Biochar Sekam Padi Meningkatkan Kesuburan Lahan Sawah Lahan yang subur setidaknya harus memenuhi tiga aspek, yaitu subur secara biologis, subur secara kimia, dan subur secara fisik. Lahan yang subur secara biologi dicirikan oleh kemampuan tanah menyediakan unsur-unsur penting (terutama nitrogen, fosfor dan kalium) untuk pertumbuhan tanaman melalui tindakan organisme hidup (bakteri, serangga, jamur) yang memiliki keterkaitan kompleks satu sama lain dan mengurai limbah tanaman atau hewan. Lahan yang subur secara kimia artinya adanya reaksi kimia dan biokimia dalam tanah yang mempengaruhi ketersediaan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, dan potensi dampak lingkungan yang terkait dengan pemupukan anorganik dan organik, terutama dengan nitrogen dan fosfor. Sedangkan lahan yang subur secara fisik sekurang-kurangnya terlihat dari struktur dan tekstur tanah. Kondisi tanah yang subur secara fisik dapat terlihat dari adanya pori tanah yang dapat ditempati oleh air dan udara, kemampuannya memegang air yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman, dan kemampuannya dalam merembeskan air dalam kondisi jenuh. Kesuburan tanah dapat dipertahankan dengan menggunakan bahan pembenah tanah salah satunya adalah biochar, yaitu arang hayati yang dibuat melalui proses dekomposisi kimia menggunakan pemanasan dengan suhu tertentu dengan oksigen terbatas (pyrolysis atau thermolysis). Biochar berupa padatan karbon (arang) yang digunakan untuk menekan kehilangan unsur hara yang dapat menjadi bahan pencemar air. Biochar berperan mengikat unsur hara di dalam tanah sehingga nutrisi yang dibutuhkan tanaman tetap tersedia. Dengan demikian, unsur hara tidak akan terbawa oleh hujan melalui mekanisme erosi atau tercuci karena larut dalam air. Biochar juga dapat menyerap polutan di danau, waduk, saluran irigasi. Biochar efektif dalam pembentukan hubungan asimbiotik antara jamur mikoriza dan tanaman serta peningkatan jumlah ragi yang berasosiasi dengan akar dan Trichoderma spp. Selain itu, aplikasi biochar meningkatkan kelimpahan dan mengubah komposisi mikroorganisme pengoksidasi amonia. Hasil penelitian di Jepang yang dilakukan di Jepang oleh Dr. Shohei Ebe dan Dr. Takashi Ano menemukan bahwa biochar sekam padi mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan menemukan adanya hubungan antara mikroba tanah. Hasil penelitian Lestari (2022) di Jambi telah membuktikan bahwa pemanfaatan biochar yang dibuat dari sekam padi yang diterapkan di lahan sawah menunjukkan meningkatnya ketersediaan unsur hara N bagi tanaman sehingga hasil produksi dan produktivitas padi meningkat. Hasil penelitian lain telah menunjukkan pemberian biochar berbahan dasar sekam padi dengan dosis 25 ton/ha menghasilkan produksi padi sawah tertinggi dari pada pemberian dosis lainnya. Cara Membuat Biochar dari Sekam Padi Pembuatan biochar dari sekam padi dapat dilakukan dengan cara mudah dan murah menggunakan sistem drum terbuka. Caranya: Masukkan sekam padi ke dalam drum sebanyak setengah bagian, lalu padatkan dan beri sedikit minyak tanah. Masukan api ke dalam pipa yang ada di dalam drum. Masukkan kembali sekam padi sampai seluruh drum terisi dengan bahan organik tersebut. Bakar sekam lewat lubang silindris dengan menggunakan pemanting berupa ranting daun atau koran bekas. Proses pembakaran harus dalam keadaan kering. Pastikan membalik sekam agar pembakaran merata. Aram sekam yang sudah berwarna hitam bisa dikeluarkan dari drum menggunakan sekop. Keluarkan dengan hati-hati. Kemudian, siram sekam dengan air bersih agar sekam yang sudah dibakar tidak menjadi abu. Jemur arang sekam sampai kering. Setelah kering, masukkan arang ke dalam karung atau plastik.