[ ] Pekarangan merupakan lahan disekitar rumah dengan batas pemilikan yang sudah jelas baik dipagar maupun tidak dipagar. Pekarangan dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya apabila dimanfaatkan dengan baik. Dengan pemanfaatan pekarangan suasana akan terlihat lebih hijau dan asri, dapat juga digunakan untuk menyalurkan hobi bercocok tanam. Selain itu hasil dari pemanfaatan pekarangan dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga dan dapat digunakan untuk usaha produktif yang memberikan keuntungan ekonomi. Oleh karena itu Pemerintah melalui Kementrian Pertanian mengimplementasikan program Ketahanan Pangan Kementan tersebut melalui Gerakan Percepatan Optmalisasi Pekarangan dan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). M-KRPL merupakan percontohan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan. Selain tujuan ekonomis , estetika dan pemenuhan gizi keluarga , M-KRPL juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, tanaman obat, pemeliharaan ternak, ikan. KRPL dilakukan pada satu komunitas masyarakat yang lokasinya saling berdekatan satu sama lain seperti dalam satu RT/RW/Perumahan/Kelompok Dasawisma dll. Selain itu KRPL juga dapat dilakukan di lingkungan perkantoran. Sebagai contoh pemanfaatan pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari dilingkungan perkantoran adalah replika Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BKP dan P4K Kab. Rembang. Sudah sekitar 1 tahun ini suasana lingkungan di Kantor BKP dan P4K Kab. Rembang terlihat lebih hijau dan lebih asri. Model KRPL yang ada di BKP dan P4K mewakili kategori luas pekarangan Strata 3 yaitu lebih dari 400m2. Selain budidaya tanaman hortikultur sayur dan buah, pemanfaatan pekarangan di BKP dan P4K juga dilakukan dengan budidaya perikanan darat dengan media kolam terpal. Berbagai contoh rancang bangun M-KRPL bisa dilihat di lingkungan BKP dan P4K, mulai dari rancang bangun kreasi rak vertikultur baik dari bambu maupun talang, kreasi bangunan bambu untuk tanaman merambat sebagai gapura (para-para), kreasi wadah untuk tanam sayuran dalam pot, kreasi penemparan tanaman di pekarangan, kreasi optimalisasi kolam ikan, serta kreasi aneka komoditas tanaman yang di tanam. M-KRPL yang pernah di kunjungi oleh Bupati Rembang H. Moch Salim opada tanggal 27 Maret 2013 ini rencananya akan di launcing pada pertengahan bulan Mei 2013 oleh Wakil Bupati Rembang bersamaan dengan Ulang Tahun BKP dan P4K Kab. Rembang. Selain di lingkungan Kantor BKP dan P4K Kab. Rembang, replika M-KRPL juga ada di lingkungan Balai Penyuluhan di masing-masing kecamatan. Sebagai bentuk aplikasi pemanfaatan pekarangan yang di kampanyekan oleh BKP dan P4K. Harapannya, dengan adanya replika KRPL di wilayah kecamatan, masyarakat khususnya anggota kelompok tani mampu mengadaptasi M-KRPL di lingkungannya masing-masing. Dimulai dari lingkungan rumah kemudian meluas sampai ke lingkungan desa, M-KRPL selain dapat menghijaukan dan mengasrikan lingkungan, KRPL juga dapat digunakan sebagai lumbung pangan masyarakat. Dengan demikian pola konsumsi pangan masyarakat juga akan lebih baik karena sumber Daya Manusia yang berkualitas memerlukan makanan yang bergizi tinggi dan lengkap untuk menjalankan aktifitas secara aktif dan produktif. Pangan bergizi seimbang tidak harus mahal tapi bisa diperoleh dari memanfaatkan pekarangan kita.