Loading...

Budidaya Bawang Merah

Budidaya Bawang Merah
Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat serta memiliki nilai ekonomi tinggi karena dimanfaatkan sehari-hari sebagai bumbu dapur atau bahan masakan dan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lain. Bawang merah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bisnis yang menjanjikan dan juga prospektif. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah dan Asia Tenggara. Berdasarkan Morfologinya tanaman bawang merah merupakan tanaman yang memiliki akar berbentuk serabut, daunnya seperti pipa, berlubang, bagian ujung daunnya meruncing, dan berwarna hijau muda dan hijau tua bunganya tergolong bunga majemuk. Sedangkan secara sistematis Klasifikasi tanaman bawang merah adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae, Divisio : Spermatophyta, Subdivisio : Angiospermae, Class : Monocotyledonae, ordo : Liliaceae, Family : Liliales, Genus : Allium, Species : Allium ascalonicum L. Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Tanaman ini cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 - 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat Celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar pH 5,6-7. Keberhasilan yang diperoleh dari budidaya bawang merah ini, tentu saja dihadapkan pada berbagai masalah (resiko) di lapangan diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksinya menurun. Kuantitas produksi bawang merah berkaitan erat dengan ukuran dan banyaknya umbi yang dihasilkan. Kualitas bawang merah ditentukan oleh aroma yang tajam serta warna kulit umbinya. Untuk memperoleh kuantitas produksi yang optimal dan berkualitas maka perlu diperhatikan langkah-langkah budidaya bawang merah yaitu sebagai berikut. Pemilihan bibit Pengolahan tanah Penanaman Pemeliharaan Penyiraman Penyulaman Pengendalian hama dan penyakit Bercak ungu (Alternaria porii (ELL) Cif, Bercak daun (Cercospora duddiae), Busuk daun (Peronospora destructor) Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse), Ulat (Spodophtera exigua) Pemupukan Panen dan pasca panen Panen dilakukan saat tanaman berumur 70-80 hari setelah tanam. Bawang merah yang siap panen ditandai dengan daun sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah. Cara memanen adalah dengan mencabut tanaman,bersihkan dari kotoran dan tanah, bawang merah diikat selanjutnya dijemur dibawah terik matahari langsung atau diletakkan diatas para-para. Umbi bawang merah dapat bertahan 1-2 tahun apabila penanganan pasca panen dan penyimpanannya dilakukan dengan baik. Salah satu cara penyimpanan yang baik adalah dengan menggantung di tempat yang kering atau meletakkan diatas para-para. Penanaman bawang merah sudah di laksanakan di Desa Sukawening Kecamatan Cipaku dengan hasil panen yang memuaskan. Disusun Oleh : Widdy Dwi Asrri Iskandar, SP Admin SMIPP BPP Kecamatan Cipaku KAbupaten Ciamis