BPP DAHA UTARA ADAKAN SYUKURAN PANEN PADI APUNG BERSAMA PAMAN BIRIN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN DI DESA HAMAYUNG KECAMATAN DAHA UTARA
Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat memiliki luas tanaman padi di rawa lebak yaitu 12.000-13.000 hektar namun tahun 2022 hanya bisa ditanam 4.000 hektar karena dilanda banjir dan tak kunjung surut dan cuaca buruk akibat pengaruh La Nina, sehingga banyak petani yang mengalami gagal panen bahkan mengalami gagal tanam. Menanggapi hal tersebut, BPP Daha Utara bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan berinovasi dan mencarikan solusi untuk para petani dalam mengembangakan bidang pertanian, salah satunya yaitu teknologi budidaya padi apung. Teknologi budidaya padi apung dimulai dengan melaksanakan persiapan yaitu pada bulan november dan melakukan penanaman di akhir desember 2022. Setelah melakukan beberapa proses budidaya akhirnya di tanggal 04 April 2023 BPP Daha Utara mengadakan syukuran panen padi apung bersama Paman Birin Gubernur Kalimantan Selatan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Ir. H. Syamsir Rahman, MS dan Drs.H.Achmad Fikry, M.AP Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan didampingi H. Muhammad Noor, SP Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Ir. H. Syamsir Rahman, MS dalam laporannya mengatakan inovasi padi apung ini menjadi salah satu gerakan dari Pemerintah Provinsi Kalsel agar lahan rawa yang terendam air supaya tetap produktif dan menambah lahan untuk dijadikan wadah bertanam. Beliau juga mengatakan padi apung ini merupakan solusi terbaik yang sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel, yaitu tetaplah terus menerus bercocok tanam hingga berhasil memanen tanpa bergantung dengan keadaan alam. Sementara itu Gubernur Kalsel mengajak masyarakat agar tidak berhenti berinovasi dalam mengembangkan pertanian yang ada. Gubernur Kalsel juga mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan manusia ilmu, sehingga hadirlah inovasi padi apung ini untuk memberikan solusi kepada petani agar bisa terus bercocok tanam di segala kondisi cuaca. BPP Daha Utara mengharapkan ini tidak hanya dikembangkan di Desa Hamayung tetapi juga bisa dikembangkan di Desa-Desa yang ada di Kecamatan Daha Utara dan di Kecamatan lain yang juga memiliki lahan rawa lebak. Mudah-mudahan inovasi ini bisa berlanjut dan bisa menjadi solusi panjang untuk petani di lahan rawa lebak dan Gayungpun bersambut, program ini digadang-gadang akan segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Hulu Sungai Selatan. Tim Penulis : BPP Daha Utara 1. Wahyudin Noor, SP 2. Farida Ulfah, Sp 3. Ekrimah