PENDAHULUAN Sekam padi adalah lapisan keras yang membungkus karyopsis biji-bijian. Dalam proses penggilingan biji-bijian, sekam akan terpisah dari butiran beras dan menjadi bahan limbah atau limbah penggilingan. Dari proses penggilingan, dihasikan 20-30% sekam, 8-12% dedak dan 52% gabah. Jika hasil pembakaran sekam padi tidak digunakan, maka akan menimbulkan masalah lingkungan. Menurut Badan Pusat Statistik (2011), Indonesia memiliki lahan sawah seluas 12,84 juta hektar yang menghasilkan beras sebanyak 65,75 juta ton. Limbah yang dihasilkan dari sekam padi adalah 8,2-10,9 ton. Potensi limbah yang besar perlu dioptimalkan pemanfaatannya tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar konvensional saja, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai pembenah tanah yang disebut Biochar. Biochar atau biasa disebut arang adalah produk yang dihasilkan ketika limbah biomassa dipanaskan tanpa udara atau dengan udara yang sangat sedikit. Proses pembuatannya sering disebut pyrolysis. Bahan baku yang biasa digunakan adalah sampah biomassa yang tidak dimanfaatkan seperti: sekam padi, tongkol jagung, kulit buah kakao, cangkang kemiri, kulit kopi, limbah gergaji kayu, ampas daun minyak kayu putih, ranting kayu seperti pada limbah sisa pakan ternak, tempurung kelapa, dan lain sejenisnya. Biochar sudah terbukti sangat bermanfaat sebagai bahan pembenah tanah dan meningkatkan kualitas lahan pertanian, mampu mengurangi sampah biomassa, dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti briket, dan dapat meningkatkan pH tanah atau mengurangi tingkat keasamaan tanah. Aplikasi biochar di lahan pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani dengan hasil panenan yang meningkat dan mengurangi pencemaran tanah dan air akibat pencucian pupuk di tanah juga memperbaiki kondisi tanah yang sudah jenuh dengan pemakaian pupuk kimia. Sementara penggunaan sebagai bahan bakar briket dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap pembakaran kayu bakar dan mengurangi penggunaan kayu yang digunakan pada tungku tradisional. MANFAAT BIOCHAR Biochar merupakan salah satu solusi cepat untuk mengurangi pengaruh pemanasan global yang berasal dari lahan pertanian dan juga merupakan salah satu alternative untuk mengelola limbah pertanian dan kehutanan. Meningkatkan produksi tanaman padi sebesar 1,3 ton/ha, hasil penelitian di Kabupaten Merauke (Widiastuti 2014) Meningkatkan simpanan karbon dalam tanah, karena biomassa yang dibakar mengandung karbon tinggi. Sebagai bahan ameliorant tanah memiliki prospek yang cukup baik Menurunkan kemasaman tanah dan meningkatkan ketersediaan hara serta mengikat hara supaya tidak mudah hanyut dibawa air. Pada lahan dengan kemasaman tinggi atau pH sekitar 3-5 bila diberi biochar maka pH akan meningkat, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan bila diberikan di daerah yang kurang air atau hujannya hanya sedikit, biochar dapat mengikat air yang terbatas tersebut sehingga lebih tersedia bagi tanaman. PROSES PEMBUATAN BIOCHAR Proses pembuatan arang sekam dapat dilakukan dengan menggunakan retortkiln atau dengan system drum terbuka Langkah langkah pembuatan arang sekam dengan menggunakan retort kiln adalah sebagai berikut Masukkan sekam kedalam drum setengah bagian sambil dipadat kan dan beri sedikit minyak tanah lalu bakar dengan memasukkan api kedalam pipa yang berada di dalam drum Masuk kan kembali sekam sampai drum terisi penuh Kemudian sekam dibakar melalui lubang silindris dengan menggunakan pematik seperti koran bekas/ranting daun, pembakaran dapat dengan mudah berlangsung karena sekam dalam keadaan kering, di samping itu karena udara yang masuk kedalam drum melalui mulut tungku naik keatas sehingga proses pembakaran menjadi Sekam yang terbakar sedikit demi sedikit akan jatuh kebawah sambil dibalik-balik sehingga menjadi arang sekam Arang sekam yang telah berwarna hitam dikeluarkan menggunakan sekop Arang sekam tersebut disiram dengan air bersih, supaya arang sekam tadi tidak menjadi abu Jemur arang sekam supaya kering, kemudian masukkan kedalam karung/plastik dan siap Setelah arang terbentuk merata, lakukan penyiraman dengan air supaya pembakaran tidak berlangsung terus yang dapat berpotensi menjadi Proses pembakaran dengan drum bisa matang dalam waktu 2 jam sehingga lebih Jika menggunakan metode tertutup dengan menggunakan drum retort kiln maka prosesnya bisa menjadi lebih cepat dan tidak membutuhkan tenaga kerja untuk proses pengadukan. Proses pembakaran dengan drum bisa matang dalam waktu 2 jam sehingga lebih cepat. Penyusun: Nasriati Sumber : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat (Agrokreatif)