Budidaya jagung manis bisa dilakukan di banyak daerah, hal ini karena sifat dari tanaman ini yang sangat mudah beradaptasi lahan baru. Budidaya jagung manis dilakukan di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1.500 meter di atas permukaan laut. Termasuk di Kota Salatiga yang berada di ketinggian 700 mdpl. Jenis jagung manis yang banyak dibudidayakan adalah jenis dent dan flint. Jenis tanaman ini memiliki rasa yang cukup manis, penyebabnya adalah terjadinya proses mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis akan mulai meningkat ketika memasuki hari ke 5 sampai hari ke 15. Suhu lingkungan yang baik untuk menanam jagung ini berkisar di antara 21 sampai 27 derajat celsius. Sedangkan kadar ke asaman tanah yang baik untuk budidaya tanaman ini sekitar 5-8 pH. Untuk menanam jagung manis bisa menanam jagung pada lahan bekas sawah atau membuat lahan baru dengan membuat bedengan. Apabila menggunakan lahan bekas sawah, usahakan agar lahan tidak tergenang air, kemudian bersihkan tanaman-tanaman gulma yang tersisa. Bedengan bisa dibuat dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dengan tinggi 20-30 cm, jarak antar bedengan 30 cm dan dalam satu bedengan terdapat 2 larikan untuk ditanami jagung. Dalam satu hektar lahan memerlukan bibit jagung manis sekitar 8 kg. Untuk jarak tanam jagung manis yang baik sekitar 60-75 cm, jarak tersebut adalah jarak ideal untuk mengatur jumlah populasi jagung di lahan. Jagung manis akan berkembang dengan baik bila dalam satu hektar lahan hanya ditumbuhi sekeitar 34.000-37.000 tanaman jagung. Agar mendapatkan hasil yang maksimal dari tanaman ini pastikan kebutuhan unsur hara pada tanaman tercukupi. Selain itu tumbuhan ini juga memerlukan zat nitrogen dalam jumlah yang besar. Agar tanaman bisa tumbuh dengan subur, pemberian pupuk sebaiknya memperhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P). Untuk pemupukan awal bisa menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dan kotoran sapi atau kambing. Campurkan kedua jenis pupuk tersebut dengan perbandingan 1:1. Pada pupuk dari kotoran ayam banyak mengandung unsur nitrogen yang cepat terurai, sedangkan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing banyak mengandung unsur kalium (K) dan pospat (P). Dengan kombinasi keduanya akan memberikan banyak asupan unsur hara yang dibutuhkan oleh jagung untuk bisa tumbuh dengan subur. Seperti budidaya tanaman lain, budidaya jagung manis juga memerlukan perawatan yang cukup intens. Bila jagung ditanam pada musim kemarau diperlukan penyiraman atau pengairan anar bedengan untuk menjaga kelembaban tanah. Selain itu pemupukan susulan juga diperlukan untuk menjaga kandungan unsur hara di dalam tanah. Tanaman jagung manis memiliki banyak jenis hama yang menyerang seperti Penggerek batang jagung (O. furnacalis), Ulat Tongkol (H. armigera), Kutu Daun (R. maidis), Belalang (Oxya spp.), dan Tikus (Rattus argentiventer). Untuk mengatasi hama tersebut tentu diperlukan penanganan khusus, karena setiap jenis hama mempunyai cara tersendiri dalam memberantasnya. Di samping hama yang menyerang jagung manis juga rawan pada penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, terutama bila menanam jagung manis di daerah tropis seperti di Kota Salatiga, jenis penyakit yang sering menyerang antara lain Bule (Peronosclespora Maydis), Karat (Puccinia sorghi), Hawar daun (Helminthosporium turcicum), Hawar daun (Curvularia sp.) dan Hawar pelepah (Rhizoctonia solani). Untuk mengatasi serangan penyakit ini bisa menggunakan fungisida. Jagung manis biasanya sudah mulai mengeluarkan bunga ketika berusia 50 hari semenjak bibit ditanam. Ketika jagung sudah mulai mengeluarkan tongkol, biasanya akan ada 2 tongkol jagung sehingga perlu untuk menghilangkan tongkol yang bagian bawah agar jagung bisa tumbuh dengan maksimal. Setelah pengambilan tongkol muda, perlu dilakukan pemapasan daun yang ada di bawah tongkol. Panen utama jagung manis bisa dilakukan ketika jagung berumur 65-75 hari. (Penulis: Umi Salamah, A.Md-Kec. Tingkir-Kota Salatiga)