Sesuai dengan surat Gubernur Propinsi Sumatera Selatan No. 002.6/0852/X/2011. tanggal 18 maret 2011 tentang penilaian penghargaan " Citra Abdi Bakti Tani " kepada Unit Kerja Pelayanan Publik Berprestasi di bidang pertanian (UKP). Di dalam surat tersebut ada 7 UKP yang masuk dalam nominasi penilaian tingkat Propinsi, termasuk diantaranya BP3K Celikah Kab. OKI. Sumsel. Tentunya dengan khabar tersebut seluruh penyuluh Kab OKI menyambut baik, turut berbangga hati dan mendo'akan agar nanti apabila Kepala BP3K menyampaikan paparan di Propinsi diberikan kelancaran dan sukses meraih juara.amiiiiin. Kepala BP4K OKI. Ibu. Drh.sumarmi mengatakan kepada penulis, merasa yakin kepada Sdr.Mgs.Zainal Abidin selaku kepala BP3K Celikah OKI yang sudah cukup banyak pengalaman dibidang penyuluhan, sehingga tidak ada keraguan dan Insyaallah akan berhasil meraih prestasi. BP3K Celikah Kab OKI adalah BPP Model tahun 2010, mempunyai lahan seluas 3 ha, 1 ha lahan sawah dan 2 ha lahan kering. Pada lahan tersebut telah diusahakan tanaman padi, sayuran, jagung, toga, kolam ikan, peternakan sapi, peternakan kambing, itik serta tanaman kelapa sebagai pagar pembatas. Dalam melaksanakan tugas harian Kepala BP3K dibantu seorang petugas Tata Usaha dan 6 orang Klp Jabatan Fungsional (KJF) sesuai dengan bidang subsektornya masing-masing, sedangkan tenaga Penyuluh lapangan yag ada berjumlah 26 orang, terdiri dari penyuluh PNS 9 orang, penyuluh THL-TB = 5 orang, penyuluh Honorer = 7 orang, penyuluh Swakarsa = 3 orang dan penyuluh TKS = 2 orang. Jumlah Kelompok Tani binaan adalah = 127 Klp dan Gapoktan = 21 klp, dari 21 gapoktan yang sudah mendapatkan PUAP adalah 9 gapoktan. Selain kelompok tani dan gapoktan yang manjadi binaan BP3K Celikah tersebut diatas, juga ada kelompok tani perikanan, diantaranya ada 5 Desa (14 Klp) kelompok Perikanan " POKMAMAN", dan 2 Desa ( 4 klp ) Klp perikanan pengolahan. Kelompok Penerima Manfaat (POKMAMAN) yang dibentuk berdasarkan bantuan proyek Sustainable Aquaculture For Food Security and Poverty Reduction/ SAFVER (Pengambangan Budidaya Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan pengurangan kemiskinan ) yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kab OKI dan dibiayai oleh Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank / ADB ). Kerjasama BP3K Celikah dengan pihak ketiga adalah : Kerjasama Penelitian dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Tempat praktek Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Islam OKI. Pertukaran informasi dengan rumah pintar Kayu Agung. Kerjasama dengan media cetak dan media elektronik. Tempat PKL Siswa SMK Pertanian Lempuing Jaya. Prestasi BP3K Celikah. Tahun 1991, terpilih sebagai peseta program Pemuda Magang di Jepang selama satu tahun. Tahun 1993, Studi Banding ke Negara Thailand karena karena mendapatkan penghargaan dari Balai Penelitian atas keberhasilan peningkatan produksi padi. Tahun 1994, terpilih menjadi Pemuda Tani Teladan tingkat Nasional atas nama Heri Nasution ke Istana Negara. Tahun 2010, Juara I (satu) Lomba Buah Durian Tingkat Nasional, yang berasal dari wilayah kerja BP3K Celikah . Tahun 2010, dan 2011, ditunjuk menjadi BP3K Model. Langkah-langkah yang telah dilaksanakan BP3K Celikah dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat tani adalah : Menata, menginventarisasi dan menumbuh kembangkan kelembagaan yang ada di tingkat desa / wibi, dari mulai Klp Tani, Klp Wanita Tani, Gabungan Klp Tani (Gapoktan) da Posluhdes. Melakukan Penyuluhan melalui Gerakan Bersama diantaranya : Vaksinasi ayam, pemberantasan hama ulat bulu dan penyusunan RDK/RDKK, RUA, RUB, dan RUK. Melaksanakan kaji terap dan percontohan di lokasi BP3K oleh kelompok tani Melaksanakan kursus tani Memfasilitasi layanan informasi dan konsultasi bagi masyarakat tani Melaksanakan forum-forum penyuluhan (rembuk, koordinasi dan musyawarah) Memfasilitasi kerjasama dalam hal penelitian Permasalahan BP3K Celikah Rendahnya sumber daya manusia petani/petugas Rendahnya pengetahuan, keterampilan dan sikap Kurangnya koordinasi dalam penyelenggaraan penyuluhan di lapangan antar dinas terkait Kurangnya informasi teknologi pertanian sesuai kebutuhan petani Terbatasnya sarana dan prasarana pertanian Terbatasnya anggaran pembiayaan penyuluhan pertanian Terbatasnya sarana permodalan Moto : Penyuluh siap melayani petani kapan dan dimana saja. Janji layanan :Penyuluh siap mengubah pengetahuan, keterampilan dan sikap petani menuju peningkatan kesejahteraan. (Penulis : Ridwan Heryadi, SP, Penyuluh Pertanian Kab.OKI)