Loading...

BP2KP CILACAP PERTAJAM FUNGSI PENYELENGGARAAN PENYULUHAN MELALUI PERTEMUAN TEKNIS

BP2KP CILACAP PERTAJAM FUNGSI PENYELENGGARAAN PENYULUHAN MELALUI PERTEMUAN TEKNIS
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Untuk lebih lebih mempertajam fungsi penyelenggaraan penyuluhan dalam meningkatkan pelayanan kepada pelaku utama dan pelaku usaha menuju terwujudnya produktivitas usaha tani dan pendapatan petani yang lebih baik, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap melalui Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan menyelenggaraan Pertemuan Teknis Penyuluh bidang Peternakan, Pengolahan Hasil, Kehutanan, Perikanan dan Bidang Pertanian. Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara berkala tertsebut, untuk tiap-tiap bidang pertemuan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, bertempat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Propinsi Jawa Tengah di Cilacap. Untuk bidang Peternakan dilaksanakan 2-3 April 2012, Pengolahan Hasil 4-5 April 2012, Kehutanan 9-10 April 2012 dan bidang Perikanan berlangsung pada tanggal 11-12 April 2012. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito, M.Si, ketika membuka Pertemuan Teknis Penyuluh tersebut menyatakan, kegiatan yang didukung dana APBD Pemerintah Kabupaten Cilacap Tahin 2012 ini dilaksanakan melalui program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, sebagai perwujudan tanggung jawab pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan. Ir. Sujito, M.Si, menyatakan target utama pembangunan pertanian secara luas difokuskan pada 4 sasaran yang meliputi 1. Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan, 2. Penigkatan Diversifikasi Pangan, 3. Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan Ekspor, serta 4. Peningkatan Kesejahteraan Petani. Pencapaian Swasembada untuk komoditas kedelai sebesar 2,7 juta ton Gula 5,7 ton dan daging sapi 0,55 juta ton pada tahun 2014, sedangkan swasembada Berkalanjutan untuk produksi padi sebesar 81,70 ton (surplus 10 juta ton beras), dan jagung 29 juta ton pada tahun 2014. Peningkatan Diversifikasi Pangan melalui kegiatan kampanye Penganeka Ragaman Pangan dengan sasaran penurunan konsumsi beras minimal sebesar 1,5 persen pertahun, penganekaragaman pangan berbazis sumberdaya lokal dan peningkatan keamanan pangan. Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan Ekspor, antara lain dengan peningkatan produk olahan yang diperdagangkan dan pengembangan tepung-tepungan untuk mensubtitusi 20 persen gandum. Sementara itu, peningkatan kesejahteraan petani yang menjadi target ke 4 dengan sasaran pendapatan perkaipita pertanian 7,93 juta pada tahun 2014. Di bidang perkebunan, program One Village One Product (OVOP) telah menetapkan Kabupaten Cilacap dengan luas potensi tegalan/kebun seluas 45 213 Ha, pekarangan 32.920 Ha,perkebunan 9.579 Ha sebagai kawasan pengembangan tanaman kelapa dan sabutret sebagai produk unggulan. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito, M.Si, menegaskan, hal tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyediaan materi penyuluhan kepada pelaku utama dan pelaku usaha. Sedangkan di bidang Perikanan, program Minapolitan dilaksanakan sebagai terobosan untuk mendukung program nasional yaitu Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar di dunia pada tahun 2014. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani nelayan, Kabupaten Cilacap telah ditetapkan sebagai lokasi Kawasan Minapolitan, selain minapolitan berbazis perikanan tangkap di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan, juga kawasan minapolitan budidaya, meliputi Kecamatan Sampang, Maos, Wanareja, Majenang, dan Dayeuhluhur. (AP)