Loading...

budidaya bawang merah varietas batu ijo di dataran tinggi

budidaya bawang merah varietas batu ijo di dataran tinggi

Budidaya bawang merah di dataran tinggi (800-1500 m dpl), memerlukan varietas tahan cuaca dingin seperti batu ijo. Suhu dingin dan kelembaban tinggi meningkatkan risiko penyakit, sehingga intensitas pemupukan organik dan perlindungan tanaman harus ditingkatkan untuk hasil maksimal.

Teknik Budidaya Bawang Merah Dataran Tinggi:
  • Varietas: Gunakan varietas yang adaptif di dataran tinggi/udara dingin, seperti Batu Ijo, Super Philip, atau Bali Karet.
  • Persiapan Lahan: Buat bedengan setinggi 40-50 cm untuk drainase yang baik guna menghindari kelembaban berlebih. Gunakan kapur pertanian/dolomit (1,5-2 ton/ha) untuk mengatur pH 5,5-6,5
    .
Penanaman: Waktu terbaik adalah musim kemarau. Jarak tanam sebaiknya lebih rapat dibandingkan dataran rendah (misal:
10×10 cm
15×10 cm
untuk menjaga suhu mikro tanaman. Penggunaan mulsa plastik hitam perak sangat dianjurkan.
Pemupukan: Pupuk organik (kompos/pupuk kandang) 15-20 ton/ha diperlukan. Pemupukan susulan (NPK, KCl, ZK) diberikan berkala (umur 7, 21, dan 28 HSt).
Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan): Waspada penyakit antraknosa (patek) dan bercak ungu karena kelembaban tinggi. Gunakan pestisida sesuai dosis dan lakukan penyemprotan rutin.
Panen: Bawang merah di dataran tinggi dapat dipanen pada umur 60-70 hari setelah tanam, ditandai dengan daun rebah >80% dan umbi menonjol.