Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memimpin langsung kegiatan Penanaman Pohon Serentak, pada Hari Kamis Tanggal 07 Maret 2024. Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc berada di lokasi acara, Mangrove Education Centre Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Wakil Bupati Bengkalis juga mengikuti acara Penanaman Pohon Serentak Se-Indonesia, sempena Hari Bakti Rimbawan Ke-41. Plh. Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPP) Kecamatan Bukit, Maryanto, A.Md turut hadir di Lokasi Acara. Kedatangan Ibu Menteri disambut oleh Wakil Bupati Bengkalis bersama undangan dan komunitas lingkungan. Ikut bersama Menteri LHK tersebut Frank Zacharias Robin Goldsmith, Minister Of The State For Overseas Territories, Commonwealth, Energy, Climate And Environment And Climate UK, Mrs. Medelaine Lucy Anne, Direktur Utama P.T. Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama P.T. RAPP Sihol Aritonang, Sekjen dan Dirjen dari KLHK RI. Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Bengkalis menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ibu Menteri LHK bersama rombongan, sembari menyampaikan kondisi geografis dan geologis Kabupaten Bengkalis. “Dapat kami sampaikan kepada Ibu Menteri, 69,85% atau lebih kurang 603.747,97 hektar dari luas Kabupaten Bengkalis saat ini masih merupakan kawasan hutan. Dan 30,15% atau 260.561,11 hektar lainnya merupakan area penggunaan lainnya (APL). Maksudnya, dari luas wilayah tersebut masih terdapat beberapa persoalan di dalamnya. Pertama masih banyak pemukiman yang berada dalam kawasan hutan, kedua masih banyak fasilitas khusus dan fasilitas umum berada dalam kawasan hutan. Kondisi ini tentunya sangat menghambat kami Kabupaten Bengkalis dalam pembangunan ekonomi secara umum termasuk realisasi investasi.” Ucap Pak Wabup. “Kabupaten Bengkalis juga termasuk daerah yang rawan karhutla, karena wilayah kami didominasi oleh lahan gambut. Karakteristik kedalaman gambut di tiap kecamatan bervariasi, mulai dari 0,75 meter sampai lebih dari 2,5 meter.” Imbuhnya. Permasalahan besar lainnya sambung Wabup, terkait lingkungan adalah abrasi. Sebagian besar Pantai Pulau Bengkalis maupun Pantai Pulau Rupat, mengalami abrasi dengan pengikisan daratan terus terjadi. Apabila tidak ditangani secara cepat tentunya akan berdampak pada bergesernya batas wilayah Republik Indonesia. Kabupaten Bengkalis termasuk daerah terluar, artinya merupakan perbatasan negara. “Penanaman bakau atau mangrove terkendala gelombang laut, tentunya harus dibangun pemecah ombak terlebih dahulu. P.T. Pertamina Bersama komunitas lingkungan lainnya ikut membantu Pemda dalam menanam bakau dan menjaga kelestarian lingkungan. Wilayah bagian selatan seperti di Desa Pangkalan Jambi ini, mangrovenya dapat tumbuh subur.” Ujar Wabup. “Atas semua permasalahan lingkungan yang ada, kami berharap kebijakan Pemerintah Pusat terkait hal tersebut.” Pungkasnya.