Loading...

Tanam Pindah Padi (Transplanting)

Tanam Pindah Padi (Transplanting)

1. Pengertian Tanam Pindah

Tanam pindah (transplanting) adalah metode penanaman padi dengan cara memindahkan bibit dari persemaian ke lahan sawah setelah bibit mencapai umur tertentu (biasanya 17–25 hari setelah semai).

2. Tujuan dan Manfaat Tanam Pindah

  • Memperkuat sistem perakaran tanaman.
  • Menghindari persaingan gulma di awal pertumbuhan.
  • Menghemat benih.
  • Mempermudah pengaturan jarak tanam yang seragam.
  • Meningkatkan hasil panen jika dilakukan tepat waktu dan dengan teknik yang benar.

3. Syarat Bibit Siap Tanam

  • Umur bibit: 17–25 hari setelah semai.
  • Tinggi bibit: ±15–20 cm.
  • Memiliki 2–3 helai daun.
  • Akar cukup kuat, tidak mudah rontok saat dicabut.

4. Persiapan Lahan Sebelum Tanam

  • Lahan harus sudah diolah (dicangkul/bajak dan diratakan).
  • Kondisi lahan harus berlumpur (lempung jenuh air).
  • Saluran irigasi dan drainase dipastikan berfungsi baik.

5. Teknik Tanam Pindah

  • Gunakan alat bantu seperti caplak/ajir untuk mengatur jarak tanam.
  • Jarak tanam umum: 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 20 cm (tergantung varietas).
  • Jumlah bibit per lubang tanam: 1–3 bibit.
  • Penanaman dilakukan secara tegak dan tidak terlalu dalam (±2–3 cm).

6. Keunggulan Sistem Tanam Pindah

  • Lebih efisien dalam penggunaan lahan semai.
  • Memungkinkan penjadwalan tanam yang lebih baik.
  • Tanaman tumbuh seragam dan mudah dalam pemeliharaan.

7. Kendala Umum

  • Kekurangan tenaga kerja saat musim tanam serempak.
  • Kerusakan akar saat pemindahan bibit.
  • Cuaca tidak menentu (misalnya hujan deras setelah tanam).

8. Tindak Lanjut Setelah Tanam

  • Menjaga ketersediaan air irigasi.
  • Pemupukan awal (dosis dan waktu sesuai rekomendasi BPP/Dinas).
  • Pengamatan rutin terhadap hama/penyakit dan pertumbuhan tanaman.

Materi by: Titin Nuryadin, S.P. (PPL Desa Waekecce'e)