Brigade Pangan adalah program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan ketahanan dan swasembada pangan nasional dengan memberdayakan generasi muda dan mengoptimalkan lahan. Program ini menciptakan kelompok petani modern yang berorientasi bisnis, mengelola lahan dengan teknologi, mendapatkan dukungan pendampingan, permodalan, dan akses pasar. Brigade Pangan menekankan perannya dalam menghidupkan lahan tidur, melatih petani milenial, dan memperkuat ekosistem pertanian modern dari hulu ke hilir.
Tujuan utama Brigade Pangan
- Meningkatkan produksi pangan: Dengan mengoptimalkan lahan tidur dan lahan subur untuk mencapai swasembada pangan.
- Memberdayakan generasi muda: Mendorong petani milenial (usia 19-30 tahun) untuk menjadi profesional pertanian modern yang terampil dan mandiri.
- Membangun ekosistem pertanian modern: Meliputi pengelolaan lahan, penerapan teknologi, distribusi hasil, hingga penguatan kelembagaan ekonomi petani.
Mekanisme dan dukungan
- Pembentukan kelompok: Petani mengajukan pembentukan Brigade Pangan melalui penyuluh dan perangkat desa, lalu kelompok tersebut didaftarkan ke Dinas Pertanian.
- Pendampingan intensif: Peserta mendapat bimbingan dan pelatihan dari penyuluh, serta pendampingan bisnis dari Kementan.
- Dukungan teknologi: Disediakan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, dan pestisida.
- Akses pasar: Diberikan akses untuk memasarkan hasil pertanian mereka secara profesional.
- Permodalan: Anggota tidak menerima gaji, melainkan modal usaha dari hasil pertanian yang dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan.
Dampak dan manfaat
- Ø Peningkatan kesejahteraan petani: Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan dan profesionalisme.
- Ø Ketahanan pangan nasional: Berkontribusi pada tujuan swasembada pangan nasional yang lebih cepat dan berkelanjutan.
- Ø Energi baru dalam pertanian: Membawa semangat, kreativitas, dan inovasi dari generasi muda untuk memajukan sektor pertanian.