Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama yang memiliki peranan strategis dalam menunjang ketahanan pangan. Namun, dalam proses budidayanya, tanaman padi sering menghadapi berbagai gangguan organisme pengganggu tanaman, khususnya penyakit. Penyakit pada pertanaman padi dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menjadi bagian penting dalam sistem budidaya padi yang berkelanjutan.
Salah satu penyakit penting pada tanaman padi adalah penyakit blas. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang sangat merugikan karena dapat menyebabkan kehilangan hasil panen hingga mencapai 50%. Penyakit blas disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae yang menyerang berbagai bagian tanaman padi.
Penularan penyakit blas terjadi melalui spora cendawan yang mudah terbawa oleh angin, air, maupun percikan hujan. Infeksi dapat terjadi sejak fase pembibitan hingga fase menjelang panen, sehingga penyakit ini berpotensi menyerang tanaman pada hampir seluruh tahap pertumbuhan. Gejala serangan blas dapat muncul pada daun, leher malai, hingga batang, yang pada akhirnya menghambat proses pengisian gabah dan menurunkan produktivitas tanaman.
Serangan penyakit blas yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani. Selain menurunkan jumlah hasil panen, penyakit ini juga dapat menurunkan mutu gabah yang dihasilkan. Tanaman yang terserang berat berpotensi mengalami gagal panen, sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani dan ketersediaan beras.
Pencegahan dan pengendalian penyakit pada pertanaman padi harus dilakukan secara terpadu. Upaya pencegahan menjadi langkah utama yang lebih efektif dibandingkan pengendalian setelah penyakit berkembang. Pencegahan dapat dilakukan sejak tahap pembibitan dengan menjaga kebersihan lahan dan penggunaan benih yang sehat.
Pengendalian penyakit blas perlu dilakukan secara tepat dan berkelanjutan agar penyebaran penyakit dapat ditekan. Pengamatan secara rutin di lapangan sangat penting untuk mendeteksi gejala serangan sejak dini, sehingga tindakan pengendalian dapat segera dilakukan sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Selain penyakit blas, tanaman padi juga dapat terserang penyakit lain seperti penyakit tungro yang sama-sama berpotensi menurunkan hasil panen. Kehadiran berbagai jenis penyakit ini menunjukkan pentingnya penerapan pengelolaan tanaman padi yang sehat dan terintegrasi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
Penyakit pada pertanaman padi, khususnya penyakit blas, merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 50% apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit harus menjadi perhatian utama dalam budidaya padi. Dengan pengelolaan tanaman yang baik, pemantauan rutin, serta penerapan langkah pencegahan yang tepat sejak awal, risiko serangan penyakit dapat ditekan sehingga produksi padi tetap optimal dan kesejahteraan petani dapat terjaga.