentra Pangan, Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya, Programa Penyuluhan Pertanian, Karateristik Pimpinan Kelembagaan Petani yang Visioner, Persiapan Penyelenggaraan PENAS XV Tahun 2017 di Provinsi Aceh, Pemanfaatan Simluhtan dalam mendukung Peningkatan Kapasitas Petani. Selain pemaparan materi dilaksanakan juga kunjungan lapang ke Gapoktan/Poktan Al-Muklis, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemilihan kunjungan lapang ke Gabungan Gapoktan/KelompokTani AL-MUKLIS dikarenakan Gapoktan merupakan salah satu gapoktan sukses yang mandiri. Jenis usaha yang dimiliki oleh Gapoktam ini beragam antara lain Unit Pelayan Jasa Alsintan (UPJA), Gudang Gabah Pola Tunda Jual, Menampung Gabah Dari KelompokTani, Supplier beras Ke Toko dan Rumah makan, Pengolahan Pupuk Organik serta Kios Pupuk Organik serta pelatihan dan magang bagi petani/kelompok tani yang ingin mengembangkan usahanya. Setelah kunjungan lapang, peserta dibentuk menjadi 3 (tiga) kelompok yang diberikan tugas mandiri dan mempresentasikan tugasnya sebagai implementasi dari bimbingan teknis yang telah dilaksanakan.Penutupan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kelembagaan Petani dibuka dilaksanakan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, didampingi oleh Kepala Sub Bidang Informasi dan Materi serta Koordinator Penyuluh Pusat. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun strategi dan teknik peningkatan kapasitas kepemimpinan kelembagaan petani dan diperolehnya masukan untuk perbaikan kebijakan peningkatan kapasitas kelembagaan petani. (Nurlaily).