Loading...

Bimtek Harum Madu dalam Optimalisasi Lahan Pekarangan Poktan Motekar II Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut

Bimtek Harum Madu dalam Optimalisasi Lahan Pekarangan Poktan Motekar II Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut

PENDAHULUAN

Program Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu (Harum Madu) merupakan program yang ditujukan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara lebih produktif dan bermanfaat. Misalnya, dengan menanam berbagai sayuran, cabai, umbi-umbian, atau bahkan mengintegrasikannya dengan ternak skala kecil dan budidaya ikan sederhana.

Baru-baru ini, BPP Tarogong Kidul menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Harum Madu bersama Kelompok Tani (Poktan) Motekar II Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat mengoptimalkan pekarangan, mendukung kemandirian pangan, dan kesejahteraan keluarga.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Bimbingan Teknis Harum Madu diselenggarakan dengan tujuan utama yaitu untuk membekali anggota kelompok tani Motekar II dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola lahan pekarangan yang terbatas, sehingga tetap dapat menghasilkan secara optimal.

Kegiatan ini dihadiri oleh para anggota kelompok tani Motekar II, tokoh masyarakat, serta perangkat desa yang turut mendukung upaya optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Beberapa tanaman yang digunakan diantaranya cabai rawit, selada, terong ungu dan juga pakcoy. Sementara media yang digunakan adalah kotoran hewan dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 .

Penyuluh Pertanian BPP Tarogong Kidul turut serta memberikan pendampingan langsung kepada seluruh peserta, mulai dari pemilihan jenis tanaman yang sesuai, teknik budidaya yang baik, hingga cara mengelola hasil panen dengan efektif.

Manfaat Program Harum Madu di Garut diantaranya:

  • Meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, cabai, umbi-umbian, serta mengintegrasikan peternakan kecil dan perikanan sederhana.​
  • Memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui penjualan hasil panen, seperti daun bawang dan komoditas lainnya.​
  • Mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga di tingkat rumah tangga.​
  • Menumbuhkan ekonomi lokal dengan menciptakan pusat-pusat pemasaran hasil pertanian di desa.​
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lahan pekarangan secara mandiri dan berkelanjutan.​
  • Mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi dan mengendalikan inflasi daerah.​
  • Memperkuat gizi keluarga dan mengurangi kerentanan terhadap bencana pangan.​

Program Harum Madu telah diadopsi oleh hampir 80% desa di Kabupaten Garut, menunjukkan dampak positif yang luas bagi masyarakat setempat.