Dalam menghadapi tantangan MEA ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam memperkuat sektor pertanian. Pertama, regulasi baik pusat maupun daerah yang pro pertanian. Kedua, infrastruktur pertanian di sentra produksi. Ketiga, program pembinaan. Kabinet Kerja telah menetapkan target pembangunan pertanian yang salah satunya adalah tercapainya swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai. Sasaran produksi yang harus dicapai pada tahun 2016 adalah produksi padi sebesar 76,23 juta ton, jagung sebesar 21,35 juta ton, kedelai sebesar 2,03 juta ton. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian berkewajiban untuk mendukung tercapainya target tersebut yang dilakukan dengan peningkatan efektivitas penyuluhan melalui pengawalan dan pendampingan. Pengawalan dan pendampingan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yang difokuskan untuk meningkatkan kemampuan teknis manajemen dan mengelola usahatani yang produktif sehingga menjadi kelembagaan tani yang kuat, mandiri dan handal.Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian melaksanakan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Petugas selama 4 (empat) hari pada tanggal 20 – 23 April 2016 di Hotel de Laxton Yogjakarta. Peserta pertemuan Bimtek berjumlah 99 orang Penyuluh Pertanian/Petugas yang yang menangani kegiatan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani dari 23 provinsi. Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Petugas ini dibuka dan diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian didampingi oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Yogyakarta, Kepala STTP Magelang di Jogjakarta serta pejabat eselon III dan IV lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian.Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah : Kebijakan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu melalui Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan, Strategi Pemberdayaan Petani dalam Membangun Sinergitas Pengembangan Kemitraan Kelembagaan Ekonomi Petani, Pengembangan Koperasi serta Usaha Kecil dan Menengah di Sektor Pertanian, Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani, Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya, Programa Penyuluhan Pertanian.Tujuan dari pelaksanaan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Petugas ini adalah untuk Meningkatkan pemahaman dan wawasan petugas dalam menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani dan menyamakan persepsi tentang konsep, strategi dan langkah-langkah penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani, Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya, Programa Penyuluhan Pertanian, Peningkatan Kinerja dan Motivasi Petugas. Selain pemaparan materi dilaksanakan pula Evaluasi Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan KEP Tahun 2015 dan diskusi kelompok Rencana Kerja Penumbuhan dan Pengembangan KEP melalui Dana Dekonsentrasi Penyuluhan Pertanian Tahun 2016 serta kunjungan lapang ke Kelompok Tani Agroindustri Aneka Jamur Sedyo Lestari.Selama kegiatan berlangsung, antusiasime peserta sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya tanggapan serta pertanyaan dari peserta selama diskusi. Selain itu banyaknya permintaan dari peserta untuk diadakannya kegiatan bimbingan teknis ini secara berkelanjutan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat terwujudnya kesamaan persepsi tentang konsep, strategi dan langkah-langkah penumbuhan dan pengembangan kelembagaan ekonomi petani sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kelembagaan ekonomi petani. (Nurlaily).