Loading...

BPP WILAYAH XI KABUPATEN BOGOR SUKSES MELAKSANAKAN PANEN PADI DEMPLOT BIOSAKA

BPP WILAYAH XI KABUPATEN BOGOR SUKSES MELAKSANAKAN PANEN PADI DEMPLOT BIOSAKA
Kamis (23/2/2023) telah dilaksanakan panen padi kegiatan Demplot Biosaka di Kelompoktani Sinar Cahaya Tani Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor seluas 1000 m² di lahan milik ketua kelompoktani sekaligus demonstrator Hamdan Bakri. Hadir dalam kegiatan panen Dede Sopyandi perwakilan penyuluh kabupaten, Junaedi perwakilan Bidang PPUP Distanhorbun, Jajang sebagai Koordinator Penyuluh BPP Wilayah XI, Mitra KSA BPS Kabupaten Bogor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Wilayah XI Kabupaten Bogor, POPT Kecamatan Sukamakmur, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS), serta kelompoktani yang ada di Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Varietas padi yang ditanam dalam kegiatan demplot yaitu Variteas Cakrabuana. Varietas Cakrabuana merupakan varietas super genjah. Hasil perhitungan di lokasi demplot, umur tanaman Varietas Cakrabuana 92 hst, dengan jumlah rumpun 106, rata-rata jumlah anakan 12 dan jumlah bulir sempurna 58 butir/malai. Hasil ubinan didapatkan 3,38 kg Gabah Kering Pungut (GKP) setara dengan 54,08 ku/ha GKP atau 46,5 ku/ha Gabah Kering Giling (GKG). Kelompoktani Sinar Cahaya Tani merupakan salah satu kelompoktani yang ada di Desa Sirnajaya Lecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor dengan jumlah anggota sebanyak 96 orang dan luas lahan sawah 54,6 ha dengan komoditi unggulan padi dan manggis. Sedangkan luas lahan sawah Desa Sirnajaya adalah 418,89 ha dengan komoditas unggulan berupa padi, aneka sayuran, manggis, dan kopi. Biosaka itu sendiri bukanlah termasuk ke dalam pupuk organik akan tetapi biosaka merupakan bahan aktif yang berasal dari makhluk hidup yang dalam hal ini berupa tanaman (salah satunya jenis rumput) guna menyelamatkan alam dengan cara kembali ke alam. “Penggunaan biosaka selain murah/tidak memerlukan biaya, juga mudah dalam proses pembuatannya dan juga pengaplikasiannya”, terang Hamdan ketua Kelompoktani Sinar Cahaya Tani. Dikatakan murah atau tanpa biaya, dikarenakan bahan dan alat yang diperlukan semua sudah tersedia di alam (rumput) dan ada di lingkungan rumah (ember, botol plastik bekas, saringan) sedangkan dalam pengaplikasiannya, sama halnya pada saat petani melakukan penyemprotan pestisida, hanya perbedaannya adalah penyemprotan biosaka diarahkan keatas atau 1meter diatas tanaman dan bisa dilakukan pada saat tanaman berumur 10-14 hst dan dilakukan 14 hari sekali. Ulmi Atus Solikah sebagai PPL Desa Sirnjaya menambahkan, “ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam aplikasi biosaka ini antara lain pada saat pembuatannya dilakukan dalam keadaan atau suasana hati yang tenang dan senang serta penuh dengan keyakinan akan keberhasilan penggunaan aplikasi biosaka ini”. “Gerakan pembuatan dan pengaplikasian biosaka ini harus menjadi gerakan bersama dan masif serta di dukung oleh PPL, PPS, gapoktan, kelompoktani, dan petani yang ada di BPP Wilayah XI Kabupaten Bogor”, ujar Jajang Koordinator Penyuluh. “Selain itu juga BPP Wilayah XI bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor siap mendukung dan mensukseskan kegiatan ini”, Dede Sopyandi menambahkan. Penulis: Ulmi Atus Solikah, SP. Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPP Wilayah XI Kabupaten Bogor