Latar Belakang Kesuburan lahan pertanian kini menjadi persoalan bagi upaya meningkatkan produksi pangan. Penggunaan pupuk kimia yang terus menerus telah membuat makin banyak lahan sawah “sakit”. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka bakal menjadi ancaman bagi produksi pangan. Bahkan kini sudah mulai terasa, bagaimana lahan sawah makin keras dan mudah kering. Semua ini tidak lepas dari lahan sawah yang semakin miskin ketersediaan unsur hara. Salah satu upaya mencegah lahan tidak semakin kritis, pemerintah kini mendorong penggunaan pupuk organik. Akibat kesuburan tanah berkurang, membuat tingkat nitrogen pada lahan juga semakin terbatas. Untuk mengatasinya diperlukan sumber nitrogen alternatif sebagai suplemen pupuk kimia. Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman paku Azolla sebagai pupuk hijau yang menjadi sumber nitrogen alternatif. Apakah Azolla itu? Azolla adalah jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat di perairan yang tergenangterutama di sawah-sawah dan di kolam, mempunyai permukaan daun yang lunak, mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi nitrogen dari udara. Tumbuhan dengan ukuran 3-4 cm ini mempunyai kualitas nutrisi yang baik.Bangsa China dan Vietnam telah menggunakan Azolla sejak lama sebagai sumber N bagi padi sawah. Azolla tumbuh secara alami di Asia, Amerika dan Eropa. Azolla mempunyai beberapa spesies antara lain : Azolla caroliniana, filiculoides, mexicana, microphylla, nilotica, pinnata var pinnata, pinnata var imbricata dan rubra. Hasil Penelitian tentang Azolla Menurut Kepala Kelompok Pemupukan dan Nutrisi Tanaman Patir BATAN, Haryanto, sumber N dari Azolla dapat mengganti urea sampai 100 kg, pakan ternak atau hijauan, pakan ikan terutama ayam dan itik serta menekan pertumbuhan gulma. Hasil penelitian internasional yang disponsori Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menunjukkan bahwa Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi nitrogen dari udara sekitar 70-90%. Nitrogen fiksasi yang terakumulasi ini dapat digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah. Laju pertumbuhan Azolla adalah 0,355-0,390 gram per hari (di laboratorium) dan 0,144-0,890 gram per hari (di lapangan). Pada umumnya biomassa Azolla maksimum tercapai setelah 14-28 hari setelah inokulasi. Dari hasil penelitian BATAN, diketahui dengan menginokulasikan 200 gr Azolla segar per milimeter kubik, setelah 3 minggu Azolla akan menutupi seluruh permukaan lahan di tempat tumbuhnya. Dalam keadaan ini dapat dihasilkan 30-40 kg N per Ha atau sama dengan 100 kg urea. Ditemukan juga bahwa Azolla tumbuh kembang lebih baik pada musim kemarau. Pada kondisi optimal, Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% setiap hari. Nilai nutrisi Azolla mengandung protein 24-30%, kandungan asam amino essensialnya terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak dan beras pecah (menir). Hemat Pupuk Urea Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lapisan Azolla di atas permukaan sawah dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebesar 50 kg per ha. Jika kondisi sangat baik, maka penggunaan Azolla dapat menghemat penggunaan pupuk urea hingga 100 kg per ha. Menurut peneliti di Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM, Ngadiman, manfaat Azolla ini lantaran tanaman tersebut mampu mengikat nitrogen dari udara. Nitrogen merupakan nutrisi utama bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhan. Jumlah nitrogen yang diikat melebihi kebutuhannya sendiri, sehingga sebagian nitrogen akan dilepas ke lingkungan untuk diserap tanaman lain. Selain menghemat pupuk, Azolla bermanfaat untuk memperbaiki tekstur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang sudah berlangsung lama. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi, benih Azolla sebaiknya ditebar ke lahan sawah dua hari setelah tanam. Benih Azolla yang ditebar adalah benih yang sudah berusia 2 minggu. Dengan cara itu, pada saat padi berusia 21 hari, tanaman Azolla sudah tumbuh menutupi seluruh permukaan sawah yang tergenang air sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma. Ini dapat menghemat biaya penyiangan. Lebih baik lagi jika Azolla dibenamkan ke dalam tanah. Caranya : keringkan dulu lahan sehingga Azolla mengendap di permukaan tanah, setelah itu tanah diinjak-injak agar Azolla terbenam dalam tanah. Hal ini lebih efektif untuk mengurai dan mengikat nitrogen oleh partikel-partikel tanah. Jika hanya dibiarkan di permukaan tanah, sebagian nitrogen pada Azolla akan menguap terkena terik matahari. Cara Menumbuhkan Azolla Sediakan Azolla segar sekitar 100-200 gr langsung dimasukkan ke dalam ember atau bak plastik yang sudah diisi air dan tanah sawah. Dua hari sekali, semprot SP36 dengan cara sebagai berikut : SP36 sebanyak satu sendok makan digerus/dihaluskan lalu dilarutkan dalam satu liter air. Larutan SP36 tersebut disemprotkan di permukaan Azolla. Jika sudah tumbuh menutupi permukaan air, Azolla siap untuk dipindahkan ke tempat stok Azolla. Azolla dipindahkan ke kolam dengan ukuran 1x1m atau 2x2m sesuai dengan kebutuhan. Secara rutin dua hari sekali semprotkan larutan SP36 secara merata ke permukaan Azolla. Bila Azolla sudah rapat menutup permukaan kolam, maka Azolla siap dipindahkan ke sawah. Perbanyakan Azolla di sawah dimulai dari setiap sudut sawah dengan kondisi lahan tergenang air 2-3 cm. Supaya Azolla tidak tersebar (dapat mengumpul) perlu dibatasi dengan bambu/plastik dalam petakan 1x1 m. Secara rutin, semprot dengan larutan SP36 setiap dua hari sekali. Bila Azolla sudah tumbuh rapat, bisa ditebarkan secara merata ke seluruh lahan sawah. Jika Azolla sudah menutupi seluruh permukaan lahan, kemudian keringkan lahan dan benamkan Azolla ke dalam tanah. Disusun Oleh : Sutedjo, S.ST BPP Buaran Kabupaten Pekalongan