Loading...

Budi Daya Shitake Dalam Kantong Plastik

Budi Daya Shitake Dalam Kantong Plastik
Petani jamur dan pengusaha jamur selalu berusaha meningkatan teknologi budi daya dengan berbagai cara dengan tujuan menghemat tempat, menghemat sumber bahan, dan meningkatkan produksi. Budi daya shitake dengan pemakaian media tanam dalam kantong plastik temyata dapat berhasil dengan baik. Beberapa kelebihan budi daya shitake dalam kantong plastik adalah sebagai berikut. 1. Bahan media tanam, seperti serbuk gergaji, ampas tebu, tepung biji kapas, dan bahan pembantunya banyak tersedia dalam jumlah yang cukup. 2 Masa pertumbuhan lebih singkat, masa produksi lebih singkat dengan kuantitas dan kualitas hasil lebih tinggi. Dengan cara tradisional, lama pemakaian pokok kayu bisa 3 tahun, tetapi pengelolaan sampai berproduksi sekitar 1 tahun (8 bulan - 1 tahun). Pemakaian 100 kg balok kayu menghasilkan jamur segar sekitar 10 - 15 kg. Sedangkan penanaman dalam kantong plastik, maka jamur segar telah bisa dipetik 80 -150 hari setelah spawning. Selama 8 bulan telah menghasilkan penuh dan dengan bahan berasal 100 kg serbuk gergaji bisa dipanen 80 kg jamur segar. Dengan masa pemeliharaan yang lebih singkat dan masa produksi singkat, maka energi pemeriksaan menurun menjadi 80% dibandingkan dengan budi daya secara tradisional. Jika dihitung dengan hasil produksi yang lebih tinggi, maka terdapat efisiensi sebesar 100 - 145 dibandingkan dengan sistem tradisional. 3. Kantong plastik dan media tanam mudah dikelola, mudah dipindah dari satu tempat ke tempat lain, mudah memasukkan bahan-bahan ke dalamnya, cara inokulasinya mudah, dan lain-lain. Tempat meletakkan kantong media tanam lebih hemat, ruangan-ruangan untuk keperluan teknik tanam mudah diawasi secara ketat dibandingkan dengan budi daya di alam bebas dengan lahan yang lebih luas. Teknik ini juga bisa dilakukan secara padat karya atau dengan sistem plasma dan inti, atau sistem bapak dan anak angkat dalam pengusahaannya. 4. Pemeliharaan tanaman, pengawasan, dan teknik menghadapi jamur pesaing (liar) juga lebih mudah dibandingkan dengan budi daya shitake secara tradisional. Sumber : Jamur Shitake, Patah Suhardiman