Loading...

Bpp Bukit Batu Mengikuti Penas Di Padang

Bpp Bukit Batu Mengikuti Penas Di Padang
UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Kecamatan Bukit Batu menghadiri Pekan Nasional (Penas) XVI Tahun 2023. Kepala BPP Zuldayanti, S.Pt, Penyuluh Pertanian Lapangan serta Staff berada di lapangan Lanud Sutan Syahrir, Padang, Sumatera Barat. Penas ke-XVI KTNA mengusung semangat Memantapkan Penguatan Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Berkelanjutan. Pantauan di hari pertama, terlihat sejumlah tenda berdiri megah, menampung peserta Penas. Panggung utama paling besar dan kokoh, sebagai tempat pengisi acara. Ribuan peserta seluruh Indonesia berkumpul di bawah tenda di sepanjang lapangan landasan udara. Acara dimulai pada Pukul 09:00 WIB, diawali dengan penampilan drumben gabungan TNI, Polisi dan IPDN. Berikutnya tarian kolosal mengenai sejarah Pertanian dan Nelayan Indonesia ditampilkan. Rangkaian acara tersebut berkelindan dengan kegiatan pameran pembangunan pertanian, pameran hasil-hasil agribisnis, serta expo produk kemasan pertanian. Penas XVI resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Beliau menyampaikan terima kasih atas kerja keras petani Indonesia yang telah memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman dan krisis global. Menurutnya, peran pertanian sangatlah besar terutama dalam membuka lapangan kerja serta memperkokoh ekonomi Indonesia. Dalam kesempatan ini, Pak Menteri juga mengajak organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasinya dalam mengantisipasi berbagai tantangan swasembada pangan. Menurutnya, petani dan nelayan adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan di KTNA. "Kita sebaiknya membuat berbagai gagasan baru dan juga terobosan-terobosan tepat guna. Gelaran Penas ini, bisa menjadi jawaban berbagai tantangan yang tengah dihadapi oleh sektor pangan Indonesia. KTNA dan Kementan sepatutnya memperkuat jalinan kerjasama.” Imbuhnya. Penas Tahun 2023 terasa begitu istimewa, sebab diadakan di Padang, Sumatera Barat. Sumbar terkenal dengan banyak tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, daerah asal penulis terkenal, Hamka, juga menyimpan berbagai lokasi rekreasi dengan pemandangan yang indah. Maka peserta Penas dari seluruh Indonesia, bisa berjalan-jalan tamasya selama Penas berlangsung. Rancak Bana!