Loading...

BUDIDAYA BELIMBING TASIKMADU

BUDIDAYA BELIMBING TASIKMADU
Latar Belakang Salah satu komoditas yang saat ini menjadi ciri khas dan produk unggulan Kecamatan Palang adalah buah belimbing yang oleh masyarakat luas banyak dikenal dengan sebutan blimbing madu. Belimbing Tasikmadu merupakan salah satu Varietas unggul nasional melalui SK Mentri Pertanian No: 314/Kpts/SR.120/5/2007. Keunggulan belimbing Tasikmadu disamping mempunyai rasa yang manis dan harum ,tekstur buahnya lembut dan juga warna yang menarik. Tanaman belimbing merupakan salah satu jenis komoditas tanaman buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan sangat potensial dikembangkan sebagai penyangga perekonomian keluarga, ini terjadi lantaran belimbing sebagai tanaman buah tahunan dalam waktu kurang dari 2 tahun telah mampu berproduksi. Disamping itu dalam satu tahun tanaman belimbing Tasikmadu dapat dipanen sebanyak dua samapi tiga kali dengan rata“rata produksi 30 kg per pohon permusim panen. Harga buah segar belimbing tasikmadu cukup mahal jika dibandingkan dengan buah belimbing dari kota Bojonegoro dan Belimbing Blitar, harga berkisar Rp. 18.000/kg ditingkat petani dan di pasar swalayan surabaya dapat mencapai Rp. 25.000 hingga Rp. 27.000/kg Agribisnis belimbing merupakan usaha padat modal dan padat karya , tenaga kerja yang terserap pada kegitan bididaya belimbing cukup banyak, terutama pada kegitan pemblongsongan dan pemetikan buah. Seiring dengan semakin dikenalanya belimbing Tasikmadu oleh masyarakat luas, maka peluang pasarnya juga semakin besar. Perkembangan populasi dan luas tanam juga bertambah seirng dengan semakin diminatinya buah belimbing Sentra belimbing ini ada di empat desa : desa Tasikmadu dengan luas 53,1 ha, Kelurahan Panyuran 4,5 ha, desa Sumurgung dengan luas 9,2 ha dan di desa Tegalbang dengan luas 1 ha. TEKNIK BUDIDAYA Penanaman 1. Bibit yang digunakan berasal dari hasil sambung (okulasi)2. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm3. Lubang tanam dipersiapkan 1-2 bulan sebelumnya4. Jarak tanam yang dianjurkan 6 x 6 meter5. Tanah galian lubang dicampur dengan pupuk bokasi sebanyak 25 kg, kemudian dimasukkan kembali kelubang tanam bersamaan dengan kegiatan penanaman6. Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan Pemeliharaan 1. Bibit ditanam sebaiknya diberi Pupuk NPK sebanyak 250 gr dan insektisida furadan sebanyak 1 sendok makan untuk membasmi rayap2. Saat tanaman belimbing berumur 3 - 4 bulan dilakukan pemangkasan bentuk sehingga batang utamanyatetap pendek, dilakukan dengan cara memangkas pucuk cabang utamanya dan menyisakan 10 cm dari pangkal tunas samping3. Pemangkasan perawatan dilakukan setelah selesai panen, bagian yang dipangkas yaitu cabang air, cabang atau ranting yang tidak teratur tumbuhnya, rusak atau mati.4. Pemupukan dilakukan kembali setelah selesai pemangkasan dengan menggunakan pupuk bokasi sebanyak 15 kg dan pupuk NPK sebanyak 1 kng, dengan cara membenamkan dalam tanah mengelilingi batang pohon tepat dibawah tajuk luar pohon5. Kunci utama perawatan belimbing yaitu pada pembungkusan buah. buah yang masih pentil (umur 1,5 bulan) segera dibungkus dengan menggunakan kertas koran bekas dan selanjutnya dibungkus lagi dengan plastik6. Pengurangan buah dilakukan bersamaan dengan membungkus buah. Buanglah buah yang bentuknya tidak sempurna, tidak sehat, dan letaknya berhimpitan7. Untuk menghindari lalat buah diperlukan pemasangan atraktan petrogenol / metileugenol dengan botol perangkap pada setiap tanaman8. Pembumbunan tanah diperlukan untuk menjaga tanah agar tetap gembur. Panena. Panen dilakukan dengan memetik buah secara berhati “hati dengan tangan kemudian diletakkan kedalam keranjang atau ember plastikb. Hasil Panen dikumpulkan pada satu tempat, selanjutnya langsung dilakukan sortasi dan siap dipasarkan Penulis : Puji Nurhayati, SP (Penyluh Kec. Palang)