Oleh : Lidia Nitasari Sunarto Putri, STP. Sawi hijau merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Selain karena mudah sekali didapatkan, sawi hijau juga memiliki banyak sekali khasiat serta manfaatnya. Dan dipasaran sendiri seperti di pasar swalayan ataupun pasar tradisional, sawi hijau memiliki harga yang murah meriah. Untuk membudidayakan sawi juga tidak sulit. Berikut tahapan budidaya sawi secara sederhana. Persiapan Lahan Menaman sawi bisa dilakukan pada lahan maupun dengan pot atau polybag. Bila ditanam dilahan perlu dibuatkan bedengan. Tanah diolah terlebih dahulu kemudian dibuat bedengan dengan ukuran : lebar bedengan 1 m, panjang bedengan mengikuti panjang lahan, jarak antar bedengan 50 cm. Satu minggu sebelum tanam aplikasikan pupuk organik padat pada lahan, kemudian tutup dengan mulsa plastic. Persemaian Untuk mendapatkan bibit yang baik, benih perlu disemai dulu. Tahap pertama dengan mengecam,bahkan benih dulu. Cara mengemcambahkan benih dengan merendam benih dalam air setelah keluar tunasnya kemudian disemai pada media tanah yang dicampur dengan pupuk organik padat pada kantong benih. Tunggu sampai bibit berdaun 5-7 kemudian siap dipindah tanam. Penananam Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, masing-masing tanam 1 bibit. Lakukan penyulaman bila dalam waktu 7-10 hari terdapat tanaman yang mati karena hama maupun penyakit. Perawatan Penyiangan dilakukan pada umur 10 hari setelah pindah tanam. Cabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman sawi. Pemupukan urea dilakukan pada tanaman umur 14 hari dengan cara ditugal atau dilarik kemudian ditutup dengan tanah. Pengairan Waktu pengairan dilakukan 10 hst dan diulang dengan selang waktu 7 hari. Pengendalian Hama Penyakit Hama utama tanaman sawi adalah ulat titik tumbuh yang ditandai dengan rusaknya titik tumbuh tanaman sawi. Selain itu juga ulat tritip yang menyerang daun sawi hingga berlubang, jika serangan hebat hanya tersisa urat daun. Pengendalian ulat dapat dilakukan secara mekanis dengan mencari dan membunuh ulatnya. Bila populasi terlalu banyak dapat dikendalikan secara kimia dengan insektisida. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman sawi antara lain penyakit busuk hitam dan bercak daun. Gejala yang timbul terlihat tepi daun berwarna kuning atau pucat kemudian meluas ke bagian tengah. Daun berbintik kelabu kemudian menjadi bercak coklat. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman, penggunaan fungisida atau bakterisida. Panen Sawi dapat dipanen bila telah berumur 25-30 hst, tinggi tanaman ± 30 cm dan belum berbunga. Waktu panen yang baik adalah pagi hari dengan cara mencabut, kemudian potong akarnya dan cuci dengan air yang mengalir. Sawi siap dipasarkan atau diolah. Demikian cara sederhana budidaya sawi, sayuran yang kaya manfaat dan banyak disukai serta mudah dalam menanamnya.